serbia negara pecahan yugoslavia yang sudah bersahabat lama dengan indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Serbia, Negara Pecahan Yugoslavia yang Sudah Bersahabat Lama dengan Indonesia

Serbia, Negara Pecahan Yugoslavia yang Sudah Bersahabat Lama dengan Indonesia
images info

Serbia, Negara Pecahan Yugoslavia yang Sudah Bersahabat Lama dengan Indonesia


Republik Serbia adalah sebuah negara di Eropa Tenggara yang berdiri pada 2006. Beribu kota di Beograd atau Belgrade, Serbia menjadi salah satu negara di Eropa yang memiliki super panjang sebelum betul-betul berdiri sebagai sebuah negara berdaulat.

Negara ini menjadi bagian penting dari histori Eropa Tenggara sejak abad pertengahan. Serbia dulunya mencakup wilayah kerajan dan kekaisaran sebelum kemudian dikenal dunia sebagai Yogoslavia.

Namun, eksistensi Yugoslavia tak bertahan. Federasi ini terpecah menjadi beberapa negara, termasuk Serbia. Setelah lika-liku panjang, Serbia resmi menyatakan diri sebagai negara berdaulat pada 5 Juni 2006.

Meskipun masih tergolong “baru”, Serbia sebenarnya sudah seperti “pemain lama” di dunia, utamanya sejak masih menjadi bagian Yugoslavia. Negara ini banyak menjalin hubungan bilateral dengan negara lain, termasuk Indonesia. Bahkan, hubungan keduanya yang sudah terjalin sejak era Presiden Soekarno dan Presiden Tito itu masih hangat hingga sekarang.

Sejarah Awal, Pecahnya Yugoslavia, dan Terbentuknya Serbia

Jauh sebelum menjadi bagian dari Yugoslavia, Serbia aslinya adalah kawasan kerajaan yang kuat. Sejak abad ke-7, wilayah ini sudah dihuni oleh suku Slavia yang di masa depan menjadi “nenek moyang” orang-orang Eropa seperti Rusia, Ukraina, Polandia, Serbia, dan Kroasia.

Mereka perlahan membentuk struktur politik. Pada abad pertengahan, Serbia kemudian berkembang menjadi kerajaan besar. Dikatakan bahwa di abad ke-13, Serbia menjadi kerajaan penting di wilayah Balkan.

Lebih lanjut, pada pertengahan abad ke-14, Serbia mencapai era kejayaannya. Saat itu, wilayahnya mencakup banyak lokasi di Balkan dan dikenal dengan Serbian Empire.

baca juga

Sayangnya, kejayaan ini tidak bertahan lama. Kekaisaran ini semakin terpojok saat Ottoman meluaskan wilayah kekuasaan mereka hingga mengambil sebagian besar tanah Serbia.

Masuk ke abad ke-19, Kerajaan Serbia kembali bangkit sampai setidaknya menuju akhir Perang Dunia I. Setelah PD I berakhir, Kerajaan Serbia bergabung membentuk negara baru bersama Kroasia dan Slovenia. Lalu, pada 1929, entitas kerajaan ini diubah menjadi Yugoslavia yang diartikan sebagai Tanah Orang Slavia Selatan.

Pasca-PD II, Yugoslavia berubah menjadi federasi sosialis yang dipimpin Josip Broz Tito. Akan tetapi, federasi ini juga tak bertahan lama karena banyak terjadi perpecahan di dalamnya, termasuk Serbia. Negara-negara pecahan Yugoslavia selain Serbia adalah Slovenia, Kroasia, Bosnia-Herzegovina dan Makedonia Utara.

Sebelum Serbia, Slovenia, Kroasia, Bosnia dan Makedonia lebih dulu merdeka. Kemudian, setelah Yugoslavia bubar, Serbia bersama Makedonia membentuk negara federasi baru sebelum bubar pada 2006 dan masing-masing memilih untuk merdeka.

Hubungan Bilateral Indonesia-Serbia

Presien Tito dan Presiden Soekarno | ANRI
info gambar

Presien Tito dan Presiden Soekarno | ANRI


Hubungan bilateral Indonesia dan Serbia resmi terbetuk pada 1954. Relasi keduaya semakin menguat saat Presiden pertama Indonesia Soekarno dan Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito menjadi pendiri Gerakan Non-Blok pada 1961.

Presiden Soekarno dan Presiden Tito pernah saling melakukan lawatan kenegaraan. Kedekatan keduanya semakin hangat karena memiliki kesamaan visi politik, solidaritas antarsesama negara berkembang, strategi menghindari dua blok besar; Barat dan Timur.

Bahkan, saat Serbia berkonflik dengan Kosovo, Indonesia menyatakan dukungannya untuk Serbia. Kemerdekaan Kosovo pada 17 Februari 2008 sebenarnya diakui oleh beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat. Akan tetapi, banyak negara lain di dunia yang tidak mengakuinya, termasuk Indonesia

Hal ini dikarenakan Indonesia menghormati kedaulatan dan keutuhan Serbia. Kementerian Luar Negeri RI pernah menyatakan bahwa Indonesia memandang Kosovo sebagai wilayah kedaulatan Serbia dan tidak mengakui kemerdekaan sepihak yang diproklamirkan Kosovo.

baca juga

Kosovo juga belum diakui sebagai negara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena ditolak dua anggota Dewan keamanan (DK) PBB, yakni Rusia dan Tingkok. Pernyataan Indonesia yang mendukung Serbia ini juga mendapatkan apresiasi penuh dari pemerintah Serbia.

Di luar konteks itu, Indonesia-Serbia berupa untuk terus meningkatkan kerja sama strategis mereka. Kedua negara sudah bekerja sama di banyak bidang, muali dari ekonomi, pendidikan, perdagangan, politik, dan lain sebagainya.

Saat ini, Indonesia membuka kedutaan besarnya di Beograd, Serbia yang juga terakreditasi untuk Montenegro. Sementara itu, Serbia pun memiliki perwakilan di Jakarta.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.