Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyiapkan lahan strategis di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sebagai lokasi pembangunan proyek gedung 40 lantai untuk MUI.
Kawan GNFI perlu mengetahui bahwa lahan yang dialokasikan merupakan salah satu titik paling premium di ibu kota, menandakan presiden untuk membangun pusat baru insitusi Islam di jantung ibukota.
Berdasarkan data terbaru dari Sekretariat Kabinet (Setkab), Presiden Prabowo telah menginstruksikan penyediaan lahan tersebut agar pembangunan dapat segera terealisasi.
Tujuan utama dari rencana pembangunan gedung 40 lantai MUI ini bukan sekadar mengejar kemegahan arsitektur, melainkan menciptakan sentralisasi aktivitas dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Kenapa harus di Bundaran HI? Lokasi ini dipilih karena nilai simbolisnya sebagai jantung Indonesia. Dengan gedung setinggi 40 lantai, kompleks ini akan menjadi landmark yang menunjukkan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki infrastruktur keagamaan yang setara dengan kemajuan global.
Selain kantor MUI, gedung ini direncanakan akan menampung kantor-kantor ormas Islam besar lainnya, lembaga zakat nasional, dan pusat studi Islam, hingga fasilitas pertemuan internasional.
Terkait linimasa, pemerintah saat ini sedang dalam tahap finalisasi desain dan koordinasi lintas kementerian. Rencana pembangunan ini diharapkan masuk ke dalam fase konstruksi dalam waktu dekat, mengingat lahan yang disiapkan di Bundaran HI merupakan aset yang sudah siap bangun.
Rencana pembangunan gedung 40 lantai untuk MUI di kawasan Bundaran HI adalah manifesto visual dari sinergi antara para ulama dan pemerintahan baru.
Kawan GNFI, mari kita kawal bersama agar pembangunan ini berjalan sesuai dengan rencana ditengah efisiensi anggaran,
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


