Orang-orang rela antre hingga 1—2 jam untuk makan perkedel ini di Bandung, Perkedel Bondon namanya. Kuliner yang satu ini menjadi salah satu wisata kuliner legendaris yang buka di tengah malam.
Lokasi Perkedel Bondon ada di Jalan Stasiun Timur No. 26 Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jawa Barat. Buka setiap hari dari pukul 22.30 sampai 02.00 dini hari.
Perkedel Bondon telah ada sejak tahun 1980, di mana awalnya warung ini hanya warung nasi pada umumnya saja yang menyediakan lauk perkedel. Dilansir dari tirto.id, tempat makan tersebut dulunya bertuliskan “Warung Nasi M. Unus” yang buka sekitar tahun 1970an.
Sebelumnya, Perkedel Bondon ini juga dikenal dengan nama Perkedel Hostes. Kata ‘hostes’ menurut KBBI yaitu wanita yang pekerjaannya menerima, menjamu, dan menghibur tamu (di hotel, kelab malam, bar, dan sebagainya); pramuria. Kata ‘hostes’ di sini memiliki arti kata yang negatif karena selalu disandingkan dengan kata PSK atau pekerja seks komersial.

Foto : Dokumentasi Pribadi | Kemal Satrio
“Karena awalnya dulu itu kami berjualannya di lingkungan Stasiun Bandung atau Terminal Hall Bandung yang kalau tidak salah dulu itu dikenal sebagai tempat pelacur,” ujar Aksara, penjual Perkedel Bondon, diwawancarai oleh Kemal Satrio, Mahasiswa Unpad Ilmu Sejarah (5/Juni/2025)
Perubahan nama menjadi Perkedel Bondon karena banyak bondon yang beli makan di sini.
“Dulu jualan itu banyak bondon yang beli…,” ujar Aksara.
Dari buku Kamus Isme-Isme karya Remy Sylado, “bondonisme” adalah perilaku gadis-gadis muda yang meniru kelakuan para bondon yang merajuk pada pelaku PSK hingga anak-anak sekolah dan mahasiswa, seperti yang diwartakan dari tirto.id.
Kini, Perkedel Bandung menjadi tujuan kuliner para wisatawan yang sedang berlibur. Para wisatawan rela antre berjam-jam karena penasaran cita rasa dari Perkedel Bondon ini.
Uniknya, Tribun Jabar menuliskan bahwa cara memasak perkedelnya masih mempertahankan cara tradisional, yaitu menggunakan arang. Menurut Kosim atau kerap disapa Ujang, pemilik Perkedel Bondon, ragu akan keamanan jika memakai gas elpiji.
Dilansir dari detikfood, terdapat baskom yang sudah disiapkan penuh dengan adonan perkedel. Kemudian, pegawai membulat-bulatkan perkedel dengan sendok dan menaruh ke dalam wajan berisi minyak panas.
Selain itu, Perkedel Bondon harus dicocol dengan sambal merah cairnya yang terbuat dari terasi sehingga ada aroma yang tajam. Maka, Kawan GNFI dapat merasakan juga sedikit ada aroma dari arangnya dan kulit perkedelnya yang sangat garing.
Isian perkedelnya berbeda dengan yang lain. Perkedel Bondon tidak ada daun bawang atau daging. Btw, harga yang dibanderol sebesar Rp2.500 per pcs.

Foto ; Dokumentasi Pribadi | Kemal Satrio
Uniknya, Kawan tidak perlu mengantre panjang-panjang hingga berjam-jam, sebab kamu bisa menyewa tukang becak untuk jasa joki antre di Perkedel Bondon. Jadi, jangan heran jika melihat tukang becak yang sedang ikut mengantre panjang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


