Tim Apatte62 Brawijaya, tim riset kendaraan hemat energi dari Universitas Brawijaya, kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional pada ajang Shell Eco-Marathon Asia-Pacific & Middle East 2026.
Kompetisi ini diselenggarakan di Lusail International Circuit, Qatar, pada 21–25 Januari 2026 dan diikuti oleh ratusan tim mahasiswa dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah.
Dalam ajang tersebut, Tim Apatte62 Brawijaya berhasil meraih Juara 1 kategori Prototype Hydrogen. Tim mencatatkan efisiensi kendaraan sebesar 538 kilometer per meter kubik hidrogen (km/m³).
Capaian ini sekaligus memecahkan Rekor Asia untuk kategori Prototype Hydrogen dalam sejarah Shell Eco-Marathon, menegaskan kemampuan tim dalam mengoptimalkan teknologi hidrogen sebagai sumber energi alternatif.
Pecahkan Rekor Asia
Selain meraih juara utama, Tim Apatte62 Brawijaya juga memperoleh Juara 2 Off-Track Award kategori Safety Award.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas penerapan standar keselamatan yang tinggi, baik dalam desain kendaraan, sistem kelistrikan, maupun prosedur operasional selama kompetisi berlangsung.
Aspek keselamatan menjadi salah satu fokus utama Shell Eco-Marathon, mengingat kendaraan yang dilombakan merupakan hasil pengembangan riset dengan teknologi eksperimental.
Penilaian keselamatan mencakup kelengkapan sistem keamanan, kepatuhan terhadap regulasi teknis, serta kesiapan tim dalam menghadapi situasi darurat selama uji coba dan perlombaan.
Lolos ke Driver’s World Championship 2027

Hasil yang diraih di Qatar mengantarkan Tim Apatte62 Brawijaya menjadi salah satu dari empat tim terbaik perwakilan Asia Pacific & Middle East yang berhak melaju ke Driver’s World Championship 2027.
Kompetisi ini merupakan ajang puncak dalam rangkaian Shell Eco-Marathon, yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai regional dunia untuk menguji kemampuan pengemudi dan performa kendaraan secara lebih komprehensif.
Driver’s World Championship menitikberatkan pada konsistensi performa kendaraan, efisiensi energi dalam kondisi kompetisi yang ketat, serta kemampuan pengemudi dalam mengelola strategi berkendara secara optimal.
Ajang Bergengsi Shell Eco-Marathon
Shell Eco-Marathon merupakan kompetisi kendaraan hemat energi berskala internasional yang bertujuan mendorong inovasi mahasiswa dalam menciptakan solusi transportasi masa depan yang efisien dan berkelanjutan.
Selama lima hari pelaksanaan di Qatar, seluruh tim peserta harus melewati tahapan technical inspection, dynamic inspection, sesi latihan, hingga perlombaan resmi dan awarding.
Setiap tahapan menuntut kesiapan teknis yang tinggi, mengingat standar kompetisi yang ketat serta persaingan antar tim dari berbagai negara dengan latar belakang riset yang kuat.
Seluruh proses tersebut didahului oleh persiapan riset, desain, pengujian, dan evaluasi yang dilakukan selama berbulan-bulan.
Inovasi Webcam Safety System Berbasis AI
Pada Shell Eco-Marathon 2026, Tim Apatte62 Brawijaya berkompetisi di dua kategori, yaitu Urban Battery Electric Vehicle (BEV) dan Prototype Hydrogen. Selain fokus pada efisiensi energi, tim juga menghadirkan inovasi keselamatan berupa Webcam Safety System.
Sistem ini dikembangkan menggunakan Raspberry Pi 5 yang terintegrasi dengan kamera, monitor, lampu rotator, dan speaker.
Dengan dukungan pemrosesan visual berbasis kecerdasan buatan menggunakan model YOLOv11, sistem mampu mendeteksi keberadaan manusia serta penggunaan alat pelindung diri (APD).
Apabila terdeteksi pelanggaran, sistem secara otomatis memberikan peringatan visual dan suara secara real-time.
Komitmen Riset dan Pengembangan Kendaraan Hemat Energi
Perwakilan Tim Apatte62 Brawijaya menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh anggota tim, dukungan Universitas Brawijaya, serta pendampingan dari berbagai pihak selama proses riset dan kompetisi.
Setiap pengembangan dilakukan melalui pendekatan berbasis data, pengujian berulang, dan evaluasi menyeluruh.
Ke depan, Tim Apatte62 Brawijaya berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi kendaraan hemat energi, khususnya pada teknologi hidrogen dan kendaraan listrik.
Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan energi hijau serta memperkuat peran riset mahasiswa dalam mendukung masa depan transportasi berkelanjutan di Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


