Kisah Laengu ditanduk kerbau adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari Wawonii, Sulawesi Tenggara. Legenda ini berkisah tentang seorang anak laki-laki yang memiliki wawasan minim terhadap lingkungan sekitarnya.
Namun semua berubah ketika dirinya mulai berpetualang untuk melihat lingkungan sekitarnya. Kali ini Laengu pergi ke dalam hutan untuk mencari hal yang bisa dia dapatkan dan dibawa pulang.
Akan tetapi, Laengu malah bertemu dua ekor kerbau yang saling bertarung antara satu sama lain. Bagaimana kisah Laengu hingga bisa ditanduk kerbau dalam cerita rakyat Wawonii, Sulawesi Tenggara tersebut?
Kisah Laengu Ditanduk Kerbau, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara
Dikutip dari buku Cerita Rakyat Wawonii (Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia), dikisahkan ada seorang anak yang bernama Laengu. Dirinya tidak terbiasa disuruh bekerja oleh kedua orang tuanya sejak kecil.
Hal ini membuat wawasan umum yang dia miliki terkait lingkungan sekitarnya sangat minim. Namun hal ini mulai berubah semenjak dia mulai berpetualang di hutan sekitar rumahnya.
Meskipun selalu gagal dalam perjalanannya, Laengu selalu mendapatkan pelajaran berharga dari sana. Sang ayah juga dengan sabar mengajarkan berbagai hal pada Laengu terkait pengalaman baru yang dia alami.
Suatu hari, Laengu berniat untuk kembali berpetualang ke dalam hutan. Dia mempersiapkan keranjang dan membawa lima biji ketupat sebagai bekal perjalanan.
Laengu bertekad bisa membawa hasil ketika pulang dari hutan nantinya. Setidaknya dia bisa membawa bahan makanan untuk dinikmati bersama ketika kembali pulang dari hutan nantinya.
Selain itu, Laengu juga berpegang pada pesan sang ayah. Dia bertekad untuk tidak membunuh makhluk hidup yang ditemui di hutan nantinya, kecuali dalam keadaan terpaksa.
Akhirnya berangkatlah Laengu ke dalam hutan. Belum lama dia berjalan, tiba-tiba Laengu mendengarkan suara seperti dua batu besar yang saling beradu.
Laengu berusaha mencari asal usul suara tersebut. Dirinya mengikuti asal suara tersebut dengan seksama.
Tiba-tiba Laengu sampai di sebuah padang yang ada di dalam hutan. Di sana dia melihat dua ekor kerbau saling berkelahi antara satu sama lain.
Ternyata suara tersebut berasal dari kedua tanduk kerbau yang saling beradu. Laengu yang melihat hal ini langsung teringat pesan sang ayah dan tidak ingin kedua kerbau tersebut saling membunuh antara satu sama lain.
Laengu kemudian mencari cara untuk melerai kedua kerbau tersebut. Dia berusaha mengusir kedua kerbau tersebut.
Namun kedua kerbau ini terlanjur sudah terlihat emosi. Tanpa sadar, Laengu sudah berjalan di tengah padang tempat kedua kerbau ini akan beradu.
Benar saja, tidak lama kemudian kedua kerbau ini berlari kencang ke tengah padang. Laengu yang tidak bisa bergerak akhirnya ditanduk oleh kedua kerbau tersebut secara bersamaan.
Laengu langsung terpental dan pingsan seketika. Tanpa sadar kotoran keluar dari celananya akibat terkena hantaman yang begitu keras.
Bau dari kotoran ini ternyata memengaruhi kedua kerbau tersebut. Mereka akhirnya pergi berpisah dan tidak jadi melanjutkan pertarungan.
Di sisi lain, Laengu hanya tergeletak begitu saja di tengah lapangan. Dirinya tidak sadar dalam kurun waktu yang lama.
Begitu malam tiba, Laengu masih saja pingsan di sana. Sang ayah yang ada di rumah merasa khawatir dengan kondisi anaknya tersebut.
Sang ayah kemudian masuk ke dalam hutan untuk mencari Laengu. Alangkah terkejutnya sang ayah melihat Laengu tergeletak di tengah lapang.
Untungnya Laengu berhasil selamat dari jurang kematian. Hanya saja dia menderita sakit keras yang lama akibat insiden tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


