makna dan sejarah lambang uns jejak filosofi dan fakta menarik di baliknya - News | Good News From Indonesia 2026

Makna dan Sejarah Lambang UNS, Universitas Negeri yang Ada di Surakarta Jawa Tengah

Makna dan Sejarah Lambang UNS, Universitas Negeri yang Ada di Surakarta Jawa Tengah
images info

Makna dan Sejarah Lambang UNS, Universitas Negeri yang Ada di Surakarta Jawa Tengah


Universitas Sebelas Maret (UNS) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia yang berlokasi di Surakarta, Jawa Tengah. Dikenal sebagai kampus yang menjunjung nilai budaya, UNS memiliki perjalanan panjang dan simbol yang sarat makna.

Lambang biru dengan bentuk bunga tidak hanya menjadi identitas visual, tetapi juga mengandung filosofi mendalam yang mencerminkan semangat, idealisme, serta jati diri bangsa dan daerah.

Selain dikenal karena kualitas akademiknya, UNS juga menyimpan berbagai kisah menarik di balik sejarah pendiriannya dan makna simbol-simbol dalam logonya. Melalui pemahaman terhadap lambang dan sejarahnya, tersingkap nilai-nilai luhur yang membentuk karakter kampus ini hingga menjadi universitas unggul seperti saat ini.

Filosofi dan Arti Lambang UNS

Lambang UNS berbentuk menyerupai bunga dengan empat kelopak utama. Tiga kelopak di bagian atas, kanan, dan kiri menggambarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, satu kelopak di bagian bawah terdiri dari lima unsur kecil yang merepresentasikan Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa. Di bagian tengah lambang terdapat bentuk menyerupai “wiku” atau api menyala, yang menggambarkan semangat ilmu pengetahuan sebagai penerang kehidupan. Api ini juga menjadi simbol keabadian ilmu dan kebijaksanaan, seolah mengingatkan bahwa pendidikan sejati tidak pernah padam.

Warna biru langit menjadi pilihan utama dalam logo UNS. Warna ini melambangkan kesetiaan, ketenangan, dan kejujuran dalam mengabdi kepada bangsa serta ilmu pengetahuan. Biru juga mencerminkan suasana damai yang mendukung terciptanya lingkungan akademik yang harmonis dan terbuka terhadap inovasi.

Tulisan melingkar di sekeliling lambang menggunakan gaya aksara Jawa kuno (Candra Sangkala) yang memuat motto kampus “Mangesthi Luhur Ambangun Nagara”, bermakna “bertekad luhur untuk membangun negara.” Penggunaan aksara Jawa ini menunjukkan kedekatan UNS dengan akar budaya lokal, sekaligus menegaskan bahwa modernitas tidak harus meninggalkan tradisi.

Secara keseluruhan, lambang UNS merupakan perpaduan antara nilai akademik, ideologi nasional, dan kearifan lokal. Bentuk bunga menandakan pertumbuhan dan keindahan, sedangkan nyala api di tengah menandai semangat pencerahan.

Kesatuan elemen-elemen tersebut menggambarkan UNS sebagai lembaga yang tidak hanya mengejar prestasi ilmiah, tetapi juga berperan dalam membangun moral, budaya, dan peradaban bangsa.

Sejarah Panjang Berdirinya Universitas Sebelas Maret

Gagasan mendirikan universitas negeri di Surakarta muncul sejak awal 1950-an. Dikutip dari laman resmi uns.ac.id, wali kota Surakarta saat itu, Mohammad Saleh, menjadi salah satu tokoh yang pertama kali mengusulkan pembentukan universitas negeri di kota ini.

Namun, berbagai kendala seperti keterbatasan dana dan situasi politik nasional membuat wacana tersebut belum bisa diwujudkan. Pada 1963 sempat berdiriUniversitas Kota Praja Surakarta (UPKS), tetapi tidak bertahan lama akibat situasi politik yang tidak stabil.

Upaya serupa kembali muncul pada 1966 dengan berdirinya Universitas Nasional Saraswati, yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya UNS.

Tonggak sejarah penting terjadi pada 1975 dengan berdirinya Universitas Gabungan Surakarta (UGS). UGS merupakan hasil penggabungan beberapa perguruan tinggi di Surakarta, antara lain IKIP Negeri Surakarta, Sekolah Tinggi Olahraga (STO), Akademi Administrasi Negara, serta Fakultas Kedokteran cabang dari PTPN.

Penggabungan ini bertujuan untuk menyatukan potensi pendidikan yang tersebar di berbagai institusi agar lebih efektif dan efisien dalam mengembangkan pendidikan tinggi di wilayah Surakarta. Tanggal 11 Maret 1976 menjadi hari bersejarah karena pemerintah melalui Keputusan Presiden menetapkan berdirinya Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret.

Nama “Sebelas Maret” dipilih untuk mengenang tanggal peresmian tersebut, yang kemudian melekat kuat sebagai identitas universitas hingga kini. Pada tahun 1982, nama resmi diubah menjadi Universitas Sebelas Maret (UNS) sesuai Keputusan Presiden Nomor 55 Tahun 1982. Kampus utama kemudian dibangun di Kentingan, Jebres, Surakarta dengan luas sekitar 60 hektare, yang kini menjadi pusat aktivitas akademik dan simbol kemajuan UNS.

Pada 2020, status UNS resmi berubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2020. Perubahan status ini memberi keleluasaan bagi UNS untuk lebih mandiri dalam pengelolaan akademik, keuangan, dan tata kelola universitas, sekaligus menegaskan posisi UNS sebagai universitas riset yang berdaya saing global.

Universitas Sebelas Maret menyediakan tempat ibadah bagi 5 agama yaitu masjid, pura, viara, gereja, dan kelenteng. Kelima lokasi ibadah tersebut terletak di kompleks yang jaraknya berdekatan dan sering disebut sebagai kampus benteng Pancasila. 

Universitas Sebelas Maret memiliki kampus cabang yang tesebar di berbagai daerah. Salah satu fakultas yang memiliki kampus di berbagai daerah adalah Fakultas Keguruan. Fakultas ini tersebar di kampus utama daerah Kentingan, Kampus Mesen, Pabelan, Kleco, Kebuman dan kampus Ngoresan.

Lambang UNS tidak hanya menjadi identitas visual, melainkan representasi nilai luhur, kebijaksanaan, dan semangat pembangunan bangsa. Sejarah panjang yang mengiringi lahirnya universitas ini membuktikan bahwa pendidikan, budaya, dan keilmuan dapat bersatu dalam satu simbol yang indah dan bermakna.

Universitas Sebelas Maret terus bertransformasi menjadi kampus modern berkelas dunia tanpa kehilangan akar tradisinya. Dari filosofi lambang hingga perjuangan pendirinya, UNS adalah contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan, budaya, dan semangat bangsa dapat berpadu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

YP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.