tim 17 kknt undip analisis potensi komoditas unggulan desa kalisidi - News | Good News From Indonesia 2026

Tim 17 KKNT UNDIP Analisis Potensi Komoditas Unggulan Desa Kalisidi

Tim 17 KKNT UNDIP Analisis Potensi Komoditas Unggulan Desa Kalisidi
images info

Tim 17 KKNT UNDIP Analisis Potensi Komoditas Unggulan Desa Kalisidi


Salah satu upaya dalam mendukung perkembangan ekonomi desa ada;ah melalui optimalisasi potensi dan komoditas unggulan berbasis sumber daya lokal.

Komoditas unggulan tersebut mampu memberikan manfaat dalam pengoptimalan sumber daya yang ada. Dengan begitu, harapannya mampu memberikan suatu pengetahuan tentang pengembangan komoditas unggulan yang ada di masyarakat pedesaan.

Desa Kalisidi memiliki beragam jenis komoditas pertanian dan peternakan. Namun, hingga kini, komoditas unggulan di wilayah tersebut belum terpetakan secara sistematis.

Menjawab kebutuhan tersebut, Tim 17 KKNT Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan analisis potensi komoditas unggulan Desa Kalisidi dengan menggunakan metode Location Quotient (LQ) dan Shift-Share, yang dilengkapi dengan verifikasi melalui observasi langsung di lapangan.

baca juga

Hasil analisis Location Quotient (LQ) terhadap Kecamatan Ungaran Barat pada periode 2021—2025 menunjukkan bahwa sektor pertanian dan peternakan di Desa Kalisidi tergolong sebagai sektor basis dengan nilai LQ ≥ 1.

Sejumlah komoditas seperti kacang tanah, kelapa, kopi, dan cengkeh, serta komoditas peternakan meliputi sapi, kambing, domba, kerbau, serta mentok, teridentifikasi memiliki keunggulan komparatif.

Produksi komoditas tersebut dinilai telah melampaui kebutuhan internal desa, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai penggerak ekonomi melalui perluasan pasar ke luar wilayah Desa Kalisidi.

Sementara itu, hasil analisis Shift-Share pada periode yang sama menunjukkan dinamika pertumbuhan yang berbeda antarkomoditas.

Beberapa komoditas pertanian, seperti padi, kacang tanah, mangga, durian, dan pisang, mencatat nilai pergeseran bersih (PB) positif dan dikategorikan sebagai komoditas progresif karena pertumbuhannya relatif lebih baik dibandingkan wilayah pembanding.

Sebaliknya, komoditas manggis, kelapa, kopi, dan cengkeh, serta seluruh sub sektor peternakan, menunjukkan nilai PB negatif yang mengindikasikan pertumbuhan yang cenderung tertinggal.

Dari hasil analisis tipologi Klassen pada periode 2021—2025, komoditas di Desa Kalisidi didominasi oleh kategori sektor basis mundur dan sektor non-basis progresif.

Kacang tanah menjadi satu-satunya komoditas yang tergolong sektor basis progresif, sehingga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan desa.

Sementara itu, padi, mangga, durian, dan pisang termasuk dalam kelompok non-basis progresif yang masih memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

Di sisi lain, komoditas kelapa, kopi, cengkeh, serta sebagian besar komoditas peternakan masih tergolong sektor yang mengalami kemunduran dalam pertumbuhan.

Berdasarkan analisis gabungan Location Quotient (LQ) dan Shift Share, kacang tanah diarahkan pada peningkatan produktivitas dan nilai tambah melalui teknologi budidaya, perbaikan kualitas benih, penguatan kelembagaan petani, serta pengembangan produk olahan dan pemasaran.

Selain itu, komoditas potensial seperti padi, mangga, durian, dan pisang menunjukkan kinerja pertumbuhan yang baik meskipun belum menjadi sektor basis, sehingga berpeluang dikembangkan di masa mendatang.

baca juga

Sementara itu, kelapa, kopi, dan cengkeh tergolong basis stagnan yang memerlukan revitalisasi. Adapun komoditas tertinggal seperti manggis, ayam broiler, dan itik berkontribusi terhadap ekonomi rendah sehingga pengembangannya perlu dilakukan secara selektif dan berbasis kondisi aktual lapangan.

Berdasarkan hasil pemetaan dan pengolahan data, komoditas pertanian yang saat ini dibudidayakan masyarakat Desa Kalisidi meliputi padi, kacang tanah, kopi, durian, cengkeh, dan alpukat.

Padi menjadi yang dominan berdasarkan luasan lahan, seiring dengan karakteristik lahan sawah tadah hujan dan kondisi iklim setempat. Selain padi, komoditas kacang tanah juga menunjukkan luasan yang relatif besar.

Masyarakat umumnya memprioritaskan penanaman padi pada musim hujan, sementara kacang tanah ditanam setelah musim hujan berakhir.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.