investasi di kaltim semakin menggeliat akankah sektor industri geser dominasi tambang - News | Good News From Indonesia 2026

Investasi di Kaltim Semakin Menggeliat, Akankah Sektor Industri Geser Dominasi Tambang?

Investasi di Kaltim Semakin Menggeliat, Akankah Sektor Industri Geser Dominasi Tambang?
images info

Investasi di Kaltim Semakin Menggeliat, Akankah Sektor Industri Geser Dominasi Tambang?


Laporan resmi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Timur menunjukkan angka investasi hingga September 2025 berada pada angka Rp70,43 triliun.

Jumlah ini setara dengan 88,20 persen dari target tahunan yang ditetapkan pemerintah daerah sehingga aktivitas penanaman modal berjalan sesuai dengan proyeksi yang ada. Pada periode Juli hingga September 2025 saja, modal yang masuk tercatat sebesar Rp26,95 triliun sehingga terdapat kenaikan sebesar 16,17 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Arus modal tersebut tersebar ke dalam 34.529 paket proyek yang sedang berjalan di berbagai kabupaten dan kota di wilayah Kalimantan Timur. Aktivitas ini memberikan pengaruh pada penyerapan 62.846 tenaga kerja hingga akhir kuartal ketiga tahun 2025 sehingga pasar kerja lokal mendapatkan tambahan ketersediaan lapangan kerja secara bertahap

Dalam lingkup nasional, Kalimantan Timur berada di peringkat keenam untuk total realisasi investasi sehingga provinsi ini tetap menjadi wilayah tujuan modal di luar Pulau Jawa.

 

Pergerakan Modal Domestik di Balikpapan

Berdasarkan data DPMPTSP, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp23,46 triliun dari total 8.801 proyek sepanjang kuartal ketiga tahun 2025.

Kota Balikpapan menjadi lokasi dengan minat investasi tertinggi bagi pemodal domestik sehingga mencatatkan angka sebesar Rp9,54 triliun. Kabupaten Kutai Timur menyusul dengan nilai sebesar Rp5,59 triliun sehingga diikuti oleh Kabupaten Kutai Kartanegara yang mencatatkan realisasi sebesar Rp2,27 triliun pada periode yang sama.

Dilihat dari klasifikasi sektor usaha, industri kimia dan farmasi mencatatkan nilai investasi tertinggi pada kategori PMDN dengan angka mencapai Rp7,16 triliun. Sektor pertambangan berada di posisi kedua dengan nilai Rp5,72 triliun sehingga menunjukkan adanya aktivitas modal yang cukup besar pada bidang industri pengolahan di wilayah tersebut.

Pertumbuhan pada sektor kimia ini dikerjakan untuk memperkuat struktur manufaktur daerah sehingga ketergantungan pada ekspor bahan mentah dapat dikurangi melalui proses hilirisasi yang sedang berjalan di kawasan industri.

 

Dinamika Penanaman Modal Asing dan Pergeseran Negara Investor

Ketertarikan investor global terhadap potensi ekonomi di Kalimantan Timur terlihat dari nilai Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencapai Rp3,49 triliun pada kuartal III/2025.

Kabupaten Kutai Timur menjadi wilayah penerima modal asing terbesar sehingga disusul oleh Kutai Kartanegara dan Balikpapan di posisi berikutnya. Meskipun sektor pertambangan masih menjadi daya tarik bagi perusahaan luar negeri dengan porsi 26,88 persen, data menunjukkan mulai adanya aktivitas pada sektor jasa dan perdagangan.

Terdapat perubahan mengenai komposisi negara asal investor pada periode Juli hingga September 2025.

Mauritius menempati posisi teratas dengan nilai investasi sebesar US$45,60 juta dari tiga proyek besar yang terdaftar. Singapura berada di peringkat kedua dengan nilai US$45,39 juta melalui 332 proyek sehingga disusul oleh Prancis senilai US$29,50 juta. Secara keseluruhan, terdapat 31 negara yang tercatat menanamkan modalnya untuk memperkuat struktur ekonomi di wilayah ini sepanjang kuartal ketiga.

 

Penyerapan Tenaga Kerja di Sektor Jasa dan Transportasi

Aliran modal yang masuk digunakan untuk membantu ketersediaan lapangan kerja bagi penduduk lokal di tengah angka pengangguran yang berada pada level 5,18 persen pada Maret 2025.

Selama kuartal ketiga saja, sebanyak 19.200 orang mulai masuk ke pasar kerja melalui berbagai proyek PMDN dan PMA yang mulai beroperasi di lapangan. Sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak pada kategori modal dalam negeri dengan persentase mencapai 58,08 persen.

Selain sektor lahan, industri makanan serta sektor transportasi mulai menunjukkan pergerakan aktivitas yang stabil di beberapa daerah. Ribuan proyek di bidang transportasi, pergudangan, dan komunikasi mulai beroperasi sehingga membuka peluang bagi tenaga kerja di sekitar lokasi distribusi dan gudang logistik.

Data DPMPTSP menyatakan bahwa capaian 88,20 persen hingga kuartal ketiga memberikan dasar untuk memenuhi target akhir tahun 2025. Saat ini, Kalimantan Timur menempati peringkat ketiga nasional untuk realisasi PMDN di bawah Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Meskipun peringkat untuk PMA berada di posisi ke-16 secara nasional, akumulasi total investasi tetap menempatkan wilayah ini dalam daftar sepuluh besar daerah tujuan investasi yang kompetitif di Indonesia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.