Desa Cijeruk di lereng Gunung Salak dikenal memiliki kontur perbukitan curam dengan ancaman longsor yang nyata setiap musim hujan. Berangkat dari kondisi tersebut, tim mahasiswa KKN IPB dengan bantuan ARM HA-IPB merancang dua program terpadu, yaitu Antisipasi Bencana Cijeruk (ABC) dan Program Penanaman Kembali serta Penghijauan Desa Cijeruk (Pekan Hijau) sebagai upaya mitigasi berbasis data dan aksi langsung di lapangan.
Latar Belakang Program ABC dan Penghijauan
Kegiatan observasi dan wawancara dengan warga menunjukkan adanya riwayat longsor kecil di beberapa titik permukiman dan area tegalan di Cijeruk. Kondisi lereng curam, perubahan tutupan lahan, dan curah hujan yang tinggi membuat desa ini sangat membutuhkan perencanaan mitigasi yang lebih sistematis.
Hal ini sejalan dengan pandangan ARM HA-IPB yang menekankan bahwa kepentingan ekonomi dan konservasi harus dikelola seimbang agar tercipta hubungan yang harmonis antara alam, lingkungan, dan masyarakat yang tinggal di dalamnya.
Gambaran Umum Program Antisipasi Bencana Cijeruk
Program ABC adalah inisiatif mahasiswa KKN IPB yang berfokus pada pemetaan wilayah rawan longsor dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengenali serta mengelola risiko bencana. Program ini mencakup identifikasi, pemetaan, sosialisasi, dan penyerahan peta kerawanan longsor kepada Pemerintah Desa Cijeruk sebagai rujukan pembangunan dan perencanaan mitigasi jangka panjang.
Dalam pelaksanaannya, tim mengintegrasikan data sekunder seperti DEM (Digital Elevation Model), peta RBI (Rupa Bumi Indonesia)Kabupaten Bogor, citra satelit, tutupan lahan, kemiringan lereng, data curah hujan historis, serta jenis tanah dengan data primer hasil observasi lapangan dan wawancara warga.
Analisis spasial ini menghasilkan peta kerawanan longsor yang mengklasifikasikan zona dari landai hingga sangat curam dan mengaitkannya dengan pola permukiman serta penggunaan lahan.
Pelaksanaan Sosialisasi dan Penyerahan Peta
Puncak program ABC dilaksanakan dalam kegiatan sosialisasi antisipasi bencana longsor di Kantor Desa Cijeruk pada 15 Januari 2026. Dalam kegiatan ini, ARM HA-IPB melalui Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Ir. Kusnadi, memaparkan konsep mitigasi longsor dan pentingnya mengelola hubungan antara manusia dan lingkungan secara berkelanjutan.
Tim mahasiswa kemudian menjelaskan cara membaca peta kerawanan longsor, interpretasi zona risiko, dan contoh langkah mitigasi sederhana yang dapat dilakukan di tingkat rumah tangga maupun lingkungan.
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab, di mana perwakilan pemerintah desa, pengurus Destana, RT, dan RW menyampaikan pengalaman serta kebutuhan mereka. Kepala Desa Cijeruk, Haji Asep Saepul Rohman, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan dan berharap peta ini menjadi acuan resmi dalam pengambilan keputusan tata ruang desa.
Pada akhir kegiatan, peta kerawanan longsor diserahkan dalam bentuk cetak berbingkai dan softfile digital sebagai aset desa, lengkap dengan modul singkat materi sosialisasi dan laporan analisis risiko.
Rangkaian Program Penghijauan sebagai Mitigasi Hijau
Sebagai tindak lanjut langsung dari pemetaan risiko, tim KKN IPB melaksanakan Program Penanaman Kembali dan Penghijauan Desa Cijeruk di lereng Gunung Salak. Program ini bertujuan memulihkan ekosistem lokal, memperkuat struktur tanah, meningkatkan tutupan lahan, serta memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
Penanaman 500 pohon dilakukan pada Sabtu, 24 Januari 2026, dengan melibatkan mahasiswa, ARM HA-IPB, warga, dan perwakilan BPDAS Ciliwung. Bibit berasal dari Persemaian Modern Rumpin yang mencakup durian, mahoni, ketapang kencana, dan pucuk merah. Durian dan mahoni dipilih sebagai kombinasi fungsi konservasi dan potensi ekonomi masa depan, sedangkan ketapang kencana dan pucuk merah mendukung estetika dan kualitas lingkungan desa.
Dukungan Mitra dan Harapan Keberlanjutan Program
Program ABC dan penghijauan di Cijeruk merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN IPB, ARM HA-IPB, Pemerintah Desa Cijeruk, Destana, BPDAS Ciliwung, PT Pupuk Indonesia, dan Persemaian Modern Rumpin. PT Pupuk Indonesia mendukung program ini dengan menyalurkan pupuk untuk memastikan bibit memiliki media tanam kaya nutrisi sejak awal, sementara pemerintah desa membantu pendistribusian bibit dan penentuan titik penanaman prioritas.
Ketua Destana Cijeruk, Abdul Qodir Zaelani, berharap kerja sama ini berlanjut untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana berbasis data dan aksi nyata di lapangan. Di sisi lain, penanaman durian dan mahoni diharapkan menjadi investasi jangka panjang yang kelak memberikan pendapatan tambahan bagi warga, sementara vegetasi yang kuat membantu mencegah longsor dan menjaga fungsi resapan air desa secara berkelanjutan.
Bagi tim mahasiswa KKN Desa Cijeruk, kedua program ini menunjukkan bahwa data geospasial, edukasi kebencanaan, dan penghijauan dapat dirangkai menjadi satu paket solusi yang konkret. Desa Cijeruk kini tidak hanya memiliki peta kerawanan longsor, tetapi juga langkah awal mitigasi hijau yang dapat terus dikembangkan setelah program selesai.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


