padukan keperawatan dan kearifan lokal ahmad guntur alfianto terima penghargaan gerakan 100 komunitas bermain tanpa gadget - News | Good News From Indonesia 2026

Padukan Keperawatan dan Kearifan Lokal: Ahmad Guntur Alfianto Terima Penghargaan Gerakan 100 Komunitas Bermain Tanpa Gadget

Padukan Keperawatan dan Kearifan Lokal: Ahmad Guntur Alfianto Terima Penghargaan Gerakan 100 Komunitas Bermain Tanpa Gadget
images info

Padukan Keperawatan dan Kearifan Lokal: Ahmad Guntur Alfianto Terima Penghargaan Gerakan 100 Komunitas Bermain Tanpa Gadget


Perkembangan teknologi saat ini menjadikan peradaban yang cepat dan berdampak besar di tengah masyarakat, terutama pada pola interkasi dan komunikasi antara orang tua dengan anak.

Alat teknologi saat ini yang hampir dimiliki oleh seluruh lapisan usia adalah gadget atau gawai. Gadget menjadi kebutuhan primer bagi semua kalangan terutama dalam kebutuhan sehari-hari.

Namun, penggunaan gadget yang berlebih dapat menimbulkan masalah kesehatan fisik, kesehatan mental, hingga sosial di masyarakat. Masalah tersebut seperti menurunya aktivitas fisik, berkurangnya interkasi sosial, gangguan mental emosional, hingga gangguan kongnitif seperti sulit konsentrasi. Hal tersebut, menjadikan beberapa pihak yang peduli dalam masalah tersebut untuk mencari alternatif yang lebih sehat dan seimbang.

Gen Alfa atau yang saat ini gen dengan usia paling tinggi adalah 16 tahun, tumbuh dan berkembang dalam lingkungan teknologi seperti gadget. Mereka lebih akrab dan bersahabat dengan gadgetnya dari pada dengan teman sebayanya.

Selain itu juga, dampak perkembangan gen alfa saat ini akibat paparan gadget dapat menjadikan penyimpangan tumbuh kembang, seperti keterlambatan kemampuan sosial, rendahnya empati, perilaku agresif dan muda tersinggung, hingga ativitas kurang bermain dan berinterkasi secara langsung dengan orang lain. Hal tersebut, juga menjadikan anak kehilangan ruang eksplorasi motorik, kerativitas, serta pembelajaran sosial.

Fenomena tersebut yang terjadi pada Gen Alfa menjadikan Good News From Indonesia (GNFI) bersama dengan kampung lali gadget (KLG) menginisiasi gerakan 100 komunitas bermain tanpa gadget.

Gerakan tersebut dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2025 melalui serangkaian seleksi nasional pada komunitas yang peduli terhadap perkembangan anak-anak Indonesia dan permainan tradisional seIndonesia.

Seleksi nasional dilaksanakan dengan menuliskan portofolio terkait komunitas dan gerakan yang akan diikuti. secara nasional hampir 300 komunitas yang berpartisipasi, namun dimabil hanya 100 komunitas yang lolos ketahap bootcamp gerakan 100 komunitas bermain tanpa gadget.

Selama bootcamp berlangsung GNFI dan KLG menyediakan fasilitas materi terkait teknologi dan dampkanya, perkembangan anak, hingga menyusun permainan anak sebagai upaya kecanduan gadget pada anak.

SMAIL (School Mental Health In Rural) yang diinisasi oleh Ahmad Guntur Alfianto atau disapa Kawan GNFI dan perawat kesehatan jiwa, seorang pemuda asal kabupaten Malang mengikuti kegiatan tersebut dengan tujuan mengimplementasikan gerakan 100 komunitas bermain tanpa gadget dengan keunikan dan perbedaan dari komunitas lainya.

Keunikan yang ditunjukan adalah permainan anak dengan pendekatan kearifan lokal dijadikan sebagai bentuk literasi kesehatan bagi gen alfa. Saat ini fenomena gen alfa atau anak-anak terutama di desa juga hampir menggunakan gadget dalam keseharian. hal tersebut, menjadi akar permasalahan untuk mencapai kesehatan melalui permainaan dengan pendekatan kearifan lokal.

Selama bootcamp berlangsung, Kawan GNFI ini menggunakan pendekatan wayang lakon bully dan rundung sebagai bentuk permainan kearifan lokal. Wayang tersebut digunakan sebagai permainan dan intervensi keperawatan melalui pendekatan terapeutik dan edukasi pada gen alfa, terutama dalam mencegah perundungan di sekolah dan dampkanya bagi kesehatan jiwa.

Selain itu juga, permainan lainyanya adalah melakukan pendekatan perawatan diri kesehatan jiwa melalui gizi sehat dan seimbang bagi gen alfa. Jenis permainan tersebut dengan sebutan Rampatan nusantara melalui pengenalan jajanan sehat tradisonal, edukasi boneka tangan teman Gen Zipa dan pendekatan permainan pazzel untuk mengedukasi gizi sehat dan seimbang. Pendekatan permainan itu juga diobeservasi melalui pengetahuan dan keterampilan gen alfa dalam menggunakan wayang, boneka gen zipa, dan pazzel.

Inisiatif Ahmad Guntur Alfianto dan Gerakan 100 Komunitas Bermain Tanpa Gadget

Atas konsistensinya menginisiasi gerakan 100 komunitas bermain tanpa gadget dengan pendekatan kesehatan jiwa pada gen alfa tersebut, Ahmad Guntur Alfianto menerima penghargaan sebagai penggerak sosial dan kesehatan terkait kepedulian terhadap masa depan generasi alfa pada bulan februari 2026.

Melalui gerakan tersebut, Kawan GNFI ini mengajak anak-anak gen alfa, orang tua, dan pendidik untuk dapat menciptakan ruang bermain ramah anak yang bebas gadget, berbasis kearifan lokal dan kesehatan tumbuh kembang anak. Gerakan ini sudah dilaksanakan di desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur selama kurun waktu 2025.

Kurang lebih ada 65 anak yang tersentuh gerakan 100 komunitas bermain tanpa gadget ini, baik dari tingkat RA ata TK 70 anak di tingkat MTs. Sementara itu, respon orang tua sangat bahagia karena dikenalkan permainan kearifan lokal dan anak anaknya merasa teredukasi terutama masalah kesehatan dengan wayang bisa menjelaskan bahaya perundungan serta kembali ke zaman dahulu tentang makan bergizi sehat dengan hidangan nusantara.

Hasil dan Dampak

Tahukah Kawan? Gerakan 100 komunitas bermaian tanpa gadget telah memberikan dampak nyata bagi SMAIL dan masyarakat sekitar. Aktivitas pada gen alfa seperti fisik dan mental menjadi meningkat, kemampuan sosial, hingga anak-anak lebih menikmati saat permainan berlangsung lebih ceria, kounukatif, dan kreatif. selain itu juga, tumbuh dan kembang anak menjadi meningkat sesuai dengan usianya saat ini.

Selain itu juga, melalui gerakan tersebut menjadikan kolaborasi dengan perguruan tinggi kesehatan di kota Malang sebagai langkah kampus berdampak melalui program intrevensi keperawatan berbasis permainan anak untuk meningkatan tumbuh kembangnya.

Permainan anak melalui kearifan lokal tersebut saat ini di integrasikan dalam terapi aktivitas kelompok (TAK) untuk kesehatan jiwa pada anak usia prasekolah dan sekolah melalui pendekatan permainan kearifan lokal untuk tumbuh kembang mereka di RA Nurul Huda dan MTs Nurul Huda desa Bantur sebulan sekali di minggu ke 2 (RA) dan 4 (MTs).

Inisiatif ini menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal mampu menjadi solusi efektif dalam menjawab tantangan tumbuh kembang Gen Alfa di era digital melalui peremainan dan kesehatan jiwa.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.