uniknya pulau mepar di kepulauan riau yang seluruh tanahnya adalah milik orang kaya lingga - News | Good News From Indonesia 2026

Uniknya Pulau Mepar di Kepulauan Riau yang Seluruh Tanahnya Adalah Milik Orang Kaya Lingga

Uniknya Pulau Mepar di Kepulauan Riau yang Seluruh Tanahnya Adalah Milik Orang Kaya Lingga
images info

Uniknya Pulau Mepar di Kepulauan Riau yang Seluruh Tanahnya Adalah Milik Orang Kaya Lingga


Pulau Mepar adalah sebuah pulau kecil di Kepulauan Riau. Secara administratif, pulau ini masuk ke dalam Kabupaten Lingga.

Letak Pulau Mepar berada di seberang pusat ibu kota Kabupaten Lingga, yaitu Daik. Akses ke Pulau Mepar dapat ditempuh lewat Pelabuhan Tanjung Buton di Daik dengan perahu.

Meskipun kecil, Pulau Mepar menyimpan sejarah besar. Pulau ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah andalan di Kepulauan Riau karena merupakan “benteng” sekaligus pintu masuk ke Kesultanan Riau Lingga.

Banyak sekali tempat-tempat bersejarah yang bisa ditemui di sana. Ada bekas benteng, lengkap dengan meriam yang sudah berusia sangat tua.

Namun, ada hal lain yang unik di Pulau Mepar yang mungkin jarang atau bahkan tidak ditemui di pulau lainnya. Usut punya usut, Pulau Mepar ini adalah milik Orang Kaya Mepar atau Orang Kaya Lingga yang sudah diwariskan secara turun temurun sejak dahulu. Kok bisa?

Pulau Mepar yang Seluruh Tanahnya Adalah Milik Orang Kaya Lingga

Benteng di Mepar | Desa Mepar
info gambar

Benteng di Mepar | Desa Mepar


Kawan GNFI memang tidak salah membaca. Pulau Mepar sejatinya memang milik Orang Kaya Mepar/Lingga. Seluruh penduduk yang bermukim di Pulau Mepar dan menggunakan lahan di pulau itu—baik untuk mendirikan rumah, berkebun, atau kepentingan lainnya—tidak akan diperbolehkan untuk mengklaim tanah itu dan membuat sertifikat di atasnya sebagai hak milik individu.

Jika ada orang yang ingin memanfaatkan lahan di pulau itu, ia harus mengajukan izin dan duduk bermusyawarah dahulu dengan penduduk kampung agar mendapatkan izin penggunaan lahan yang dimaksud. Apa alasannya?

Merangkum dari laman resmi Dinas Kebudayaan Kepulauan Riau, Pulau Lingga aslinya adalah sebuah tanah adat. Secara historis, Pulau Mepar merupakan tempat tinggal penguasa wilayah Kepulauan Lingga yang berada di bawah kekuasaan Sultan Johor, Pahang, Riau, dan Lingga.

Penguasa itu diberikan gelar Orang Kaya Mepar atau Orang Kaya Lingga. Catatan Encik Muhammad Isa, cucu Orang Kaya Mepar yang bernama Encik Ustman, leluhur Orang Kaya Lingga ini berasal dari Jambi.

Singkatnya, dulu ada tokoh legendaris penguasa Jambi yang bernama Megat Mata Merah atau Tumenggung Merah Mato yang pindah dari tempat asalnya ke wilayah Lingga. Ia kemudian menjadi penguasa di sana.

Ia memiliki seorang putra bernama Megat Raden Kuning. Nah, dari garis keturunan inilah kemudian lahir para Orang Kaya Lingga.

Orang Kaya Lingga dikenal pula sebagai pemimpin Orang Laut di seluruh Kepulauan Lingga. Pulau Mepar pun dijadikan hak adat Orang Kaya Lingga yang diwariskan secara turun temurun kepada keturunannya. Uniknya lagi, keturunan mereka masih banyak yang menetap di pulau tersebut.

Lebih lanjut, menukil dari situs Desa Mepar, mayoritas masyarakat di Pulau Mepar berprofesi sebagai nelayan. Namun, ada juga yang bercocok tanam hingga berdagang.

Pulau ini memiliki beberapa dusun yang dinamakan Kampung Kador, Kampung Cenut, dan Kampung Malar. Sistem pemerintahannya pun terbilang unik, karena dulunya pulau itu dipimpin oleh seseorang yang disebut sebagai Batin.

Di masa lalu, Batin dipilih oleh masyarakat dan tidak memiliki batas waktu untuk menjabat. Kepemimpinan seorang Batin bisa diganti berdasarkan keturunan yang memimpin sewaktu itu dan berdasarkan mereka yang punya kemampuan tertinggi.

Kemudian, jabatan Batin diganti menjadi Kepala Kampung. Tak lama setelahnya, Kepala Kampung diganti diksinya menjadi Kepala Desa dan sudah disesuaikan dengan undang-undang sampai saat ini.

Cagar Budaya Mepar

Meriam di Mepar | Desa Mepar
info gambar

Meriam di Mepar | Desa Mepar


Sebagai benteng Kesultanan Riau Lingga, Pulau Mepar dilengkapi dengan benteng. Benteng itu dilengkapi dengan meriam yang dipakai untuk mempertahankan diri dari musuh. Posisi benteng ini mengarah ke laut lepas.

Di dalam benteng, ada lima bangunan dan dua sumur. Bangunan-bangunan itu memiliki ukuran yang berbeda. Sayangnya, saat ini kondisinya sudah banyak yang rusak karena lapuk dimakan usia.

Meskipun demikian, jejak-jejak sejarahnya masih bisa ditemukan. Untuk menghormati sekaligus menjaga benteng tersebut, benteng hingga meriam-meriamnya dijadikan cagar budaya. Pulau Mepar juga dijadikan sebagai destinasi wisata bersejarah yang amat kental dengan budaya Melayu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.