plta bengkok pembangkit ebt tertua di jawa barat yang ikut terangi kota bandung - News | Good News From Indonesia 2026

PLTA Bengkok, Pembangkit EBT Tertua di Jawa Barat yang Ikut Terangi Kota Bandung

PLTA Bengkok, Pembangkit EBT Tertua di Jawa Barat yang Ikut Terangi Kota Bandung
images info

PLTA Bengkok, Pembangkit EBT Tertua di Jawa Barat yang Ikut Terangi Kota Bandung


Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok merupakan pembangkit listrik tertua di Jawa Barat. Berlokasi di Bandung, Jawa Barat, PLTA Bengkok merupakan pembangkit listrik yang menggunakan air sebagai energi baru terbarukan (EBT) untuk memutar turbin yang terhubung ke generator dan menghasilkan listrik.

PLTA Bengkok juga merupakan salah satu pembangkit listrik bertenaga air tertua di Indonesia. PLTA ini dibangun di masa pemerintahan Hindia Belanda dan resmi dioperasikan sejak 1923. Dulu, PLTA Bengkok merupakan bagian dari Lands Waterkracht Bedrijf Bandoeng en Electriciteit atau Perusahaan Tenaga Air Negara Dataran Tinggi Bandung.

Saat ini, pengoperasian PLTA Bengkok dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Indonesia Power (PLN IP). PLTA ini juga menjadi salah satu sumber listrik bersih yang menyuplai area Bandung dan sekitarnya.

Penyuplai Listrik Bersih

Kendati umurnya sudah satu abad lebih, PLTA Bengkok masih tetap beroperasi dengan baik. Pemerintah Indonesia sukses mengelola PLTA ini sejak kemerdekaan hingga sekarang.

Disadur dari situs resmi PLN, PLTA Bengkok memiliki empat unit pembangkit yang berada di dua lokasi berbeda. Di lokasi utamanya, terdapat tiga unit pembangkit dengan kapasitas total 3 x 1.050 kilowatt (kW).

Sementara itu, satu unit lainnya adalah PLTA Dago yang memiliki kapasitas 700 kW. Artinya, jika ditotal, pembangkit ini bisa menghasilkan listrik hijau sebesar 3,85 Megawatt (MW).

Lebih lanjut, daerah-daerah yang mendapat suplai listrik dari PLTA Bengkok meliputi Sukaresmi, Dago, dan Bengkok. Namun, sebagai penunjang kebutuhan listrik yang semaki besar, PLTA Bengkok turut menyuplai listrik pendukung untuk Kota Bandung.

Dengan besaran kapasitas itu, PLTA Bengkok diperkirakan bisa menerangi antara 2.000 sampai 3.000 rumah.

Dikarenakan usianya yang sudah tua, PLN melakukan pemeliharaan berkala, yakni preventive maintenance dan periodic maintenance. Selain itu, terdapat inspeksi umum yang dilakukan setelah 24.000-30.000 jam pengoperasian.

Di sisi lain, setiap 40.000 sampai 45.000 jam operasi (sekitar 6-7 tahun), PLN juga melakukan overhaul atau perbaikan menyeluruh untuk seluruh komponen PLTA Bangkok agar tetap beroperasi dengan ciamik.

Jika umumnya perawatan pembangkit cenderung mahal, PLA Bengkok justru sebaliknya. Pembangkit ini menggunakan putaran yang cukup rendah; 750 RPM atau bertemperatur dingin. Hal ini membuat biayanya lebih murah dibandingkan pembangkit termal.

Sebagai salah satu bangunan tua nan bersejarah, pemerintah menetapkan PLTA Bengkok sebagai situs cagar budaya Kota Bandung. Bahkan, untuk menjaga orisinalitasnya, mesin pengoperasiannya masih menggunakan alat-alat peninggalan Belanda yang masih manual.

Dukung Transisi Energi Hijau

PLTA Bengkok menjadi salah satu komitmen pemerintah untuk mewujudkan Net Zero Emission (NZE) 2060. Listrik yang dihasilkan PLTA ini berasal dari aliran Sungai Cikapundung di Taman Hutan Raya yang dibendung. Melalui ANTARA, lokasi sungai ini berada sekitar empat kilometer dari pembangkitnya.

PLTA ini juga dianggap sebagai pelopor energi bersih di Indonesia yang sudah ada sejak zaman Belanda. Hal ii membuktikan bahwa Indonesia mampu untuk merealisasikan energi hijau agar jauh lebih ramah lingkungan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.