Legenda Nunu Olai adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Wawonii, Sulawesi Tenggara. Legenda ini berkisah tentang seorang anak yatim piatu yang terusir dari daerahnya dan menjadi seorang saudagar kaya.
Bagaimana kisah dari legenda Nunu Olai tersebut?
Legenda Nunu Olai, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara
Dikutip dari buku Cerita Rakyat Wawonii (Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia), alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang anak laki-laki yang bernama Nunu Olai. Sejak kecil dia sudah menjadi yatim piatu karena kedua orangtuanya sudah meninggal dunia dan dibesarkan oleh bibinya.
Suatu waktu terjadi musim paceklik di kampung tempat Nunu Olai tinggal. Hal ini membuat masyarakat yang kesusahan hingga meninggal dunia akibat musim paceklik yang datang.
Ketua kampung kemudian menemui orang pintar untuk mencari sebab bencana yang datang tersebut. Orang pintar tersebut kemudian berkata jika ada seorang anak yatim piatu yang menjadi pembawa sial di kampung tersebut.
Setelah mendengarkan jawaban dari orang pintar ini, ketua kampung bersama para tetua kemudian bermusyawarah untuk mencari siapa anak yatim piatu yang dimaksud tersebut. Dari musyawarah tersebut diputuskan jika anak yatim yang dimaksud orang pintar tersebut adalah Nunu Olai.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mengusir Nunu Olai dari sana. Semua masyarakat, termasuk sang bibi setuju dengan keputusan tersebut.
Nunu Olai kemudian dibawa ke sebuah gua yang dihuni banyak nyamuk ganas. Sebelum berangkat, Nunu Olai meminta bibinya untuk disiapkan sebonggol jagung bakar sebagai bekal di sana.
Semua masyarakat kemudian mengantarkan dan meninggalkan Nunu Olai di gua tersebut. Nunu Olai tinggal seorang diri di sana sambil memegang jagung yang menjadi bekalnya.
Ternyata masih ada bara api yang tersisa di ujung jagung bakar tersebut. Akibatnya semua nyamuk yang ada di sana menjadi pergi karena terkena asap yang keluar dari api tersebut.
Keesokan harinya, semua masyarakat kembali ke sana untuk mengecek kondisi Nunu Olai. Namun anak yatim piatu tersebut masih sehat seperti sebelumnya.
Akhirnya Nunu Olai dibawa ke sebuah gua yang dihuni oleh seekor ular ganas. Sama seperti sebelumnya, Nunu Olai ditinggal seorang diri di sana.
Nunu Olai merasa kesepian di sana. Sesaat kemudian, muncul ular besar yang terlihat hendak menerkamnya.
Namun Nunu Olai tidak terlihat ketakutan sama sekali. Dia justru merasa senang karena ada makhluk lain yang menemaninya di sana.
Ular besar ini tentu merasa keheranan melihat hal tersebut. Dia pun bertanya mengapa Nunu Olai bisa ada seorang diri di sana.
Nunu Olai pun menjelaskan semua yang sudah dia alami sebelumnya. Mendengarkan cerita tersebut, ular besar itu merasa kasihan dan memberikan sebuah mustika pada Nunu Olai.
Dia berpesan agar mustika tersebut dibungkus tujuh lembar daun sirih. Jika tidak, cahaya yang dikeluarkan oleh mustika tersebut akan sangat menyilaukan.
Keesokan harinya, semua masyarakat kembali ke gua tersebut. Lagi-lagi Nunu Olai tetap sehat seperti hari sebelumnya.
Para tetua adat kembali memutar otak untuk mencari cara mengusir Nunu Olai. Akhirnya Nunu Olai dikirim dengan kapal salah satu saudagar yang hendak pergi dari kampung tersebut.
Nunu Olai akhirnya pergi meninggalkan kampung halamannya. Dia pun tumbuh besar di daerah yang tidak dikenal sebelumnya.
Lambat laun, Nunu Olai mulai tumbuh dewasa. Dia pun teringat dengan mustika yang pernah diberikan oleh ular besar ketika dikurung di gua dulunya.
Mustika Nunu Olai ternyata menjadi terkenal di kalangan masyarakat. Salah seorang saudagar kaya di sana kemudian tertarik untuk membeli mustika tersebut.
Dari hasil penjualan ini, Nunu Olai berhasil menjadi saudagar yang sukses. Dirinya yang dulu terusir dari kampung halamannya berhasil menjadi seorang yang kaya raya.
Meskipun demikian, Nunu Olai tidak berubah menjadi pribadi yang buruk. Dengan semua harta yang dia miliki, Nunu Olai selalu membantu orang yang membutuhkan di sekitarnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


