Kawan jika sedang menyusuri wilayah selatan Kota Yogyakarta jangan lewatkan untuk singgah di Desa Wisata Kasongan yang terletak di Kabupaten Bantul.
Daerah ini merupakan sentra industri kreatif yang sangat terkenal dengan hasil kerajinan gerabah dan keramik berkualitas tinggi. Berlokasi di Padukuhan Kajen Kalurahan Bangunjiwo Desa Kasongan hanya berjarak sekitar 6 kilometer dari Alun-Alun Utara Yogyakarta sehingga sehingga sangat mudah dijangkau oleh wisatawan.
Saat memasuki kawasan desa pengunjung akan disambut oleh deretan galeri yang memajang berbagai hasil karya tanah liat di sepanjang jalan utama. Sebutan "kundi" melekat erat pada masyarakat setempat yang berarti orang-orang yang ahli menghasilkan buyung, kendi, dan barang pecah belah lainnya. Aktivitas pembuatan gerabah ini telah menjadi napas kehidupan warga yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Keunikan Desa Kasongan bukan hanya pada produknya tetapi juga pada atmosfer pedesaannya yang produktif. Di siang hari asap tipis dari proses pembakaran gerabah tradisional sering terlihat membumbung dari rumah-rumah penduduk. Pemandangan gerabah setengah jadi yang dijemur berjajar di depan teras rumah memberikan kesan otentik yang jarang ditemukan di tempat lain.
Sejarah Unik di Balik Berdirinya Desa Perajin Keramik
Asal-usul Desa Kasongan memiliki kaitan erat dengan sebuah legenda lokal pada masa penjajahan Belanda. Alkisah ditemukan seekor kuda mati di tanah persawahan milik warga yang diduga merupakan milik reserse Belanda. Ketakutan akan sanksi dari pihak kolonial membuat pemilik tanah dan warga sekitar melepaskan hak milik atas sawah mereka sehingga sehingga tanah tersebut menjadi terlantar.
Warga yang kehilangan mata pencaharian sebagai petani kemudian mulai memanfaatkan tanah liat di sekitar pemukiman untuk dijadikan mainan anak-anak dan peralatan dapur sederhana. Berawal dari ketidaksengajaan tersebut keterampilan mengolah tanah liat terus berkembang hingga menjadi profesi utama masyarakat. Ketekunan warga dalam "mengempal-ngempal" tanah liat akhirnya mengubah nasib desa ini menjadi pusat keramik yang diakui secara luas.
Transformasi besar terjadi sekitar tahun 1971 saat seniman besar Yogyakarta Sapto Hudoyo memberikan pembinaan artistik kepada para perajin. Sentuhan seni modern dan desain yang lebih variatif membuat produk Kasongan tidak lagi monoton sehingga sehingga memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.
Sejak saat itu produk keramik dari Bantul ini mulai merambah pasar mancanegara mulai dari Eropa hingga Amerika.
Wisata Edukasi Belajar Membuat Gerabah Secara Manual
Salah satu aktivitas paling menarik bagi pengunjung di Desa Kasongan adalah kesempatan untuk belajar membuat gerabah secara langsung.
Banyak galeri yang menawarkan paket wisata edukasi khusus untuk siswa sekolah maupun wisatawan umum yang ingin merasakan sensasi membentuk tanah liat di atas meja putar atau perbot. Instruktur yang merupakan perajin lokal akan mendampingi dengan ramah selama proses pembuatan berlangsung.
Tahapan dimulai dari penggilingan bahan baku tanah liat hingga proses pencetakan dan pembentukan secara manual. Pengunjung dapat mencoba membuat benda-benda sederhana seperti asbak atau vas kecil yang nantinya bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Cara pembuatan manual ini sangat dihargai karena memberikan nilai artistik yang lebih tinggi terutama untuk pembuatan guci atau jambangan yang memiliki bentuk silinder halus.
Aktivitas ini tidak hanya memberikan keterampilan baru tetapi juga melatih kesabaran dan ketelitian. Masyarakat Kasongan sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin menyaksikan tahap demi tahap mulai dari penjemuran, pembakaran, hingga tahap akhir berupa pengecatan gerabah agar tampak lebih menawan dan bernilai jual tinggi.
Ragam Produk dari Guci Raksasa hingga Bunga Tiruan
Produk yang dihasilkan oleh perajin Kasongan kini telah berkembang sangat pesat dan tidak lagi terbatas pada alat dapur saja.
Kawan dapat menemukan guci-guci megah dengan motif burung merak, naga, atau bunga mawar yang sangat detail. Tersedia pula berbagai ukuran pot tanaman mulai dari yang mungil hingga pot seukuran bahu orang dewasa yang cocok untuk menghiasi taman atau lobi gedung.
Selain keramik Desa Kasongan juga memproduksi aneka hiasan dinding, pigura, souvenir pernikahan, hingga perabotan rumah tangga seperti meja dan kursi dari tanah liat. Kreativitas warga terus berkembang dengan memanfaatkan bahan lain seperti bambu untuk perabotan dan daun pisang kering untuk bunga tiruan. Keragaman produk inilah yang membuat pasar Kasongan tetap bertahan dan terus diminati oleh pembeli lokal maupun kolektor dari luar negeri.
Harga yang ditawarkan di pusatnya langsung tentu sangat kompetitif dan bervariatif tergantung pada ukuran serta tingkat kesulitan proses pembuatannya. Produk termahal biasanya berupa patung ukuran manusia atau guci besar dengan ukiran yang rumit
Bagi pembeli yang datang dari luar kota tidak perlu khawatir karena para pengelola galeri juga menyediakan jasa pengiriman barang yang aman hingga sampai ke alamat tujuan.
Fasilitas Lengkap dan Paket Homestay bagi Wisatawan
Untuk mendukung kenyamanan wisatawan Desa Wisata Kasongan telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai.
Terdapat banyak pilihan tempat makan yang menyajikan kuliner khas Bantul di sekitar kawasan wisata. Selain itu bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman tinggal lebih lama di tengah lingkungan perajin tersedia berbagai pilihan homestay yang menyatu dengan rumah penduduk.
Menginap di Kasongan memberikan kesempatan bagi Kawan untuk melihat ritme kerja perajin sejak pagi hari dan berinteraksi lebih dekat dengan keramahan warga Bangunjiwo. Fasilitas ini sangat populer di kalangan wisatawan asing yang ingin mempelajari budaya Jawa melalui kegiatan seni rupa dan kriya secara mendalam.
Integrasi antara pusat belanja, tempat belajar, dan penginapan menjadikan Desa Kasongan sebagai destinasi wisata terpadu yang sangat lengkap di Yogyakarta. Kawasan ini merupakan bukti nyata bagaimana tradisi lokal dapat beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan identitas aslinya.
Ayo Rasakan Pengalaman Menjadi Perajin di Desa Kasongan
Menyentuh tanah liat yang dingin dan membentuknya menjadi karya seni yang indah akan memberikan kepuasan tersendiri bagi setiap pengunjung. Desa Wisata Kasongan adalah tempat di mana kreativitas dan tradisi bertemu dalam setiap lekukan gerabahnya yang unik.
Jadi kapan Kawan akan merencanakan perjalanan untuk belajar membuat keramik sendiri di Bantul ini?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


