Nama Herman Johannes mungkin belum sepopuler pahlawan lain dalam buku sejarah, tetapi kisah hidupnya menyimpan makna mendalam tentang perjuangan, kecerdasan, dan pengabdian tanpa pamrih.
Ia bukan hanya seorang ilmuwan, tetapi juga patriot yang berjuang dengan kecerdasan dan ilmu pengetahuan. Sosoknya dikenal sebagai insinyur jenius asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui jalur sains dan teknologi.
Dikutip dari laman ruangguru.com beliau dikenal dengan panggilan akrab “Pak Jo”, Herman Johannes menjadi teladan bagi generasi muda yang ingin memadukan ilmu dan pengabdian.
Dalam kehidupannya, ia membuktikan bahwa semangat juang tidak selalu diwujudkan lewat senjata, tetapi juga lewat kecerdasan dan karya yang berdampak bagi bangsa.
Masa Kecil dan Awal Pendidikan di Tanah Rote
Herman Johannes lahir pada 28 Mei 1912 di Desa Keka, Pulau Rote, NTT. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang sangat menghargai pendidikan. Ayahnya bekerja sebagai guru desa, dan lingkungan itu menumbuhkan kecintaannya pada ilmu pengetahuan sejak kecil. Sejak usia muda, kecerdasannya sudah tampak menonjol. Ia gemar membaca dan memiliki kemampuan bahasa yang luar biasa — mulai dari bahasa Rote, Belanda, hingga Indonesia.
Dikutip dari laman Tirto.id, langkah pendidikannya dimulai di Sekolah Melayu di Rote pada tahun 1921. Setelah itu, ia melanjutkan ke Europesche Lagere School (ELS)di Kupang, kemudian ke MULO Makassar, dan akhirnya ke AMS Batavia. Pendidikan tinggi ia tempuh di Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS Bandung) pada tahun 1934, yang kini dikenal sebagai ITB.
Selama kuliah, ia dikenal sebagai mahasiswa cerdas dan kritis, meski situasi politik dan penjajahan sempat menghambat pendidikannya.
Peran dalam Masa Perjuangan Kemerdekaan
Herman Johannes bukan tipe ilmuwan yang hanya sibuk di laboratorium. Ketika bangsa Indonesia tengah berjuang mempertahankan kemerdekaan, ia turun langsung membantu dengan caranya sendiri — melalui sains. Pada 1946, ia menerima tugas membangun laboratorium persenjataan di Yogyakarta. Di tempat itulah, ia bersama timnya menciptakan bom asap, granat tangan, dan bahan peledak sederhana untuk digunakan para pejuang dalam perang gerilya melawan Belanda.
Salah satu momen bersejarah adalah ketika ia memimpin aksi penghancuran jembatan kereta api Sungai Progo pada Desember 1948. Langkah itu dilakukan untuk menghambat laju pasukan Belanda menuju Yogyakarta. Keberaniannya menunjukkan bahwa seorang ilmuwan pun mampu berperan strategis di medan perjuangan.
Selain itu, Herman Johannes juga terlibat dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 yang menjadi titik penting dalam mempertahankan eksistensi Republik Indonesia. Semua kontribusi tersebut membuktikan bahwa kecerdasan dapat menjadi senjata ampuh dalam perang kemerdekaan.
Kembali ke Dunia Akademik dan Pemerintahan
Setelah masa perjuangan berakhir, Herman Johannes kembali ke jalur pendidikan yang menjadi passion utamanya. Beliau menjadi salah satu perintis berdirinya Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta — universitas yang kini menjadi kebanggaan bangsa. Di kampus tersebut, ia sempat menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik dan kemudian Rektor UGM periode 1961–1966.
Tidak berhenti di dunia akademik, ia juga dipercaya menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga dalam kabinet Mohammad Natsir pada 1950–1951. Selanjutnya, ia berperan di tingkat internasional sebagai anggota Executive Board UNESCO dan di tingkat nasional sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) Republik Indonesia.
Atas dedikasinya dalam ilmu pengetahuan dan perjuangan bangsa, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Herman Johannes pada tahun 2009. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kontribusinya di berbagai bidang — akademik, teknologi, dan kemerdekaan.
Nama Herman Johannes kini diabadikan di berbagai tempat, mulai dari nama jalan, taman hutan raya di NTT hingga penghargaan riset di UGM. Wajahnya juga tercetak di uang logam Rp100 keluaran tahun 2016 sebagai simbol abadi dari jasa dan dedikasinya untuk bangsa.
Nilai-Nilai Kehidupan dari Seorang Herman Johannes
Kehidupan Herman Johannes menyimpan banyak pesan berharga bagi generasi masa kini. Beberapa hal yang dapat dijadikan teladan antara lain:
- Pendidikan adalah kunci utama. Berasal dari keluarga sederhana tidak menjadi penghalang untuk menuntut ilmu setinggi mungkin.
- Ilmu harus bermanfaat bagi sesama. Bagi Herman Johannes, sains tidak berhenti di teori, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat.
- Integritas dan tanggung jawab. Dalam setiap jabatan yang diemban, ia menunjukkan komitmen tinggi terhadap kemajuan bangsa.
- Kesederhanaan dan ketulusan. Meski memiliki banyak jabatan penting, kehidupannya tetap sederhana, mencerminkan kepribadian yang rendah hati.
Kisah hidup Herman Johannes bukan sekadar catatan sejarah, melainkan inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia membuktikan bahwa pahlawan tidak selalu harus mengangkat senjata, tetapi juga bisa berjuang lewat kecerdasan, ilmu, dan pengabdian tanpa pamrih.
Dari laboratorium sederhana di Yogyakarta hingga kancah dunia, kiprah Herman Johannes menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi alat perjuangan dan perubahan sosial. Sosoknya mengingatkan bahwa kecerdasan sejati adalah ketika ilmu digunakan untuk membangun bangsa, menolong sesama, dan menjaga nilai kemanusiaan.
Warisan pemikiran dan semangatnya tetap hidup hingga kini, menjadi inspirasi bagi siapa pun yang percaya bahwa dari kesederhanaan dapat lahir kebesaran, dan dari ilmu dapat tumbuh perjuangan untuk kemajuan Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


