galang solidaritas bandung eddi brokoli rela pangkas rambut ikoniknya - News | Good News From Indonesia 2026

Galang Solidaritas Bandung, Eddi Brokoli Rela Pangkas Rambut Ikoniknya

Galang Solidaritas Bandung, Eddi Brokoli Rela Pangkas Rambut Ikoniknya
images info

Galang Solidaritas Bandung, Eddi Brokoli Rela Pangkas Rambut Ikoniknya


Kepedulian warga Kota Bandung terhadap bencana alam yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh mencapai puncaknya akhir pekan ini. Dalam sebuah aksi kemanusiaan yang emosional bertajuk "Biar Kami yang Gundul, Hutan di Indonesia Jangan," figur publik Eddi Brokoli memangkas habis rambut kribo ikoniknya.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pengorbanan simbolis sekaligus ajakan bagi masyarakat luas untuk mengulurkan tangan bagi para korban bencana alam di beberapa tempat di Indonesia. Hingga saat ini, bencana alam yang disinyalisasi terjadi akibat penggundulan hutan terus terjadi. Akibatnya, banyak korban yang membutuhkan bantuan pemulihan.

Rangkaian acara yang memadukan semangat olahraga santai dan solidaritas sosial ini berhasil menarik perhatian ratusan warga yang memadati kawasan pusat kota sejak pagi buta. Kegiatan dimulai dengan titik kumpul di gedung bersejarah Bandoengsche Melk Centrale (BMC), Jalan Aceh. Sejak pukul 07.00 WIB, suasana sudah tampak hangat dengan kehadiran berbagai komunitas kreatif, pegiat lingkungan, dan warga umum yang mengenakan atribut kaos merah.

Eddi Brokoli memimpin rombongan dalam sesi Jalan Kaki Santai. Rute yang dipilih melintasi jantung kota menuju garis finish di Jalan Sumatera, tepatnya di SMP Negeri 2 Bandung.

Start dari jalan Aceh ke jalan Sumatera tidak lain adalah simbolisasi solidaritas untuk Aceh dan Sumatera. Selama perjalanan, rombongan tidak hanya berjalan kaki, tetapi juga saling melempar semangat. Warga yang sedang melintas tampak antusias membalas semangat.

Momen Puncak Kehilangan Mahkota Demi Korban Bencana

Setibanya di Jalan Sumatera, suasana berubah menjadi riuh sekaligus haru. Di atas sebuah panggung terbuka, kursi pemotongan rambut telah disiapkan. Inilah momen yang menjadi daya tarik utama: Eddi Brokoli akan menanggalkan rambut kribonya yang telah menjadi identitas dirinya di dunia hiburan.

Bagi Eddi, aksi menggunduli rambut bukan sekadar aksi teatrikal. Ini adalah bentuk empati terhadap mereka yang kehilangan segalanya dalam sekejap karena bencana.

"Tanpa mengecilkan gerakan kemanusiaan lainnya, di Bandung belum ada gerakan yang spesifik untuk Aceh dan Sumatera. Selain itu, sebelumnya saya pernah melakukan hal yang sama untuk anak-anak penderita kanker, jadi bisa dibilang termotivasi untuk kembali melakukan hal serupa untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana," ujarnya di atas panggung terkait latar belakang kegiatan ini.

Satu demi satu gumpalan rambut kribo jatuh ke lantai panggung saat mesin cukur mulai bekerja. Bukan hanya itu, momen spesial penggundulan rambut ini bahkan dilakukan sendiri oleh putra bungsu Eddi Brokoli, yang disusul kemudian dengan aksi menggunduli rambut oleh kedua putranya.

Sejenak tertangkap momen haru ketika kedua putra Eddi naik ke atas panggung untuk memangkas rambut ayahnya, sekaligus ikut berpartisipasi memangkas habis rambut mereka.

“Respect!” pekikan semangat terdengar dari pengunjung yang hadir di halaman sekolah di pusat kota Bandung itu.

Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit, sosok yang identik dengan rambut kribo itu kini tampil dengan rambut tipis.

Talk Show: Memahami Kondisi Terkini Sumatera & Aceh

Sebelum aksi gundul rambut, acara diawali dengan sesi talk show edukatif. Hadir berbincang hangat bersama Eddi Brokoli adalah Ketua Yayasan Wanadri, DR. Dr. Tri Wahyu Murni Sulisetyowati, Sp.B. Wanadri selama ini sangat aktif mengirim relawan ke lokasi bencana. Dalam diskusi ini, dipaparkan kondisi terkini di lapangan yang masih membutuhkan bantuan darurat.

Diskusi ini menekankan bahwa bantuan tidak boleh berhenti hanya saat berita bencana sedang hangat di media. Proses pemulihan (recovery) infrastruktur dan ekonomi warga di Sumatera dan Aceh pasca banjir bandang membutuhkan waktu yang panjang dan dukungan dana yang konsisten.

Sampai sekitar pukul 10 siang, terkumpul donasi lebih dari Rp190 juta . Dana ini terkumpul dari banyak donatur online, serta lelang beberapa barang dari pribadi seperti lukisan dari komunitas kreatif yang hadir.

Seluruh dana yang masuk melalui kampanye ini diserahkan kepada lembaga kemanusiaan terpercaya untuk segera disalurkan ke titik-titik terdampak di Sumatera dan Aceh. Penyelenggara menjamin bahwa setiap rupiah yang didonasikan akan dikelola secara transparan.

"100% donasi akan diserahkan melalui Yayasan Wanadri," pungkas Eddi Brokoli.

Namun demikian, penggalangan dana ini ternyata juga terbuka untuk korban bencana alam di Cisarua, Bandung Barat. Sebagaimana diketahui, bencana longsor telah menelan banyak korban jiwa. Maka baik Eddi Brokoli maupun Yayasan Wanadri menyepakati bahwa ada sebagian donasi yang dialokasikan untuk Cisarua.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.