Kekayaan hayati Aceh kembali bertambah setelah para peneliti mendeskripsikan satu spesies tumbuhan baru dari genus Begonia yang ditemukan di Dataran Tinggi Gayo, Aceh. Spesies tersebut diberi nama Begonia antoi, dan secara resmi dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Taiwania volume 70 tahun 2025. Penemuan ini menegaskan peran kawasan Gayo sebagai salah satu wilayah penting keanekaragaman hayati di Sumatra bagian utara.
Spesies baru ini ditemukan di wilayah Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah, pada ketinggian sekitar 180 meter di atas permukaan laut. Area tersebut merupakan hutan dataran rendah yang berada di sekitar aliran sungai, dengan kondisi habitat yang masih menyisakan vegetasi alami meskipun telah mengalami tekanan akibat aktivitas manusia.
Penelitian ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari peneliti Universitas Samudra, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Royal Botanic Garden Edinburgh, Inggris. Spesimen Begonia antoi dikumpulkan pertama kali pada Januari 2023 dan kembali diamati pada Agustus 2024, sebelum akhirnya dipastikan sebagai spesies baru melalui kajian morfologi dan perbandingan dengan koleksi herbarium internasional.
Para peneliti menyatakan bahwa wilayah Dataran Tinggi Gayo masih relatif kurang dieksplorasi secara botani. Setiap ekspedisi lapangan memiliki potensi besar untuk menemukan taksa baru, terutama dari kelompok tumbuhan understory seperti begonia yang sering luput dari perhatian.
Keunikan Begonia antoi
Begonia antoi merupakan tumbuhan herba kecil dengan tinggi sekitar 11–13 sentimeter. Batangnya bertipe rimpang, dengan daun berbentuk hampir membulat dan berwarna hijau tua keunguan di permukaan atas serta merah di bagian bawah. Daunnya memiliki tekstur tipis dan tepi berlekuk, dengan tulang daun menjari yang jelas.
Keunikan spesies ini juga tampak pada struktur bunganya. Bunga jantan memiliki empat tepal dengan ukuran relatif besar dan ditutupi rambut kaku berwarna merah di bagian luar. Bunga betina memiliki empat tepal, berbeda dari beberapa spesies kerabatnya yang hanya memiliki tiga.
Kombinasi karakter inilah yang membedakan Begonia antoi dari spesies yang paling mirip, seperti Begonia yenyeniae dari Semenanjung Malaysia dan Begonia olivacea dari wilayah lain di Sumatra.
Cuma Ditemukan di Gayo
Hingga saat ini, Begonia antoi hanya diketahui tumbuh di satu lokasi di Samar Kilang, Bener Meriah. Tidak ditemukan populasi lain meskipun eksplorasi lanjutan telah dilakukan di beberapa wilayah Aceh Tengah dan sekitarnya. Kondisi ini menjadikan spesies tersebut sebagai tumbuhan endemik dengan sebaran yang sangat terbatas.
Habitat aslinya merupakan hutan dataran rendah yang kini mulai terfragmentasi akibat alih fungsi lahan menjadi area pertanian dan permukiman. Informasi dari masyarakat setempat menyebutkan bahwa tanaman ini sempat diperdagangkan sebagai tanaman hias, meskipun aktivitas tersebut kini telah berhenti karena keterbatasan populasi.
Berdasarkan evaluasi awal menggunakan kriteria International Union for Conservation of Nature (IUCN), Begonia antoi diusulkan masuk kategori Critically Endangered (Kritis). Penilaian ini didasarkan pada jumlah individu yang sangat sedikit, diperkirakan kurang dari 10 individu dewasa, serta ancaman nyata terhadap habitat alaminya.
Para peneliti menekankan bahwa spesies ini berada pada risiko kepunahan yang tinggi jika tidak segera dilakukan langkah perlindungan. Kerusakan habitat akibat konversi lahan menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidup Begonia antoi di alam.
Pentingnya Taksonomi bagi Konservasi
Penemuan Begonia antoi menambah jumlah spesies Begonia seksi Jackia di Sumatra menjadi 34 jenis, dan menjadi spesies kelima dari kelompok tersebut yang tercatat di Aceh. Penelitian ini menegaskan pentingnya taksonomi sebagai fondasi konservasi, karena spesies yang belum dideskripsikan secara ilmiah tidak dapat dilindungi secara hukum maupun kebijakan.
Dengan pendeskripsian resmi ini, Begonia antoi tidak hanya menambah daftar flora endemik Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat bahwa masih banyak kekayaan hayati di Dataran Tinggi Gayo yang memerlukan penelitian lanjutan dan perlindungan serius agar tidak hilang sebelum sepenuhnya dipahami.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


