bukit bangkirai samboja meniti jembatan kanopi di tengah hutan purba kalimantan - News | Good News From Indonesia 2026

Bukit Bangkirai Samboja, Meniti Jembatan Kanopi di Tengah Hutan Purba Kalimantan

Bukit Bangkirai Samboja, Meniti Jembatan Kanopi di Tengah Hutan Purba Kalimantan
images info

Bukit Bangkirai Samboja, Meniti Jembatan Kanopi di Tengah Hutan Purba Kalimantan


Bukit Bangkirai merupakan kawasan konservasi hutan tropis basah yang berlokasi di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Objek wisata alam ini dikelola oleh PT Inhutani I dan berjarak sekitar 58 kilometer dari pusat Kota Balikpapan. Keunggulan utamanya terletak pada keberadaan jembatan kanopi yang membentang di ketinggian tajuk pohon serta kelestarian vegetasi hutan hujan alami seluas 1.500 hektar.

Kawasan ini berperan penting sebagai salah satu paru-paru dunia yang menjaga ekosistem flora dan fauna khas Kalimantan.

Selain menawarkan tantangan adrenalin melalui jembatan gantungnya, Bukit Bangkirai juga menjadi rumah bagi berbagai spesies langka, mulai dari kayu komersil hingga satwa endemik.

Kawan GNFI dapat menikmati ketenangan hutan sambil mempelajari pentingnya pelestarian sumber daya kehutanan. Lokasinya yang strategis di jalur poros Balikpapan-Samarinda membuatnya menjadi destinasi yang mudah dijangkau untuk rekreasi keluarga.

 

Sekilas Mengenai Bukit Bangkirai

Bukit Bangkirai mengambil namanya dari pohon bangkirai (Shorea laevis) yang mendominasi kawasan ini dengan usia rata-rata mencapai lebih dari 150 tahun.

Kawasan ini secara resmi diresmikan sebagai objek wisata alam pada 14 Maret 1998 oleh Menteri Kehutanan saat itu. Selain sebagai tempat wisata, fungsinya mencakup sarana pendidikan lingkungan dan penelitian kehutanan karena keragaman hayati yang tersimpan di dalamnya.

Sejarah kawasan ini cukup unik karena sebagian areanya pernah selamat dari dua kali kebakaran hutan besar pada tahun 1982 dan 1997. Pohon-pohon bangkirai yang kokoh berhasil bertahan, sementara area yang terdampak kebakaran dibiarkan pulih secara alami atau ditanami kembali dengan spesies baru.

Sebagai maskot utama, pohon bangkirai di sini tumbuh menjulang hingga ketinggian 50 meter dengan diameter batang mencapai 2,3 meter. Karakteristik kayu ini sangat kuat dan kokoh, menyerupai kayu ulin, sehingga banyak digunakan untuk bahan bangunan tradisional.

Kini, kelestarian pohon yang mulai langka ini dijaga ketat di dalam kawasan konservasi agar tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

 

Daya Tarik Utama Bukit Bangkirai

Daya tarik yang paling menyedot perhatian pengunjung adalah Jembatan Tajuk atau canopy bridge yang menghubungkan lima pohon bangkirai raksasa.

Jembatan ini memiliki panjang total 64 meter dengan ketinggian rata-rata 30 meter dari permukaan tanah, menjadikannya jembatan kanopi pertama di Indonesia dan kedelapan di dunia. Kawan akan merasakan sensasi menantang saat berjalan di atas jembatan yang terbuat dari kabel baja dan papan kayu ini sambil melihat panorama hutan dari atas tajuk pohon.

Keamanan jembatan ini sudah memenuhi standar internasional karena dirancang khusus oleh Canopy Construction Associated menggunakan material baja anti karat dari Amerika Serikat.

Selama menyusuri jembatan, Kawan GNFI bisa melihat hamparan vegetasi hutan tropis yang hijau sejauh mata memandang. Selain jembatan utama, tersedia juga fasilitas mini canopy bridge, pondokan untuk beristirahat, serta jungle cabin bagi yang ingin menginap di tengah hutan.

Kekayaan flora dan fauna juga menjadi magnet tersendiri karena terdapat 45 jenis spesies anggrek, termasuk anggrek hitam yang menjadi maskot Kalimantan Timur.

Kawan juga bisa menjumpai satwa unik seperti owa-owa, beruk, lutung merah, hingga monyet ekor panjang yang bergelantungan di dahan pohon. Bagi pengamat serangga, keberadaan semut hutan dengan panjang sekitar 2 sentimeter menjadi temuan menarik yang jarang dijumpai di area perkotaan.

 

Akses Menuju Bukit Bangkirai

Perjalanan menuju Bukit Bangkirai bisa ditempuh melalui jalur darat dari arah Kota Balikpapan maupun Samarinda.

Lokasinya berada di KM 38 Jalan Raya Soekarno-Hatta yang merupakan rute utama penghubung kedua kota tersebut. Dari pusat Kota Balikpapan, waktu tempuh yang dibutuhkan adalah sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat melalui rute yang sudah beraspal.

Setelah sampai di pintu masuk KM 38 Samboja, Kawan perlu masuk kembali mengikuti jalan akses hingga sampai di area parkir utama. Untuk menjangkau titik jembatan kanopi, Kawan GNFI harus melakukan trekking ringan menyusuri jalan setapak sejauh kurang lebih setengah kilometer.

Tersedia dua rute populer yaitu Trek M. Prakosa sepanjang 150 meter dan Trek Djamaludin sepanjang 300 meter yang keduanya menyajikan suasana hutan yang lembap dan asri.

 

Jam Operasional dan Harga Tiket

Kawasan wisata ini melayani pengunjung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Harga tiket masuk Rp22.000 per orang di hari biasa dan Rp25.000 di akhir pekan

Jika Kawan ingin mencoba pengalaman menantang adrenalin di atas jembatan kanopi, terdapat biaya tambahan sebesar 20.000.

Fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet, musala, dan tempat makan sudah tersedia secara terorganisir di area depan. Pengunjung dilarang menggunakan sepatu hak tinggi atau sandal saat menaiki jembatan gantung demi alasan keseimbangan dan keamanan.

Pastikan Kawan membawa persediaan air minum yang cukup karena aktivitas trekking di tengah hutan tropis biasanya cukup menguras tenaga.

 

Ayo Berkunjung ke Bukit Bangkirai!

Bukit Bangkirai adalah pilihan tepat bagi Kawan yang ingin merasakan pengalaman menembus hutan hujan Kalimantan. Keberadaan jembatan kanopi memberikan sudut pandang unik untuk menghargai kemegahan pohon-pohon purba yang masih lestari.

Kawan GNFI bisa mengajak keluarga untuk belajar lebih dekat tentang pentingnya menjaga paru-paru bumi sekaligus menikmati kesegaran udara alami. Luangkan waktu sejenak untuk melepaskan diri dari keramaian dan resapi keheningan hutan yang menenangkan di sini.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.