Jason Gunawan adalah pebulu tangkis Hong Kong yang punya darah Indonesia. Ia juga mulai mengenal bulu tangkis di Jakarta.
Dari namanya saja, tidak sulit menerka bahwa Jason Gunawan adalah keturunan Indonesia. Bahkan, bukan tidak mungkin pula ada yang mengira ia memang orang Indonesia. Sebagai pebulu tangkis, Jason bermain bagi Hong Kong dan ia tercatat sudah berpengalaman tampil membela negara yang berstatus Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region) dari China itu di berbagai turnamen internasional.
Tak perlu heran pula ada orang dengan asal-usul dari Indonesia yang menjadi pebulu tangkis untuk membela negara lain seperti Jason. Indonesia memang dikenal sebagai gudangnya atlet bulu tangkis berkelas dunia dan sebagian dari mereka menjadi diaspora di berbagai negara.
Mengenal Jason Gunawan, Berprestasi sejak Belia
Jason Gunawan lahir di Hong Kong pada 18 Juni 2004. Keluarganya punya latar belakang keturunan Tionghoa dan sangat akrab dengan dunia bulu tangkis. Dari keluarga pula, Jason mulai mengenal bulu tangkis. Dulu, ayahnya adalah pemain yang membela tim Provinsi DKI Jakarta.
Pada usia 4 tahun, Jason mulai berlatih bulu tangkis. Di usia yang sangat dini pula ia sudah punya tekad besar untuk mengabdikan dirinya di dunia bulu tangkis. Tak tanggung-tanggung, ia punya impian untuk menjadi juara Olimpiade.
Tekad itu muncul ketika Jason menonton pertandingan Olimpiade Beijing 2008. Kala itu, dua pebulu tangkis top, Lin Dan dan Lee Chong Wei, bertarung dalam laga final nomor tunggal putra. Jason menyaksikan sendiri bagaimana atlet asal China dan Malaysia tersebut bermain begitu sengit hingga kemudian Lin Dan berhasil keluar sebagai pemenang yang menggondol medali emas. Momen itu membuat Jason juga ingin menjadi juara Olimpiade.
"Saat saya menonton Lin Dan melawan Lee Chong Wei di final Olimpiade Beijing 2008 yang menegangkan, saya mengatakan kepada diri sendiri bahwa suatu hari nanti saya akan jadi juara Olimpiade seperti Lin," ujar Jason.

Tak sekadar bermimpi, Jason tekun berlatih. Tak hanya itu, ia juga tidak ketinggalan ikut serta dalam turnamen-turnamen lokal. Pada 2020, Jason pernah berpartisipasi dalam turnamen Jing Ying yang mempertemukan para atlet dari berbagai sekolah di Hong Kong. Jason yang saat itu bersekolah di Diocesan Boys' School berhasil menjadi juara.
Tak heran apabila Jason bisa menjadi pebulu tangkis muda terbaik di Hong Kong saat remaja. Ia rutin berlatih di Hong Kong Sports Institute selama 30 jam setiap pekannya. Belum lagi latihan bersama sang ayah. Saat Jason bertanding, sang ayah tidak ketinggalan ikut mendukung. Bahkan, ayahnya yang kerap memantau permainan lawan untuk mengintip keunggulan dan kelemahannya, lalu hasil pantauan itu dijadikan pertimbangan untuk mengatur taktik yang bakal diterapkan Jason di lapangan.
"Adanya ayah bersama dalam kompetisi membuat saya merasa lebih tenang saat bermain, karena saya tahu dia akan selalu ada di belakang saya," katanya.
Semakin beranjak dewasa, semakin tampak pula talenta Jason. Pada 2020, ia juga mampu menjuarai Kejuaraan Nasional di usia 16 tahun.
Jason Gunawan "Diisengi" Alwi Farhan & Main di Istora Senayan
Kini di usianya yang menginjak 21 tahun, Jason sudah dipercaya mewakili Hong Kong di ajang internasional. Saat berlaga, ada dua momen yang bisa dibilang menarik, yakni saat ia diisengi oleh Alwi Farhan dan bermain di Istora Senayan.
Momen pertama terjadi saat Jason dan Alwi saling berhadapan dalam babak 32 besar Hong Kong Open 2025 di Hong Kong Coliseum, Rabu (10/9/2025). Saat itu, Jason kalah 15-21, 20-22. Nah, pada akhir laga Alwi sempat melakukan aksi kontroversial dengan menaruh jari di mulut seperti meminta Jason untuk diam. Alwi pun mendapat teguran dari umpire dan dimintai penjelasan mengapa ia melakukan hal tersebut.
Untungnya, Jason tidak marah dan Alwi juga langsung meminta maaf. Keduanya pun bersalaman sebelum meninggalkan lapangan.
Beranjak ke Januari 2026, Jason berkesempatan bermain di Indonesia Masters 2026. Jason mengaku itu menjadi kali kedua ia mentas di Istora. Baginya, main di Istora adalah hal spesial. Jason bahkan merasa Jakarta tidak ubahnya rumah kedua setelah Hong Kong.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


