pulau bunyu pulau pertama di indonesia yang 100 penduduknya sudah menikmati layanan listrik - News | Good News From Indonesia 2026

Pulau Bunyu, Pulau Pertama di Indonesia yang 100% Penduduknya Sudah Menikmati Layanan Listrik

Pulau Bunyu, Pulau Pertama di Indonesia yang 100% Penduduknya Sudah Menikmati Layanan Listrik
images info

Pulau Bunyu, Pulau Pertama di Indonesia yang 100% Penduduknya Sudah Menikmati Layanan Listrik


Ada yang pernah mendengar soal Pulau Bunyu? Pulau Bunyu adalah sebuah pulau kecil yang menjadi daerah administratif setingkat kecamatan milik Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Berbatasan langsung dengan Laut Sulawesi di sebelah timur, Pulau Bunyu cukup dekat dengan Pulau Tarakan. Bahkan, akses menuju pulau tersebut dari Tarakan juga lebih dekat dibandingkan ke Tanjung Selor—ibu kota Kabupaten Bulungan.

Pulau ini bisa dibilang cukup unik. Bagaimana tidak, Pulau Bunyu ternyata didapuk menjadi pulau pertama di Indonesia yang penduduknya sudah menikmati layanan listrik.

Disadur dari laman resmi Perusahaan Listrik (PLN), semua warga Bunyu sudah menikmati layanan listrik sejak 2012 silam. Listrik tersebut dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG). PLTMG itu juga menggantikan pembangkit diesel berbahan bakar solar HSD, sehingga lebih ramah lingkungan.

Status Pulau Bunyu sebagai pulau pertama yang 100 persen sudah dialiri listrik juga mendapat pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). PLN Bunyu dan PLN Area Berau di bawah wilayah kerja PLN Kalimantan Timur selaku operator, mendapatkan apresiasi penuh, di mana prestasi tersebut dicatatkan dalam MURI Nomor 5749.

Selayang Pandang Soal Pulau Punyu

Pulau Bunyu berada di daerah yang terpisah dengan Kabupaten Bulungan. Oleh karena itu, jika masyarakatnya ingin mengurus sesuatu atau sekadar ingin berkunjung ke Tanjung Selor, maka mereka harus menaiki speedboat dengan perjalanan sekitar dua jam.

Sebenarnya ada bandara di Pulau Bunyu. Namun, saat ini bandara itu sudah tidak difungsikan. Bandara Bunyu sebelumnya dipakai untuk keperluan operasional PT Pertamina (Persero).

Merangkum dari situs resmi Kecamatan Bunyu, penduduk pulau ini relatif sedikit, sekitar 12 ribu jiwa saja (per 2024). Sebagian besar dari mereka adalah etnis pendatang dari Jawa dan Bugis.

Sementara itu, penduduk asli Pulau Bunyu adalah Suku Tidang. Suku ini menetap di sekitar Pangkalan dan Bangsal Tengah, wilayah kecil di bagian barat pulau tersebut.

baca juga

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang bertajuk Kecamatan Bunyu dalam Angka 2025, luas pulau ini adalah 198, 32 km2. Terdapat tiga desa/kelurahan, yakni Bunyu Barat, Bunyu Selatan, dan Bunyu Timur.

Lebih lanjut, lebih hampir 3000 keluarga di Bunyu menggunakan listrik dari PLN, sedangkan 170-an lainnya memakai listrik non-PLN. Meskipun demikian, seluruh wilayah di kecamatan ini sudah menggunakan listrik.

Punya Cadangan Minyak dan Gas yang Fantastis

Pertambangan di Pulau Bunyu | JATAM
info gambar

Pertambangan di Pulau Bunyu | JATAM


Ukurannya mungil, tapi Pulau Bunyu ternyata menyimpan cadangan mineral yang bernilai besar. Bahkan, konon penggalian mineral di sana sudah dilakukan sejak awal 1900-an oleh Belanda oleh Bataaafsche Petroleum Maatchappij (BPM).

Melalui Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), mineral yang ditambang dari Pulau Bunyu adalah minyak, gas bumi, dan batu bara. Eskploitasi tersebut digunakan untuk kepentingan ekspor, salah satunya ke India.

Sudah lebih dari enam dekade sejak seluruh masyarakat Bunyu hidup berdampingan dengan kegiatan pertambangan. Bagian utara pulau itu dikuasai oleh konsesi tiga perusahaan batu bara. Sementara itu, sisi tengah dan perairannya oleh Pertamina.

Masyarakat sendiri banyak hidup di sisi selatan pulau. Meskipun banyak pertambangan, masyarakatnya banyak hidup sebagai nelayan.

Saking kayanya dengan mineral, tak aneh rasanya kalau pulau ini disebut dengan “Surganya Minyak dan Gas Indonesia”. Hasil galian minyak akan diangkut ke Balikpapan untuk diolah sebelum kemudian sebagian dibawa kembali ke Bunyu untuk “dinikmati” oleh warganya. Bahkan, gas yang dihasilkan dari Bunyu juga menjadi penyuplai listrik di Tarakan. 

Meskipun demikian, muncul kekhawatiran besar terhadap masyarakat dan ekosistem pulau ini karena dieksploitasi oleh banyak perusahaan tambang sekaligus. Apalagi, Pulau Bunyu yang mungil itu harus menopang banyak kegiatan pertambangan untuk mengais tiga sumber daya besar di dalamnya.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.