Kawan merencanakan perjalanan ke arah Banyumas? Pastikan untuk mengunjungi Desa Wisata Melung yang baru saja menyabet predikat Juara 1 Desa Wisata Nusantara 2025.
Terletak di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas desa ini berada tepat di lereng Gunung Slamet sehingga sehingga menawarkan udara yang sangat sejuk dan bebas polusi. Keberhasilan desa ini di tingkat nasional bukan tanpa alasan karena tata kelola wisatanya yang berbasis masyarakat terbukti sangat berkelanjutan.
Daya tarik yang paling ikonik dari desa ini adalah Wisata Pagubugan sebuah kawasan yang menyajikan pemandangan sawah bertingkat lengkap dengan gubuk-gubuk kecil yang estetik. Di sini pengunjung tidak hanya bisa melihat hamparan hijau tetapi juga dapat berenang di kolam dengan air yang sangat jernih karena berasal langsung dari mata air alami pegunungan.
Hamparan kabut tipis di pagi hari serta suhu udara yang dingin menjadikan pengalaman berkunjung ke Melung terasa sangat otentik sebagai desa di kaki salah satu gunung berapi terbesar di Pulau Jawa.
Di Balik Nama Melung dan Jejak Kolonial Belanda
Nama Desa Melung memiliki asal-usul yang cukup menarik dan berkaitan erat dengan legenda lokal. Konon dahulu para prajurit R. Kamandaka yang sedang dalam perjalanan mendengar suara ayam berkoko dengan bunyi yang sangat keras dan memanjang dari kejauhan
Suara yang terdengar seperti "melung-melung" tersebut kemudian dijadikan penanda wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Melung. Pendiri desa ini diyakini adalah seorang tokoh bernama Syech R. Abdulrahman atau Kyai Melung.
Pada masa pemerintahan Belanda wilayah ini dikenal sebagai kawasan perkebunan kopi yang sangat luas bahkan kualitas kopinya tersohor hingga ke Eropa. Potensi sumber daya alam yang melimpah juga mendorong Belanda untuk membangun PLTA Ketenger di wilayah ini pada tahun 1928 yang hingga kini masih berfungsi dan menjadi bagian dari sejarah kemajuan desa.
Sejarah yang kaya ini memberikan dimensi tambahan bagi para wisatawan yang datang sehingga sehingga perjalanan bukan sekadar melihat alam tetapi juga memahami jejak masa lalu yang membentuk karakter desa.
Desa Modern di Tengah Alam Pegunungan
Meskipun letaknya berada di dataran tinggi yang terpencil Desa Melung membuktikan bahwa teknologi bukan penghalang untuk maju.
Desa ini dijuluki sebagai Desa Internet karena keberhasilannya dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung aktivitas warganya. Jaringan internet telah menjangkau berbagai titik desa dan digunakan sebagai sarana literasi serta promosi wisata yang efektif.
Pemanfaatan teknologi ini pula yang membawa Melung meraih prestasi sebagai Desa Wisata Berprestasi tingkat Jawa Tengah pada tahun 2023 sebelum akhirnya menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Integrasi antara kearifan lokal dengan kemajuan digital menjadikan manajemen desa sangat transparan dan informatif melalui sistem informasi desa yang dikelola secara mandiri.
Julukan "melek teknologi" ini menjadi bukti bahwa masyarakat lereng Gunung Slamet ini memiliki visi yang jauh ke depan. Wisatawan yang berkunjung pun tidak perlu khawatir kehilangan koneksi karena fasilitas infrastruktur digital di sini sudah sangat mumpuni untuk mendukung kebutuhan komunikasi para pelancong.
Ragam Budaya dan Kuliner Khas Lereng Slamet
Kekayaan Desa Melung tidak berhenti pada alam dan teknologi saja namun juga terpancar dari budaya masyarakatnya yang masih sangat terjaga.
Sifat gotong royong atau tradisi sambatan dalam membangun rumah masih dipelihara dengan baik oleh warga. Selain itu kesenian tradisional seperti Kuda Lumping dan Hadroh sering dipentaskan dalam acara-acara perayaan desa seperti Ruwat Bumi dan Nyadran.
Bagi pencinta kuliner Desa Melung menyajikan berbagai makanan khas Banyumasan yang menggugah selera. Kawan dapat mencicipi mendoan hangat, cantir, combro, hingga hidangan tradisional seperti nasi intil, getuk, dan pindang klewek. Suasana makan di tengah sawah Pagubugan dengan hidangan lokal ini tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Selain itu desa ini juga mengembangkan produksi sayur organik yang berkualitas karena tanahnya yang sangat subur. Kedekatannya dengan kawasan wisata Baturraden dan Curug Gede membuat Desa Melung sebagai pelengkap destinasi wisata agrowisata yang sangat potensial di Kabupaten Banyumas.
Aksesibilitas dan Tips Berkunjung Desa Wisata Melung
Desa Melung berjarak sekitar 18 km dari pusat kota Purwokerto dan dapat ditempuh dengan perjalanan darat yang menyenangkan melalui rute menanjak khas pegunungan. Prasarana jalan sudah cukup baik dan saat ini telah tersedia angkutan pedesaan yang memudahkan transportasi hasil bumi maupun mobilitas wisatawan.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah di pagi hari saat udara masih sangat segar dan pemandangan Gunung Slamet terlihat jelas tanpa tertutup awan tebal. Pastikan Kawan membawa pakaian hangat karena suhu udara di sini rata-rata berkisar antara 21°C hingga 30°C dan bisa menjadi lebih dingin saat sore menjelang.
Ayo Rasakan Pengalaman di Desa Wisata Melung
Melihat langsung perpaduan antara sawah bertingkat, air gunung yang segar, dan masyarakat yang ramah di Desa Melung akan memberikan inspirasi baru tentang arti sebuah kemajuan desa. Tempat ini menanti Kawan untuk datang dan membuktikan sendiri mengapa Melung layak menjadi juara pertama di Nusantara.
Jadi kapan Kawan akan merencanakan perjalanan menuju kaki Gunung Slamet untuk mengunjungi Desa Melung ini?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


