pengertian dan fungsi resistor dalam rangkaian elektronika - News | Good News From Indonesia 2026

Pengertian dan Fungsi Resistor dalam Rangkaian Elektronika

Pengertian dan Fungsi Resistor dalam Rangkaian Elektronika
images info

Pengertian dan Fungsi Resistor dalam Rangkaian Elektronika


Dalam dunia elektronika modern, berbagai perangkat yang kita gunakan sehari-hari seperti smartphone, komputer, televisi, hingga peralatan rumah tangga tidak akan berfungsi dengan baik tanpa kehadiran komponen-komponen penting di dalamnya.

Salah satu komponen fundamental yang memiliki peran krusial adalah resistor. Komponen kecil ini mungkin terlihat sederhana. Namun, memiliki fungsi vital dalam mengatur aliran listrik pada setiap rangkaian elektronika.

Apa Itu Resistor?

Resistor merupakan komponen elektronika yang berfungsi memberikan hambatan terhadap aliran arus listrik dalam suatu rangkaian.

Komponen ini tergolong sebagai komponen pasif karena tidak memerlukan arus listrik eksternal untuk dapat bekerja. Resistor dirancang khusus untuk mengatur tegangan dan arus listrik dengan resistansi atau hambatan tertentu.

Secara fisik, resistor umumnya terbuat dari bahan karbon dan keramik yang dibentuk menjadi tabung kecil. Bahan karbon dipilih karena memiliki sifat resistif yang stabil, kemudian dilapisi dengan film pelindung untuk menjaga komponen tetap awet dan terlindungi dari pengaruh lingkungan.

Ukuran fisik resistor bervariasi tergantung pada kapasitas daya yang dimilikinya. Semakin besar nilai resistansi dan daya yang dapat ditangani, semakin besar pula diameter tabung resistor tersebut.

baca juga

Prinsip Kerja Resistor

Cara kerja resistor didasarkan pada hukum Ohm, yaitu hukum dasar dalam kelistrikan yang menjelaskan hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan.

Menurut hukum Ohm, nilai hambatan resistor berbanding terbalik dengan jumlah arus yang melewatinya. Hubungan ini dapat dinyatakan dalam rumus:

V=I × R

Di mana:

  • V adalah tegangan listrik yang diukur dalam satuan Volt
  • I adalah arus listrik yang mengalir dengan satuan Ampere
  • R adalah nilai hambatan resistor dalam satuan Ohm

Dari rumus tersebut dapat dipahami bahwa semakin besar nilai hambatan resistor, maka semakin kecil arus yang dapat mengalir pada tegangan tertentu.

Sebaliknya, resistor dengan nilai hambatan kecil akan memungkinkan arus yang lebih besar mengalir.

Papan rangkaian elektronika PCB menampilkan resistor dan komponen elektronik lainnya dalam aplikasi nyata.
info gambar

Sumber: pixabay.com


Fungsi Utama Resistor

1. Pembatas Arus Listrik: Fungsi utama resistor adalah membatasi aliran arus listrik yang melewati suatu komponen. Hal ini sangat penting untuk melindungi komponen elektronik lain yang sensitif terhadap arus berlebih, seperti LED, transistor, atau IC, agar tidak rusak akibat arus yang terlalu besar.

2. Pembagi Tegangan: Resistor dapat disusun dalam rangkaian tertentu untuk membagi tegangan input menjadi tegangan output yang lebih kecil sesuai kebutuhan. Fungsi ini sangat berguna ketika suatu komponen memerlukan tegangan kerja yang lebih rendah dari sumber tegangan yang tersedia.

3. Pengatur Arus Listrik: Dengan nilai hambatan yang tepat, resistor dapat mengatur besaran arus yang mengalir dalam rangkaian sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh komponen elektronik tertentu.

4. Penurun Tegangan: Resistor dapat berfungsi menurunkan level tegangan pada titik tertentu dalam rangkaian, memungkinkan berbagai komponen dengan kebutuhan tegangan berbeda dapat bekerja dalam satu sistem yang sama.

5. Aplikasi Khusus Lainnya: Resistor juga digunakan dalam berbagai aplikasi teknis seperti regulator tegangan referensi, jaringan dekoding, peralatan pengukuran presisi, dan sebagai standar kalibrasi untuk alat ukur resistansi.

baca juga

Jenis-Jenis Resistor

1. Fixed Resistor (Resistor Tetap)

Resistor tetap adalah jenis resistor yang memiliki nilai hambatan konstan atau tidak dapat diubah. Nilai resistansi pada resistor ini dapat diidentifikasi melalui kode warna atau angka yang tertera pada badan resistor. Berdasarkan bahan pembuatannya, resistor tetap dibagi menjadi:

  • Resistor Karbon: Terbuat dari komposisi karbon dan merupakan jenis yang paling umum digunakan karena harganya ekonomis
  • Resistor Film Karbon: Memiliki akurasi lebih tinggi dibanding resistor karbon biasa dengan lapisan film karbon tipis
  • Resistor Film Logam: Menawarkan presisi tinggi dan stabilitas suhu yang baik, cocok untuk aplikasi yang memerlukan toleransi ketat

2. Variable Resistor (Resistor Variabel)

Resistor variabel memiliki nilai hambatan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan. Jenis ini sangat berguna untuk aplikasi yang memerlukan pengaturan dinamis. Resistor variabel terdiri dari:

  • Potensiometer: Nilai hambatannya dapat diubah dengan memutar poros menggunakan tuas atau knob yang tersedia. Nilai maksimal resistansi tertera dalam kode angka pada badan komponen. Potensiometer banyak digunakan pada volume control perangkat audio atau pengatur kecerahan lampu
  • Trimpot: Mirip dengan potensiometer, tetapi penyesuaiannya dilakukan menggunakan obeng dan biasanya hanya disetel sekali saat instalasi. Trimpot umum digunakan untuk kalibrasi rangkaian elektronik
  • Rheostat: Resistor variabel dengan daya besar yang biasa digunakan untuk mengatur arus pada beban dengan daya tinggi

3. Thermal Resistor (Thermistor)

Thermistor adalah jenis resistor khusus yang nilai hambatannya berubah sesuai dengan perubahan temperatur di sekitarnya. Karakteristik ini menjadikan thermistor ideal untuk aplikasi sensor suhu. Thermistor dibedakan menjadi:

  • NTC (Negative Temperature Coefficient): Nilai hambatannya menurun ketika suhu meningkat
  • PTC (Positive Temperature Coefficient): Nilai hambatannya naik saat suhu bertambah tinggi
  • CTR (Critical Temperature Resistor): Resistansinya menurun drastis saat suhu mencapai titik kritis tertentu
baca juga

4. Light Dependent Resistor (LDR)

LDR adalah resistor yang nilai hambatannya dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang diterimanya. Semakin terang cahaya yang mengenai LDR, semakin rendah nilai hambatannya, dan sebaliknya.

Komponen ini banyak diaplikasikan pada sistem lampu otomatis, alarm keamanan, atau sensor cahaya pada kamera.

Resistor karbon dengan kode gelang warna yang menunjukkan nilai hambatan listrik.
info gambar

Sumber: pixabay.com


Kapasitas Daya Resistor

Setiap resistor memiliki rating daya maksimum yang menunjukkan kemampuannya menangani disipasi panas. Kapasitas daya standar resistor yang umum dijumpai adalah 1/8 watt, 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt.

Untuk resistor dengan kemasan fisik besar, informasi kapasitas daya biasanya tertulis langsung pada badannya.

Pemilihan resistor dengan kapasitas daya yang tepat sangat penting untuk mencegah kerusakan akibat overheating. Resistor yang dipaksa bekerja melebihi kapasitas dayanya akan mengalami kenaikan suhu berlebihan, bahkan bisa terbakar dan merusak komponen lain dalam rangkaian.

Oleh karena itu, dalam perancangan rangkaian elektronik, perhitungan daya pada resistor harus dilakukan dengan cermat sebagai bentuk efisiensi biaya dan keamanan sistem.

Resistor: Komponen Kecil dengan Peran Besar

Dari penjelasan di atas, terlihat jelas bahwa resistor bukanlah sekadar komponen elektronik biasa. Meskipun ukurannya kecil dan bentuknya sederhana, resistor memainkan peran vital dalam mengontrol aliran listrik, melindungi komponen sensitif, dan memastikan setiap rangkaian elektronika bekerja sesuai desain yang diinginkan.

Pemahaman mendalam tentang jenis, fungsi, dan cara kerja resistor menjadi fondasi penting bagi siapa saja yang ingin terjun ke dunia elektronika, baik sebagai hobi maupun profesi.

Dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang pesat, resistor tetap mempertahankan posisinya sebagai komponen esensial yang tidak tergantikan dalam berbagai inovasi perangkat elektronik masa kini dan masa depan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AD
BF
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.