feb universitas pakuan di desa ciburayut - News | Good News From Indonesia 2026

Saat Teknologi Metaverse Masuk Desa: Aksi Karang Taruna Ciburayut dan FEB UNPAK di Innovillage 2025

Saat Teknologi Metaverse Masuk Desa: Aksi Karang Taruna Ciburayut dan FEB UNPAK di Innovillage 2025
images info

Saat Teknologi Metaverse Masuk Desa: Aksi Karang Taruna Ciburayut dan FEB UNPAK di Innovillage 2025


Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pakuan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui pelaksanaan Innovillage Tahun 2025 dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Dosen.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong. Program tersebut dilaksanakan secara bertahap selama periode Januari hingga Februari 2026, dengan pendekatan terstruktur untuk meningkatkan kapasitas UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi digital.

Rangkaian kegiatan diawali dengan proses pendataan dan pendaftaran UMKM desa yang berlangsung hingga akhir Januari 2026. Tahap ini menjadi fondasi penting dalam memetakan potensi usaha, kebutuhan pengembangan, serta permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM di Desa Ciburayut.

Selain itu, UMKM yang terdata juga dikelompokkan ke dalam kelompok binaan agar proses pendampingan dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan karakteristik masing-masing usaha.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan pelatihan dan sosialisasi program pada 29 Januari 2026 yang bertempat di GOR Desa Ciburayut. Acara ini dihadiri oleh dosen Universitas Pakuan, Kepala dan Sekretaris Desa Ciburayut, Tim Metaverse Innovillage 2025, Ketua UMKM IKM Kecamatan Cigombong, Ketua Karang Taruna Desa Ciburayut, serta para pengusaha UMKM dan IKM se-Kecamatan Cigombong.

Melalui kegiatan pembukaan ini, peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai tujuan, manfaat, serta rangkaian kegiatan yang akan diikuti selama program berlangsung. Antusiasme peserta terlihat tinggi, mencerminkan semangat pelaku UMKM untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Kepala Desa dengan Dosen FEB Universitas Pakuan pada sesi pembukaan pelatihan | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
info gambar

Kepala Desa dengan Dosen FEB Universitas Pakuan pada sesi pembukaan pelatihan | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda


Memasuki bulan Februari 2026, rangkaian pelatihan tematik mulai dilaksanakan secara intensif. Pelatihan Literasi Keuangan Digital menjadi materi awal yang krusial untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam mengelola keuangan usaha secara lebih modern, transparan, dan efisien.

Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan digital marketing yang membekali mereka dengan strategi pemasaran melalui media digital guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk.

Pelatihan berikutnya berfokus pada fotografi produk, pembuatan desain foto katalog, serta pendampingan pendaftaran UMKM ke platform e-commerce. Materi ini dinilai sangat relevan untuk meningkatkan daya tarik visual produk sekaligus mendorong UMKM agar mampu bersaing di pasar online.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai pembuatan legalitas usaha, sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya aspek hukum dalam menjalankan usaha secara berkelanjutan dan profesional.

Sebagai puncak kegiatan, pada 16 Februari 2026 akan dilaksanakan peluncuran Aplikasi Kumara (Kumpulan UMKM Perempuan Berkarya) yang dirangkaikan dengan penutupan seluruh rangkaian pelatihan. Aplikasi Kumara diharapkan menjadi sarana pendukung bagi UMKM Desa Ciburayut khususnya, serta UMKM Kecamatan Cigombong pada umumnya, dalam mengelola, mempromosikan, dan mengembangkan usaha mereka secara digital.

Melalui pelaksanaan Innovillage dan PKM Dosen ini, FEB Universitas Pakuan menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam penguatan ekonomi desa. Program ini diharapkan mampu mencetak UMKM yang lebih mandiri, inovatif, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki daya saing tinggi di era ekonomi digital.

Belgi Alhuda dan UMKM pada saat mendengarkan narasumber pelatihan | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
info gambar

Belgi Alhuda dan UMKM pada saat mendengarkan narasumber pelatihan | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda


Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Ciburayut, Belgi Alhuda, menjelaskan bahwa digitalisasi UMKM merupakan langkah penting untuk mendorong pelaku usaha agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Ia juga menyampaikan bahwa peran Karang Taruna sebagai Mitra pengegrak lokal dan Tim Metaverse Universitas Pakuan sebagai penyedia ilmu dengan dukungan Pemerintah Desa Ciburayut, Ketua UMKM IKM Kecamatan Cigombong dan para UMKM perempuan yang turut antusias mengikuti rangkaian kegiatan memberikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan program Innovillage dan PKM Dosen FEB Universitas Pakuan, serta berharap program serupa dapat terus berkelanjutan.

Masih kata Belgi, menurutnya penguatan UMKM perlu melibatkan kolaborasi berbagai pihak sebagaimana konsep hexahelix, di mana unsur akademisi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, media, dan masyarakat harus bersinergi dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM di tingkat desa dan dirinya memiliki harapan agar seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi ekonomi desa setelah Innovillage 2025 berakhir.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.