mahasiswa giat 14 unnes edukasi cegah bullying sejak dini di sdn 02 kalisidi - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa GIAT 14 UNNES Edukasi Cegah Bullying sejak Dini di SDN 02 Kalisidi

Mahasiswa GIAT 14 UNNES Edukasi Cegah Bullying sejak Dini di SDN 02 Kalisidi
images info

Mahasiswa GIAT 14 UNNES Edukasi Cegah Bullying sejak Dini di SDN 02 Kalisidi


Mahasiswa GIAT 14 Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tengah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar kegiatan sosialisasi anti-bullying di SDN 02 Kalisidi. Kegiatan sosialiasi ini dilaksakan pada Jumat (9/1/2026) dan diikuti oleh siwa dan siswi kelas V dan VI.

Sosialisasi tersebut merupakan bentuk realisasi dari program kerja Desa Sadar Hukum yang diinisiasikan oleh Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata LPPM UNNES. Kegiatan ini menyasar siswa-siswi sekolah dasar sebagai langkah pencegahan perilaku bullying sejak usia dini.

“Tujuan kami melaksanakan program kerja di SD itu untuk mengenalkan nilai-nilai hukum sejak dini dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak,” ungkap Putri Villa, mahasiswi hukum sekaligus pemateri kegiatan tersebut.

“Hal ini agar siswa-siswi SD bisa membedakan mana perilaku yang baik dan mana yang tidak, sehingga ini menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan pemahaman tentang pendidikan karakter untuk diri mereka dan peraturan-peraturan hukum yang tidak boleh dilanggar,” tambahnya.

Momen Mahasiswi GIAT 14 UNNES Desa Kalisidi berinteraksi dengan siswi SDN 02 Kalisidi pada Jumat (9/1/2026). (Foto: Tim GIAT 14 UNNES Desa Kalisidi).
info gambar

Momen Mahasiswi GIAT 14 UNNES Desa Kalisidi berinteraksi dengan siswi SDN 02 Kalisidi pada Jumat (9/1/2026). (Foto: Tim GIAT 14 UNNES Desa Kalisidi).


Dalam kegiatan tersebut, terdapat sesi pemaparan materi, pemutaran vidio edukasi serta sesi tanya jawab. Tak hanya itu, terdapat pula sesi trauma healing, di mana siswa dan siswi diminta untuk mencurahkan perasaan, pendapat, dan pemikiran mereka terkait bullying melalui selembar sticky notes.

“Anak-anak kami ajak untuk memahami bahwa setiap tindakan memiliki aturan dan konsekuensi, dan tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain seperti bullying,” jelas Putri Villa.

Tak sampai di situ, tim GIAT 14 UNNES Desa Kalisidi juga menyerahkan media interaktif berupa karton bergambar pohon yang disebut sebagai pohon ungkapan. Media ini digunakan sebagai tempat menempelkan curahan perasaan, pendapat, dan pemikiran siswa-siswi agar kegiatan sosialisasi tidak terkesan monoton.

Mahasiswa/i berfoto bersama dengan siswa dan siswi SDN 02 Kalisidi seusai kegiatan sosialisasi anti-bullying pada Jumat (9/1/2026). (Foto: Tim GIAT 14 UNNES Desa Kalisidi). 
info gambar

Mahasiswa/i berfoto bersama dengan siswa dan siswi SDN 02 Kalisidi seusai kegiatan sosialisasi anti-bullying pada Jumat (9/1/2026). (Foto: Tim GIAT 14 UNNES Desa Kalisidi). 


Putri Villa selaku sang pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa terdapat alasan khusus dalam pemilihan SDN 02 Kalisidi sebagi sasaran sosialisasi. Salah satunya untuk memupuk rasa kesadaran hukum sedini mungkin.

“Anak-anak harus dibekali kesadaran hukum lebih awal. Karena bullying yang dibiarkan di tingkat SD beresiko berkembang menjadi tindak pidana serius seperti penganiayaan dan kekerasan. Oleh karena itu kita memilih tema anti-bullying guna menciptakan masyarakat taat hukum sedari usia dini,” terangnya.

Mahasiswa/i GIAT 14 UNNES Desa Kalisidi berfoto bersama dengan Kepala sekolah SDN 02 Kalisidi, Agnes Maryati, S.Pd.SD, seusai kegiatan sosialisasi anti-bullying terlaksana pada Jumat (9/1/2026). (Foto: Tim GIAT 14 UNNES Desa Kalisidi).
info gambar

Mahasiswa/i GIAT 14 UNNES Desa Kalisidi berfoto bersama dengan Kepala sekolah SDN 02 Kalisidi, Agnes Maryati, S.Pd.SD, seusai kegiatan sosialisasi anti-bullying terlaksana pada Jumat (9/1/2026). (Foto: Tim GIAT 14 UNNES Desa Kalisidi).


Pihak sekolah menyambut baik kegiatan sosialisasi anti-bullying tersebut dan menilai edukasi mengenai bullying sangat penting untuk dilakukan.

“Penting sekali, karena bullying itu marak ya, bahkan sampai (terjadi) kejadian-kejadian yang merugikan. Itu perlu diadakan edukasi program anti-bullying dan mungkin tidak hanya sekali atau dua kali, mungkin intens,” tutur Ibu Agnes Maryati, S.Pd.SD selaku kepala sekolah SDN 02 Kalisidi.

Ia pun berharap kegiatan sosialisasi anti-bullying dapat membentuk karakter siswa-siswi yang lebih baik, terutama dalam sikap dan perilaku sehari-hari.“Semoga terbentuk karakter anak-anak yang baik, disiplin, tertib dan sadar. Sadar secara dari dirinya, tidak seenaknya membully temannya,” tutup Ibu Agnes dengan harapan terhadap siswa dan siswinya.

Mahasiswa GIAT 14 UNNES berharap melalui kegiatan sosialisasi tersebut dapat tumbuh kesadaran hukum dalam diri siswa-siswi SDN 02 Kalisidi. Upaya ini sejalan dengan tagline yang diusung oleh UNNES yaitu Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

TA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.