museum pustaka lontar karangasem mengenal riwayat naskah kuno lebih dekat di pulau dewata - News | Good News From Indonesia 2026

Museum Pustaka Lontar Karangasem, Mengenal Riwayat Naskah Kuno Lebih Dekat di Pulau Dewata

Museum Pustaka Lontar Karangasem, Mengenal Riwayat Naskah Kuno Lebih Dekat di Pulau Dewata
images info

Museum Pustaka Lontar Karangasem, Mengenal Riwayat Naskah Kuno Lebih Dekat di Pulau Dewata


Kawan jika sedang menjelajahi sisi timur Pulau Dewata pastikan untuk mampir ke Museum Pustaka Lontar yang terletak di Desa Wisata Dukuh Penaban Karangasem.

Museum ini resmi berdiri sejak 14 November 2017 dan menjadi unik karena dibangun sepenuhnya melalui hasil gotong royong masyarakat adat setempat. Tujuannya untuk menyelamatkan dan memperkenalkan koleksi lontar milik warga yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian.

Suasana di area museum ini sangat asri dengan hamparan rumput hijau dan bangunan tradisional yang menyerupai padepokan kuno. Tempat ini berfungsi layaknya sekolah adat di mana nilai-nilai spiritual dan pengetahuan lokal diwariskan kepada generasi muda.

Berkat dedikasi masyarakat dalam merawat warisan ini Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dukuh Penaban berhasil meraih juara pertama di tingkat Provinsi Bali pada tahun 2019.

 

Mengenal Lima Jenis Lontar dan Fungsinya

Di museum ini Kawan akan mengetahui bahwa lontar memiliki klasifikasi yang sangat beragam sesuai kebutuhan hidup manusia.

Salah satu yang paling banyak ditemukan adalah Lontar Usada yang berisi tentang ilmu pengobatan tradisional Bali termasuk resep herbal dan tata cara meracik obat alami. Ada juga Lontar Satua yang berisi dongeng rakyat untuk mendidik moral anak-anak melalui cerita yang sederhana.

Jenis lainnya meliputi Lontar Geguritan yang berupa puisi sastra untuk dinyanyikan serta Lontar Babad yang mencatat sejarah leluhur dan silsilah keluarga secara turun-temurun.

Sementara itu Lontar Kuisesan menyimpan ajaran tentang ilmu bela diri dan pengendalian diri. Seluruh naskah ini dirawat oleh para pendeta atau Jero Mangku agar fisiknya tetap terjaga meskipun usianya sudah sangat tua.

 

Rahasia Ketahanan Rontal Selama Ratusan Tahun

Kawan perlu tahu bahwa media tulis yang digunakan tidak berasal dari daun sembarangan melainkan dari daun pohon enau yang disebut daun ental.

Proses pengolahannya hingga menjadi media tulis siap pakai atau rontal membutuhkan waktu yang sangat lama bahkan hingga mencapai dua tahun. Daun harus direbus dengan bumbu khusus sebagai pengawet alami agar tahan terhadap serangan serangga dan jamur.

Setelah direbus daun melewati tahap penjepitan selama berbulan-bulan agar bentuknya tetap rata dan tidak melengkung. Kesabaran dalam menyiapkan bahan ini menjadi bukti betapa masyarakat Bali sangat menghargai setiap ilmu yang akan ditulis di atasnya.

Hasilnya lembaran rontal ini sangat kuat sehingga sehingga catatan leluhur tetap bisa terbaca dengan jelas meski sudah disimpan selama puluhan hingga ratusan tahun.

 

Praktik Memahat Aksara Bali di Atas Daun

Pengalaman paling berkesan di museum ini adalah belajar menulis aksara Bali secara langsung di atas selembar rontal.

Kawan tidak akan menggunakan pulpen melainkan menggunakan pahat kecil khusus dengan bantalan tangan yang disebut lungka-lungka. Menulis di sini membutuhkan fokus yang tinggi karena goresan harus tegas agar aksara terlihat jelas namun tidak sampai merusak serat daun.

Setelah nama atau kalimat selesai dipahat permukaannya akan diolesi dengan arang kemiri yang sudah dihaluskan. Minyak kemiri hitam ini akan meresap ke dalam celah pahatan sehingga sehingga aksara yang semula samar akan muncul secara kontras dan permanen.

Hasil karya ini menjadi kenang-kenangan yang sangat unik karena proses pembuatannya dilakukan secara tradisional dari awal hingga akhir.

 

Lokasi dan Info Tiket Museum Pustaka Lontar

Museum ini terletak di Desa Wisata Dukuh Penaban Karangasem yang berjarak sekitar dua jam perjalanan dari arah Denpasar.

Jam operasionalnya dimulai dari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA setiap hari. Fasilitas di lokasi sudah cukup memadai meliputi area parkir yang luas, toilet bersih, serta balai pertemuan yang bisa digunakan oleh pengunjung rombongan.

Untuk tiket masuk pengelola tidak mematok tarif resmi melainkan sistem donasi sukarela untuk mendukung perawatan naskah kuno. Namun bagi Kawan yang ingin mencoba praktik menulis di atas rontal ada biaya sekitar Rp30.000 per lembar untuk mengganti biaya produksi bahan rontal yang proses pembuatannya tahunan.

 

Ayo Rasakan Kedalaman Makna Aksara di Museum Pustaka Lontar!

Melihat ribuan naskah yang tersusun rapi dan mencoba memahat aksara di atas rontal akan menjadi cerita perjalanan yang sangat berkesan. Museum Pustaka Lontar menanti Kawan untuk datang dan menyentuh langsung lembaran-lembaran sejarah yang dirawat dengan penuh cinta oleh masyarakat Karangasem.

Jadi, kapan Kawan mau berkunjung ke Museum Pustaka Lontar ini?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.