Kawan GNFI, siapa yang tak kenal dengan film animasi Moana? Salah satu yang identik dari tayangan ini adalah background ikoniknya yang bertema alam bukit dan pantai di pulau fiksi Te Fiti.
Lalu, pernahkah Kawan bertanya-tanya di mana lokasi Pulau fiksi Te Fiti tersebut? Kawan GNFI, ternyata di Indonesia juga punya loh gambaran Te Fiti di dunia nyata, tepatnya di Pulau Mules atau Nuca Molas, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Ingin tahu bagaimana keindahan Nuca Molas atau Pulau Mules dan hal apa saja yang menarik di tempat ini? Simak selengkapnya, ya, Kawan GNFI untuk #MakinTahuNTT.
Awal Mula Penamaan Pulau Nuca Molas
Sebagai salah satu Pulau hidden gems di lepas pantai selatan Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, Pulau Nuca Molas bak surga akan keindahan alam dari wilayah Timur Indonesia.
Awal mula penamaan pulau cantik ini bukan tanpa alasan, di mana dari bahasa lokalnya saja kata Nuca merujuk pada ‘pulau’ dan Molas berarti ‘cantik’ atau ‘gadis jelita’.
Hal ini juga berkaitan dengan adanya bukit di wilayah pesisir Satarmese, Manggarai, NTT dengan siluet pulaunya menyerupai tubuh seorang perempuan yang sedang berbaring di atas permukaan laut persis digambarkan dalam film Moana.
Masyarakat lokal pun menyebut bahwa pulau ini menjadi salah satu perwujudan fisik dari kecantikan alam yang dianugerahkan Tuhan untuk menjaga daratan Flores dari hantaman gelombang besar Laut Sawu.
Apabila dilihat dari jauh, Pulau Mules atau Nuca Molas ini memang sangat identik dengan bukit yang menjulang tinggi dan nampak seperti puncak purba. Area tersebut dikelilingi oleh padang savana luas, terbuka, yang menjadi tempat kehidupan untuk berbagai flora dan fauna di wilayahnya.
Diikuti pula dengan kawanan rusa, sapi, dan kambing yang merumput, menjadikan Nuca Molas tak hanya cantik secara visual, tetapi kaya pula akan ekologi yang istimewa.
Terdapat legenda yang menyebutkan bahwa rusa putih atau Tagih Bakok yang mendiami Nuca Molas dipercaya membawa pesan mistis dan hanya muncul di waktu tertentu.
Hal ini pula menggambarkan bahwa Nuca Molas tak hanya sebagai pulau biasa, tapi kaya akan makna spiritual yang melegenda.
Tak heran dengan karakteristik geografisnya yang khas menjadikan pesona Nuca Molas ini kian dilirik sebagai pariwisata dan penamaannya sebagai ‘Pulau Cantik’ memang benar-benar tergambarkan disini.
Jejak penamaannya pun tak terlepas dari kehidupan masyarakat yang bermula dari kemandiriannya dalam mengelola hasil laut, tetapi juga memanfaatkan pulau subur ini untuk lahan peternakan.
Memiliki kampung utama bernama Konggang Labuan Ntaur dan Peji yang dihuni oleh suku Bima Manggarai dan Ende dengan hidup berdampingan, di sini keberagaman pun muncul dalam kesehariannya.
Nuca Molas terasa sederhana antara harmoni akan adat istiadat yang masih tetap dijaga dan dijunjung tinggi sebagai identitas akan keramah-tamahan di NTT.
Potensi Wisata Laut Pulau Mules (Nuca Molas) NTT
Selain itu, bagi pecinta dunia bawah laut, di Nuca Molas disuguhi pula keindahannya dari gugusan koral dan anemon dengan ikan warna-warninya.
Apalagi saat air surut, hewan kecil laut seperti bulu babi, siput laut, dan bintang laut dapat dijumpai disini bersembunyi di antara bebatuan.
Yang paling beruntungnya lagi, di Nuca Molas juga sering hadir lumba-lumba dan penyu yang menghampiri perahu saat di perjalanan.
Bahkan Nuca Molas juga sering menjadi tempat pendaratan penyu untuk bertelur yang semakin menambah kesan eksotis dan alami.
Lanskap alam yang menawan mulai dari perbukitan purba, pantai putih bersih, dan laut biru yang jernih dengan hembusan angin yang sejuk semakin menambah suasana tenang yang memanjakan mata.
Sunset dari puncak bukit pun tak kalah kerennya hingga memberi pandangan luas dan magical kearah Laut Sawu yang tenang.
Nuca Molas atau Pulau Mules menjadi bukti akan ‘Pulau Cantik’ yang benar-benar menawan dari harmoni alam dan manusia yang berdampingan dari suatu tempat tersembunyi di Timur Indonesia.
Tertarik untuk menyambanginya Kawan GNFI?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


