presiden sukarno mendapat penghargaan dari bolivia - News | Good News From Indonesia 2026

Saat Presiden Sukarno Mendapat Penghargaan dari Duta Besar Bolivia pada 1955

Saat Presiden Sukarno Mendapat Penghargaan dari Duta Besar Bolivia pada 1955
images info

Saat Presiden Sukarno Mendapat Penghargaan dari Duta Besar Bolivia pada 1955


Sejarah sering kali bersembunyi di balik kolom-kolom kecil surat kabar lama. Dari sanalah kita menemukan kisah bagaimana Indonesia, di usia mudanya, mulai diperhitungkan dunia.

Salah satunya adalah momen ketika Presiden Sukarno menerima penghargaan tertinggi dari Bolivia.

Bukan sekadar seremoni, peristiwa ini menandai langkah diplomasi Indonesia yang kian melampaui batas benua.

Dari Jakarta hingga Amerika Latin, nama Indonesia mulai bergema. Nah, di sinilah akhirnya salah satu tokoh bangsa Indonesia mendapat pengakuan dari negara di luar kawasan Asia.

baca juga

Penghargaan dari Bolivia untuk Presiden Sukarno

Mengutip dari surat kabar Java-Bode edisi 21 Mei 1955, penghargaan dari Bolivia untuk Presiden Sukarno ini, berlangsung dalam sebuah upacara resmi pada Jumat pagi di Istana Negara, Jakarta.

Penghargaan tertinggi Bolivia tersebut diserahkan langsung oleh Duta Besar Bolivia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, German Quiroga-Galdo, atas nama pemerintah Bolivia.

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri anggota kabinet, korps diplomatik, parlemen, serta pejabat tinggi negara lainnya.

Presiden Sukarno tampil mengenakan pakaian berwarna putih, lengkap dengan lencana Suryawisesa yang ia terima dari angkatan bersenjata atas perjuangannya bagi kemerdekaan Republik Indonesia.

Prosesi dimulai dengan dikumandangkannya Indonesia Raya. Duta Besar German Quiroga-Galdo lalu menyampaikan pidato dalam bahasa Spanyol, sebelum memasangkan lencana sutra hijau dan menyematkan bintang Condor de los Andes di dada Presiden Sukarno. Setelahnya, lagu kebangsaan Bolivia pun mengalun, menandai puncak upacara.

Dalam pidato balasannya, Presiden Sukarno menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden, pemerintah, dan rakyat Bolivia atas penghargaan bergengsi tersebut.

Upacara diakhiri dengan jabat tangan antara Presiden Sukarno dan Duta Besar Bolivia, disusul ucapan selamat dari para tamu undangan, serta kembali diperdengarkannya lagu Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Bolivia.

Politik Luar Negeri Indonesia Era Sukarno

Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Pada masa kepemimpinan Sukarno, Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif. Artinya, Indonesia tidak memihak blok Barat maupun Timur, tetapi tetap aktif menyuarakan kepentingan bangsa-bangsa yang baru merdeka.

Dalam konteks inilah hubungan Indonesia dengan negara-negara Amerika Latin, termasuk Bolivia, mulai terjalin. Meski secara geografis berjauhan, Indonesia dan Bolivia memiliki kesamaan pengalaman sebagai negara yang pernah berada di bawah bayang-bayang kolonialisme.

Solidaritas Negara-Negara Dunia Ketiga

Penghargaan dari Bolivia juga mencerminkan semangat solidaritas negara-negara Dunia Ketiga. Sukarno dikenal sebagai tokoh yang lantang menyuarakan anti-imperialisme dan anti-kolonialisme.

Sikap ini mendapatkan resonansi kuat di Amerika Latin, kawasan yang juga memiliki sejarah panjang perjuangan melawan dominasi asing.

Singkatnya, Sukarno bukan hanya Presiden Indonesia, tetapi simbol perlawanan dan kemandirian bagi banyak negara berkembang.

baca juga

Makna Penghargaan bagi Presiden Sukarno

Penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Bolivia melalui duta besarnya merupakan bentuk pengakuan atas kepemimpinan Sukarno di tingkat global.

Ini menegaskan bahwa pandangan dan gagasan Sukarno tidak hanya didengar di Asia dan Afrika, tetapi juga sampai ke Amerika Latin.

Dalam dunia diplomasi, tanda kehormatan semacam ini bukan sekadar simbol. Ia mencerminkan kepercayaan, rasa hormat, serta pengakuan terhadap kontribusi suatu negara dan pemimpinnya dalam hubungan internasional.

Memperkuat Posisi Indonesia di Dunia Internasional

Bagi Indonesia yang saat itu masih tergolong negara muda, penghargaan ini memiliki arti strategis.

Indonesia semakin dipandang sebagai aktor penting dalam percaturan global, khususnya dalam isu-isu kemerdekaan, kedaulatan, dan kerja sama antarnegara berkembang.

Dengan kata lain, penghargaan dari Bolivia ikut memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang berdaulat, berprinsip, dan diperhitungkan.

Kisah penghargaan Bolivia kepada Presiden Sukarno adalah penggalan sejarah yang mungkin jarang disorot, tetapi sarat makna.

Dari sebuah upacara resmi, kita bisa membaca arah politik luar negeri Indonesia yang berani, aktif, dan berprinsip.

baca juga

Semoga pembahasan mengenai sejarah Indonesia tadi, dapat menambah wawasan Kawan GNFI tentang Indonesia.

Terus kunjungi situs GNFI untuk mendapatkan informasi seputar sejarah Indonesia dan berbagai kabar baik lainnya tentang Indonesia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya.

MS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.