apakah gerd berbahaya kenali gejalanya - News | Good News From Indonesia 2026

Apakah GERD Berbahaya? Segera Kenali Gejalanya Sejak Dini

Apakah GERD Berbahaya? Segera Kenali Gejalanya Sejak Dini
images info

Apakah GERD Berbahaya? Segera Kenali Gejalanya Sejak Dini


Gastroesophageal reflux disease atau GERD menjadi salah satu penyakit yang kembali mendapat perhatian setelah kabar meninggalnya seorang publik figur Indonesia pada Jumat (23/01) lalu. Kabar ini cukup membuat kaget karena kematiannya yang diketahui secara tiba-tiba.

Dalam dunia medis, GERD merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini berlangsung lebih parah dibanding maag. Bahkan dari gejalanya, GERD dapat memicu kesakitan yang begitu hebat.

Ketika kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu cukup lama, hal ini dapat menumbuhkan rasa cemas yang berujung pada GERD anxiety. Dalam kondisi parah, GERD juga dapat memicu munculnya penyakit lain yang lebih berbahaya. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal ini, mari simak pembahasannya.

Penyakit GERD itu Seperti Apa?

Penyakit GERD itu seperti apa | Pexels | Monstera Production
info gambar

Penyakit GERD itu seperti apa | Pexels | Monstera Production


GERD adalah gejala perubahan mukosa akibat gangguan sistem saluran pencernaan. Hal ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus) yang menyebabkan rasa nyeri di bagian dada atau panas seperti terbakar dan pahit di mulut.

Penyakit ini memang umum terjadi pada pencernaan manusia. Namun jika dibiarkan, kondisi ini dapat memperburuk saluran pencernaan. GERD yang terus berulang dan dibiarkan, pada akhirnya dapat memicu rasa cemas yang berlebihan. Kondisi inilah yang disebut sebagai GERD anxiety.

baca juga

Gejala kecemasan akibat GERD anxiety terjadi lebih parah dibanding penyakit GERD tanpa rasa cemas berlebih. Ketika GERD anxiety kambuh, seseorang dapat merasa sesak napas, sakit kepala hebat, dan susah menelan secara tiba-tiba. Selain itu, mereka juga akan merasa pusing sampai mau jatuh hingga jantung berdegup kencang.

Apakah GERD dan Maag itu Sama?

GERD dan maag adalah dua penyakit yang sering dianggap sama oleh banyak orang. Jika dilihat dari pemicunya, keduanya memang disebabkan oleh kenaikan asam lambung. GERD memengaruhi kerongkongan yang mengakibatkan erosi pada mukosa esofagus, sedangkan maag mengiritasi dinding lambung.

Kendati demikian, keduanya memiliki gejala berbeda yang penting diketahui oleh penderita GERD maupun maag. Ketika penyakit maag kambuh, penderita akan mengalami kembung di perut bagian atas, nyeri ulu hati, dan ketika dipaksa makan, perut akan terasa penuh. Selain itu, gejala maag juga ditandai dengan buang angin atau sendawa berulang, rasa mual, hingga muntah.

Sementara ketika penyakit GERD kambuh, penderita tidak hanya akan merasakan sakit dan di ulu hati (heartburn), tetapi juga mual, pahit di mulut, hingga nyeri sampai kesulitan menelan. Dalam beberapa kondisi, penyakit ini dapat memicu batuk kronis, sakit tenggorokan, dan regurgitasi atau makanan yang masuk kembali ke mulut dari kerongkongan.

Apakah GERD Berbahaya?

Menurut Dr. Fauzan Azhari Sp.PD, FISQua, Spesialis Penyakit Dalam, GERD dapat menyebabkan komplikasi seperti esofagitis, striktur esofagus, dan meningkatnya risiko kanker esofagus.

Oleh karena itu, apabila Kawan GNFI merasakan nyeri dada parah, kesulitan menelan, muntah darah, hingga penurunan berat badan drastis, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

baca juga

Cara Mengatasi GERD

Cara Mengatasi GERD | Pexels | Cottonbro Studio
info gambar

Cara Mengatasi GERD | Pexels | Cottonbro Studio


Dalam dunia medis, GERD adalah penyakit yang bisa dicegah, ketika kondisinya belum terlalu parah. Pencegahan ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, diantaranya sebagai berikut.

1. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat yang dapat diterapkan adalah dengan membuat jadwal makan dan tidak terlambat mengonsumsinya, mengonsumsi makanan dalam jumlah cukup, tidak terburu-buru saat makan, dan hindari berbaring setelah makan.

Selain itu, GERD juga dapat dicegah dengan menjaga agar berat badan tetap stabil, menghindari kebiasaan merokok, tidak mengonsumsi alkohol, dan menghindari makanan-makanan yang dapat membuat perut iritasi. Misalnya, makanan pedas, asam, atau berlemak.

2. Memeriksakan Diri ke Dokter

Apabila gejala GERD sudah terlalu parah, penderita disarankan untuk periksa dan berkonsultasi dengan dokter. Dengan demikian, dokter dapat meresepkan obat-obatan yang cocok dan tepat digunakan.

Beberapa obat yang biasa diresepkan adalah obat-obatan dari golongan antasida dan h-2 receptor blockers, seperti famotidine, cimetidine, dan ranitidine. Selain itu, obat-obatan dari golongan pump inhibitors (PPIs), seperti omeprazole dan lansoprazole juga dapat digunakan sesuai resep dokter.

3. Meninggikan Kepala saat Tidur

Untuk mencegah gejala penyakit GERD kambuh dan menurunkan risikonya, penderita dapat mengatur posisi bantal agar lebih tinggi dari kaki. Gunakan batal yang tinggi sekitar 15-20 cm. Posisi ini memungkinkan asam lambung tidak mudah naik saat tidur.

baca juga

Itu dia penjelasan mengenai penyakit GERD, perbedaannya dengan maag, hingga cara penanganannya. Dapatkan informasi lebih lanjut mengenai GERD hanya dari sumber-sumber terpercaya atau konsultasikan gejalanya secara langsung ke dokter.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

UI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.