pulau liki pulau paling timur di indonesia yang punya kearifan lokal unik - News | Good News From Indonesia 2026

Pulau Liki, Pulau Paling Timur di Indonesia yang Punya Kearifan Lokal Unik

Pulau Liki, Pulau Paling Timur di Indonesia yang Punya Kearifan Lokal Unik
images info

Pulau Liki, Pulau Paling Timur di Indonesia yang Punya Kearifan Lokal Unik


Pulau yang terletak di ujung paling timur di Indonesia adalah di Pulau Liki, sebuah pulau kecil milik Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua. Dengan luas kurang leih 13,18 kilometer, Pulau Liki masuk ke dalam daftar pulau kecil dan terluar yang dimiliki Indonesia.

Sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penetapan Pulau-pulau Kecil Terluar, Pulau Liki berada di Samudra Pasifik dengan koordinat titik terluas (lintang dan bujur) 01° 34'26" S 138° 42'57" T.

Meskipun menjadi pulau paling timur di Indonesia, Pulau Liki bukan menjadi ujung atau titik paling timur di Indonesia. Titik paling timur di Indonesia adalah Muara Torasi di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Lokasi ini juga merupakan titik berbatasan dengan Papua Nugini dan dikenal dengan 0 KM Merauke.

Pulau Paling Timur di Indonesia dengan Kearifan Lokal Unik

Pula Liki termasuk dalam salah satu dari tiga pulau yang ada di gugusan Kepulauan Kumamba. Dua pulau lain yang ada di kepulauan itu adalah Armo dan Kosong. Ketiga pulau ini menjadi destinasi wisata favorit bagi pecinta snorkeling hingga surfing, karena wisata alamnya yang ciamik.

Penduduk Pulau Liki mayoritas berasal dari suku Sobey—salah satu suku terbesar yang ada di Kabupaten Sarmi. Namun, sebenarnya tak banyak masyarakat yang tinggal di Pulau Liki. Data terakhir yang tercatat, hanya ada sekitar 300-an orang saja yang bermukim di sana.

Mereka banyak yang berprofesi sebagai nelayan, bahkan sudah dikenal sebagai pelaut ulung. Banyak komoditi laut unggulan yang dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti ikan tuna, kakap merah, dan tenggiri untuk dijual ke Distrik Sarmi.

Uniknya, meskipun dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, masyarakat tidak serta merta dengan sesuka hati mengambil hasil laut di sekitarnya. Ada tradisi bernama Vetraw yang berarti larangan untuk menangkap hewan tertentu di darat maupun laut.

Kearifan lokal lain yang ada di sini adalah Abonfan Matilon, yaitu menutup wilayah laut dalam jangka waktu tertentu terhadap penangkapan kerang atau bia lola (Trocus niloticus). Hal ini bertujuan agar populasinya tidak punah.

Tak hanya itu, masyarakat juga hanya diperbolehkan untuk mengambil karang yang sudah mati untuk membangun rumah. Unik, ya!

Merangkum dari berbagai sumber, sistem pengaturan kampungnya menggunakan istilah Rukun Tetangga (RT) dan dipimpin oleh kepala suku yang disebut dengan Ondoafi. Ondoafi ini juga memiliki peran penting untuk menyambut tamu yang datang ke Pulau Liki dengan tradisi khas mereka.

Ada lima marga yang menghuni Pulau Liki, di antaranya Teno, Kiman, Weirau, Esries, dan Morsau. Teno sendiri menjadi nama marga yang paling banyak tinggal di Pulau Liki, sehingga Ondoafi yang dipilih berasal dari marga tersebut.

Akses ke Pulu Liki hanya dapat dilakukan via laut. Dari Kabupaten Sarmi, masyarakat maupun pelancong yang ingin ke Pulau Liki harus menyeberang dengan speedboat dengan waktu tempuh sekitar 45 menit hingga satu jam.

Keindahan Pulau Liki yang Memukau

Pulau Liki menawarkan keindahan alam yang memukau. Pantainya berpasir putih dengan air laut nan jernih dan terumbu karang yang indah. Bahkan, ada spot yang menawarkan wisata bahari dengan lumba-lumba yang berenang dan melompat bebas di lautan lepas.

Lokasinya yang sangat jauh dan cukup terpencil membuat pulau ini belum banyak terjaman wisatawan. Pemerintah Kabupaten Sarmi pun merencanakan agar pulau ini bisa dijadikan destinasi wisata nasional.

Di sisi lain, untuk menjaga pulau paling timur di Indonesia ini, ada penjagaan khusus yang dilakukan oleh Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Sarmi, yakni dengan melakukan pengamanan di sekitar Pulau Liki. Sering dilakukan patrol untuk memantau situasi serta keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah itu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.