Mahasiswa GIAT 14 Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar sosialisasi HIV dan pencegahan pernikahan dini dengan melibatkan Karang Taruna Desa Pagersari pada Sabtu (10/1/2026) lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja akan risiko kesehatan dan dampak sosial akibat minimnya edukasi sejak usia muda.
1. Mahasiswa GIAT 14 UNNES Gelar Sosialisasi HIV dan Pernikahan Dini

Koordinator Mahasiswa GIAT 14 UNNES menyampaikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi HIV dan pencegahan pernikahan dini. (Dokumentasi UNNES GIAT 14)
Kegiatan sosialisasi ini dirancang sebagai upaya edukasi preventif bagi remaja di Desa Pagersari. Mahasiswa GIAT 14 UNNES menyiapkan materi yang membahas HIV, AIDS, serta pencegahan pernikahan dini secara komprehensif dan mudah dipahami. Pendekatan ini dilakukan agar peserta dapat menerima informasi secara utuh tanpa rasa canggung.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dikemas secara interaktif untuk mendorong partisipasi peserta. Remaja diberikan ruang untuk bertanya dan berdiskusi mengenai isu yang dekat dengan kehidupan mereka. Dengan metode tersebut, sosialisasi diharapkan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga membangun kesadaran jangka panjang.
2. Karang Taruna Desa Pagersari Jadi Sasaran Utama Kegiatan Edukasi

Peserta Karang Taruna Desa Pagersari menyimak materi sosialisasi HIV dan pencegahan pernikahan dini. (Dokumentasi UNNES GIAT 14)
Sosialisasi HIV dan pencegahan pernikahan dini ini menitikberatkan pada peningkatan kesadaran remaja terhadap risiko kesehatan dan dampak sosial. Materi disusun untuk membantu peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta membuat keputusan yang tepat sejak usia muda. Pendekatan edukatif ini diharapkan mampu mendorong remaja lebih peduli terhadap masa depan mereka.
Penanggung jawab kegiatan, Artha, menyebut remaja menjadi sasaran utama karena perannya yang aktif dalam kehidupan sosial sehari-hari. “Sasaran kegiatan ini difokuskan pada remaja Karang Taruna Desa Pagersari karena remaja adalah kelompok yang paling aktif dalam pergaulan sehari-hari,” ujar Artha. Ia berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi remaja untuk saling mengingatkan dan menjaga diri.
3. Puskesmas Bergas Terlibat sebagai Narasumber Sosialisasi Kesehatan

Penyerahan sertifikat penghargaan kepada perwakilan Puskesmas Bergas sebagai narasumber sosialisasi HIV dan pencegahan pernikahan dini GIAT 14 UNNES. (Dokumentasi UNNES GIAT 14)
Untuk memperkuat materi sosialisasi HIV, mahasiswa GIAT 14 UNNES menggandeng Puskesmas Kecamatan Bergas sebagai narasumber. Bidan Puskesmas Bergas, Wirnani Pangestuti, A.Md.Keb, hadir memberikan pemaparan terkait HIV dan AIDS. Keterlibatan tenaga kesehatan bertujuan memastikan informasi yang disampaikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pentingnya pemahaman mengenai penularan HIV serta langkah pencegahannya. Materi disampaikan secara interaktif agar peserta lebih mudah memahami. Kehadiran Puskesmas Bergas juga menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa dan tenaga kesehatan dalam upaya edukasi masyarakat.
4. Materi Pernikahan Dini dari Sudut Pandang Hukum dan Kesehatan

Mahasiswi UNNES GIAT 14, Maria Eleos Tiurma Pakan, menyampaikan materi pencegahan pernikahan dini dari sudut pandang hukum. (Dokumentasi UNNES GIAT 14)
Selain sosialisasi HIV, kegiatan ini juga membahas pencegahan pernikahan dini. Materi disampaikan oleh mahasiswi Program Studi Hukum UNNES GIAT 14, Maria Eleos Tiurma Pakan. Ia menjelaskan pernikahan dini dari aspek hukum, kesiapan mental, serta dampaknya terhadap pendidikan dan masa depan remaja.
Pemaparan tersebut menekankan bahwa pernikahan dini berisiko menimbulkan berbagai permasalahan, baik dari sisi kesehatan reproduksi maupun sosial. Remaja diajak untuk memahami pentingnya perencanaan masa depan sebelum mengambil keputusan besar dalam hidup. Dengan pendekatan ini, peserta diharapkan lebih bijak dalam menyikapi tekanan lingkungan sekitar.
5. Remaja Karang Taruna Nilai Sosialisasi Bermanfaat bagi Masa Depan

Antusiasme peserta Karang Taruna Desa Pagersari terlihat saat mengikuti sesi ice breaking dalam kegiatan sosialisasi. (Dokumentasi UNNES GIAT 14)
Sejumlah peserta Karang Taruna Desa Pagersari menyambut baik kegiatan sosialisasi yang digelar mahasiswa GIAT 14 UNNES. Mereka menilai materi yang disampaikan relevan dengan kondisi remaja saat ini, terutama terkait kesehatan reproduksi dan perencanaan masa depan. Edukasi ini dianggap membantu remaja memahami risiko yang kerap diabaikan.
Salah satu peserta, Yongki, menyebut sosialisasi ini memberikan wawasan baru bagi remaja seusianya. “Sosialisasi ini bermanfaat bagi remaja, khususnya mereka yang berusia sekitar 20 tahunan,” ujar Yongki. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar remaja lebih sadar akan pentingnya pendidikan dan masa depan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa GIAT 14 UNNES berupaya mendorong peningkatan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan merencanakan masa depan sejak dini. Kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan Karang Taruna diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun generasi muda Desa Pagersari yang lebih sehat dan berdaya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


