mengenal anton tifaona putra ntt - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Anton Tifaona, Putra NTT yang Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

Mengenal Anton Tifaona, Putra NTT yang Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional
images info

Mengenal Anton Tifaona, Putra NTT yang Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional


NTT atau Nusa Tenggara Timur memiliki segudang potensi yang perlu diperhatikan, entah itu karena alamnya, kebudayaannya, atau sumber daya manusianya.

Pada kali ini, kita akan belajar mengenal sosok yang dielu-elukan oleh masyarakat NTT, yaitu Anton Tifaona. Siapakah dia?

Memiliki nama lengkap Antonius Stefanus Enga Tifaona, beliau merupakan pria kelahiran Desa Imulolong, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT.

Anton Tifaona dikenal sebagai anak petani dari pasangan Thomas Nuba Tifaona (Alm.) dan Rosa Somi (Alm.), yang dilahirkan pada 21 Agustus 1934.

Ia adalah anak keempat sekaligus putra bungsu. Semasa kecilnya, Anton Tifaona lebih dikenal dengan sapaan “Toni Enga”.

baca juga

Riwayat Pendidikan dan Kiprahnya di Satuan Kepolisian

Anton Tifaona mengawali pendidikannya di Sekolah Rakyat (SR) di Lamalera, Lembata. Ia kemudian lanjut ke Standard School di Larantuka dan menamatkan pendidikan menengahnya di SMP Seminari, Todabelu Mataloko. Semasa remaja, Anton menamatkan sekolah lanjutan di SMA Syuradikara, Ende.

Memasuki masa dewasa, Anton menempuh studi pada Sekolah Agen Polisi Negara (SPN) di Sukabumi, Jawa Barat sekitar tahun 1959 serta mengikuti pendidikan lanjutan seperti Manajemen Hankam dan Senior Officer Course.

Pada tahun 1963, Anton yang telah menyelesaikan pendidikannya sebagai Sarjana Muda Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta kemudian ditugaskan di Polda NTT.

Menjalankan status mahasiswa PTIK Wajib Praktik, Anton diembankan sebagai Komandan Resort Kepolisian (DANRES) Ngada, NTT pada Juni 1963 hingga Mei 1965.

Sejak 1967, Anton telah dipercayakan pada sejumlah jabatan strategis, dimulai dengan menjadi Sekretaris Pribadi PANGANDAK (Panglima antar Daerah Kepolisian) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Selanjutnya, diketahui beliau juga pernah belajar di Sesko ABRI Bagian Udara tahun 1974, lalu bertugas sebagai Kepala Staf Komando Rayon Perairan dan Udara (POL AIRUD) serta Komandan Polisi AIRUD Wilayah II di Kalimantan sekitar tahun 1968 hingga 1976, dan Komandan antar Resort (DANTARRES) Khusus di Timor Timur pada 1977 hingga 1978.

Pada 1979, Anton diangkat sebagai PABAN VI Asisten Operasi Kapolri hingga 1983, termasuk merangkap jabatan sebagai Asisten Operasi Sapu Jagat di Jakarta pada tahun 1981.

Anton kemudian menjadi Asisten Operasi Polda Jawa Timur (1983-1985), IRPOLDA Jawa Timur (awal 1985 selama tiga bulan), Kapolda Maluku (1985-1986), Kapolda Sulawesi Utara-Sulawesi Tengah (1986-1988) dan Wakapolda Jawa Barat (1988-1989).

Setelah purnabakti pada 1 September 1989, Anton masih dipercaya untuk masuk dalam Dewan Hankamnas, Bangdep Pengembangan, Bidang Sosial dan Budaya (1990-1996) dan Deputi Manggala-BP7 (1993).

baca juga

Beliau juga bertugas sebagai Komisaris Utama perusahaan Yayasan Bharata Bakti Polri, Yayasan Kejuangan Jenderal Sudirman, dan Ketua Bidang Administrasi Personil Badan Penyelenggara (BP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” (1996-2000).

Apresiasi kepada Putra NTT atas Kontribusi yang Diberikan

Selama bertugas di kepolisian, Anton Tifaona telah memberikan kontribusi yang signifikan kepada negara. Melansir KatongNTT.com, sosok Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi purnawirawan Anton Enga Tifaona mencetuskan beberapa konsep yang tetap digunakan hingga saat ini.

Sebagai contoh, tentang pemakaian helm di Indonesia yang bermula dari Jawa Timur tahun 1984, penertiban jalur Puncak Bogor dengan sistem buka-tutup kendaraan, serta penggagas konsep Pengadilan Terapung di Maluku tahun 1985 dan Latihan Bersama antara Polis Diraja Malaysia (PDRM) dan Polisi Republik Indonesia.

Mengenai sisi keteladanannya, Yosep Adi Prasetyo, mantan Ketua Dewan Pers dan Wakil Ketua Komnas HAM menyebut bahwa Anton Tifaona dinilai bertanggung jawab untuk mengajar adik kelasnya. Bahkan, kabarnya beliau juga fasih berbahasa Inggris, Latin, dan Italia.

Senada dengan pernyataan ini, Penjabat (Pj) Gubernur NTT, Ayodhia Kalake turut mengapresiasi atas segala upaya konstruktif yang dilakukan oleh Anton Tifaona sebagai Putra NTT yang banyak berkarier diluar tanah kelahirannya.

“Sejarah panjang dalam rekam jejak pengabdiannya sebagai seorang Abdi Negara telah memberikan inspirasi dalam menegakkan hukum dan ketertiban masyarakat. Berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan sebagai seorang pengayom masyarakat dalam bentuk konsepsi yang dicetuskannya masih diterapkan sampai saat ini di institusi Polri karena berdampak pada pengembangan kepribadian anggota Polri serta keamanan dan ketertiban masyarakat,” terang Kalake dalam Seminar Nasional Pengusungan Brigjen. Pol. (Purn) Drs. Antonius Stefanus Enga Tifaona, sebagai Pahlawan Nasional dengan Tema “Matahari Dari Timur untuk Indonesia” dengan Topik “Sumbangan dan Warisan Anton Enga Tifaona pada Polri”, dikutip dari KORANTIMOR.COM (29/1/2024).

Atas dedikasi dan ketulusan sebagai abdi negara, Anton Tifaona telah dibuatkan patung simbolis di daerah Simpang Lima Wangatoa, Lewoleba, Kabupaten Lembata pada Jumat (27/1/2023) yang diresmikan oleh Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Jublia Nomleni, diinformasikan dari VictoryNews.

baca juga

Keluarga dan Akhir Hayat

Anton Tifaona diketahui memiliki istri bernama Veronika Wilhelmin Nyo. Dari pernikahannya tersebut, Anton dikaruniai sembilan anak. Adapun anak keempatnya, Denny, mengikuti jejak ayahnya sebagai Brigadir Jenderal Polisi. Anton Tifaona meninggal dunia pada 15 Oktober 2017 di Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta Pusat.

Itulah profil singkat mengenai Anton Tifaona, Putra NTT yang menginspirasi banyak orang. Kiranya, Kawan GNFI dapat meniru semangat dan motivasi beliau semasa hidupnya, bahwa janganlah menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

PR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.