mengenal ayam bekisar - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Ayam Bekisar, Fauna Identitas Jawa Timur Sarat Makna Budaya

Mengenal Ayam Bekisar, Fauna Identitas Jawa Timur Sarat Makna Budaya
images info

Mengenal Ayam Bekisar, Fauna Identitas Jawa Timur Sarat Makna Budaya


Indonesia dikenal sebagai rumah bagi keanekaragaman fauna yang tak hanya unik secara fisik, tetapi juga lekat dengan nilai budaya. Salah satu contohnya adalah ayam bekisar.

Satwa khas Jawa TimurĀ ini dikenal bukan sekadar ayam hias, melainkan simbol identitas daerah dan kebanggaan masyarakatnya. Ayam bekisar merupakan hasil perkawinan silang antara ayam kampung (Gallus gallus domesticus) dan ayam hutan hijau (Gallus varius).

Dari persilangan inilah lahir ayam dengan tampilan memikat serta suara berkokok yang berbeda dari ayam pada umumnya. Keunikan inilah yang membuat ayam bekisar kemudian ditetapkan sebagai fauna identitas Jawa Timur.

Jejak Asal dari Pulau Kangean

Pulau Kangean, yang terletak di sebelah timur Madura, diyakini sebagai wilayah awal keberadaan ayam bekisar. Masyarakat setempat mengenalnya dengan sebutan ayam cukir, merujuk pada suara kokoknya yang halus, tetapi nyaring dan bergema.

Pada awalnya, populasi ayam bekisar hanya ditemukan di Pulau Kangean. Namun seiring waktu, binatang tersebut mulai menyebar ke wilayah Madura dan menarik perhatian para penggemar ayam hias dari berbagai daerah.

baca juga

Dari proses budidaya dan persilangan, muncul beberapa varian yang dikenal luas, seperti bekisar Kangean Madura yang mempertahankan ciri asli, serta bekisar multiwarna Solo dengan warna bulu yang lebih beragam.

Dalam budaya lokal, ayam bekisar sering diasosiasikan dengan keberanian, keindahan, dan semangat. Tak jarang ayam ini ditempatkan di halaman rumah atau pintu masuk hunian.

Keberadaannya bukan hanya sebagai peliharaan, tetapi juga penanda status sosial. Memiliki ayam bekisar kerap dimaknai sebagai simbol prestise dan kedudukan tertentu di lingkungan masyarakat.

Fisiknya Unik dan Suara yang Memikat

Sebagai hasil persilangan, ukuran tubuh ayam bekisar berada di antara induknya. Tubuhnya lebih besar dibanding ayam hutan hijau jantan, tetapi sedikit lebih kecil dari ayam kampung jantan.

Salah satu daya tarik utamanya terletak pada bulu berwarna hitam kehijauan yang berkilau saat terkena cahaya.

Ayam hutan hijau
info gambar

Ayam hutan hijau | Wikimedia Commons: Datin KSDAE


Meski demikian, ayam bekisar sejatinya memiliki delapan variasi warna dasar, mulai dari merah, hitam, putih, kuning, hingga blorok dan jali. Ciri lain yang membedakannya dari ayam biasa adalah ujung bulu leher yang tumpul, bukan runcing.

Secara morfologi, ayam bekisar dikelompokkan ke dalam tiga jenis utama, yaitu Gallus aenus, Gallus temminckii, dan Gallus violaceus, masing-masing dengan karakter bulu, jengger, dan pial yang khas.

baca juga

Namun, pesona ayam bekisar tak berhenti pada tampilan fisik. Suara kokoknya justru menjadi ciri paling ikonik, sebab terdiri dari 2 nada. Nada awal yang pendek disusul nada panjang yang menggema dalam. Suara inilah yang membuatnya begitu dihargai dan sering dilombakan.

Rentan Stres dan Sulit Dibudidayakan

Di balik keindahannya, ayam bekisar dikenal memiliki sifat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Hewan peliharaan ini mudah stres dan berisiko mati apabila tidak dirawat secara tepat. Karena itu, berbagai upaya persilangan terus dilakukan untuk meningkatkan ketahanan fisiknya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah persilangan ayam pelung Cianjur dengan ayam Jawa. Hasilnya, diperoleh ayam bekisar dengan daya tahan tubuh yang lebih kuat seperti ayam kampung, serta suara kokok yang lebih panjang dan stabil.

Kelangkaan dan Upaya Pelestarian

Populasi ayam bekisar di alam liar kini semakin menipis. Perburuan, keterbatasan habitat, serta sulitnya proses reproduksi alami menjadi faktor utama kelangkaannya.

Terlebih, hewan hias ini hanya dapat dihasilkan dari persilangan ayam hutan jantan dan ayam kampung betina, dengan tingkat keberhasilan yang relatif rendah.

Untuk menjaga keberlanjutannya, berbagai upaya pelestarian dilakukan, salah satunya melalui kontes ayam bekisar yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik. Pemerintah daerah juga mendorong pembinaan budidaya secara intensif serta perlindungan habitat aslinya di Pulau Kangean.

baca juga

Ayam bekisar bukan hanya tentang keindahan bulu dan suara merdu. Ia adalah simbol budaya, identitas, dan pengingat bahwa kekayaan fauna Indonesia perlu dijaga bersama agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.