lembah purba sukabumi menjelalajahi curug kembar dan jembatan gantung di kaki gede pangrango - News | Good News From Indonesia 2026

Lembah Purba Sukabumi, Menjelalajahi Curug Kembar dan Jembatan Gantung di Kaki Gede Pangrango

Lembah Purba Sukabumi, Menjelalajahi Curug Kembar dan Jembatan Gantung di Kaki Gede Pangrango
images info

Lembah Purba Sukabumi, Menjelalajahi Curug Kembar dan Jembatan Gantung di Kaki Gede Pangrango


Kalau Kawan ingin mencari suasana petualangan di tengah hutan tropis maka Lembah Purba di Situ Gunung Sukabumi adalah lokasi yang sangat sesuai untuk dikunjungi.

Berada di dalam wilayah administrasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) destinasi ini menawarkan pemandangan lembah yang dikelilingi oleh pepohonan tua yang menjulang tinggi. Nama lembah ini diambil dari keberadaan pohon-pohon purba yang mengitari area Curug Kembar sehingga sehingga memberikan kesan lingkungan yang masih sangat terjaga keasliannya.

Kawasan ini terletak di Kecamatan Kadudampit dengan jarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Sukabumi atau sekitar 35 menit perjalanan darat. Jika datang dari Jakarta waktu tempuh berkisar antara tiga hingga empat jam tergantung pada kondisi lalu lintas di jalur Tol Jagorawi dan Ciawi. Destinasi ini dikelola secara terpadu dengan berbagai wahana yang memanfaatkan bentang alam alami tanpa merusak ekosistem yang ada di sekitarnya.

Salah satu yang juga dari Lembah Purba adalah sistem paket wisatanya yang tertata berdasarkan tingkat kesulitan jalur trekking dan fasilitas yang didapatkan pengunjung. Hal ini memudahkan Kawan untuk menyesuaikan jenis petualangan yang ingin dijalani sesuai dengan kemampuan fisik masing-masing.

 

Sekilas Mengenai Bentang Alam dan Jembatan Gantung Terpanjang

Bentang alam Lembah Purba didominasi oleh perbukitan terjal dan aliran sungai yang bermuara di beberapa air terjun. Titik utama yang sering dikunjungi adalah Curug Kembar yang merupakan dua air terjun dengan debit air serupa yang letaknya bersebelahan. Dahulu akses menuju air terjun ini memerlukan waktu trekking hingga 1,5 jam namun saat ini jalur telah dipermudah melalui pembangunan jembatan gantung yang mempersingkat waktu tempuh.

Lembah ini memiliki jembatan gantung sepanjang 535 meter yang membentang di atas hutan tropis dari Pangrango Resto menuju Posko Ekspedisi. Jembatan ini dibangun secara manual tanpa bantuan alat berat untuk meminimalkan dampak kerusakan lingkungan di bawahnya. Untuk menjaga keamanan pengelola membatasi kapasitas jembatan hanya untuk 90 orang dalam satu waktu dengan sistem pemindaian kode otomatis yang mengatur antrean pengunjung.

Selain jembatan gantung bentang alamnya juga dapat dinikmati melalui wahana flying fox sepanjang 735 meter yang melintasi area hutan dan danau. Ada juga wahana Keranjang Sultan yaitu kursi rotan yang meluncur di atas aliran sungai sepanjang 100 meter sehingga sehingga memberikan sudut pandang berbeda terhadap vegetasi hutan di bawahnya.

 

Rincian Paket Wisata dan Jalurnya

Pengelola Lembah Purba menyediakan beberapa pilihan jalur masuk dengan fasilitas yang berbeda-beda untuk setiap kategorinya.

Jalur Hijau dengan tarif Rp100.000 per orang merupakan jalur VIP yang paling dekat menuju area wisata utama dengan jarak tempuh sekitar 1,5 kilometer. Fasilitas yang didapatkan mencakup makanan pembuka seperti bakso atau bubur kacang serta akses penuh ke jembatan gantung, Curug Sawer, dan Keranjang Sultan.

Bagi Kawan yang menginginkan tantangan lebih terdapat Jalur Kuning dengan tarif Rp75.000 yang menempuh jarak sekitar 2,5 kilometer melalui trek yang lebih menantang. Sementara Jalur Merah dengan tarif Rp50.000 memiliki rute terpanjang mencapai 3,7 kilometer melalui Jembatan Anggrek yang berliku dan menanjak. Paket ini biasanya dipilih oleh mereka yang ingin merasakan sensasi mendaki lebih lama di dalam kawasan hutan nasional.

Tersedia juga paket Ekspedisi Lembah Purba seharga Rp300.000 bagi pencinta petualangan yang ingin menjelajah lebih jauh. Dalam paket ini pengunjung akan dipandu menyusuri hutan sejauh enam kilometer selama tiga jam perjalanan pergi-pulang dengan melintasi delapan jembatan gantung dalam berbagai ukuran. Fasilitas keamanan lengkap dan pemandu disediakan untuk menjamin keselamatan selama ekspedisi berlangsung.

 

Fasilitas Akomodasi dan Jam Operasional Lokasi

Fasilitas di area Lembah Purba sudah sangat memadai untuk kebutuhan pengunjung mulai dari area istirahat hingga toilet bersih yang dilengkapi air hangat.

Bagi yang ingin bermalam tersedia area glamping dengan berbagai tipe dan kapasitas antara dua hingga enam orang dengan harga sewa mulai dari Rp950.000 hingga Rp1,7 juta per unit. Lokasi penginapan tersebar di tiga titik utama yaitu di dekat danau dan di sekitar area jembatan gantung.

Lembah Purba beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB pada hari kerja. Saat akhir pekan atau musim liburan jam operasional diperpanjang hingga pukul 17.00 WIB agar pengunjung memiliki waktu lebih lama untuk menyelesaikan rute trekking. Karena lokasinya berada di pegunungan suhu udara di sini cukup sejuk sehingga sehingga pengunjung disarankan untuk menggunakan pakaian yang nyaman dan sepatu khusus trekking yang tidak licin.

Fasilitas makan dan minum juga tersedia di beberapa titik seperti Balcony Resto dan Valley Resto yang menyajikan hidangan lokal. Sistem tiket yang sudah mencakup makanan pembuka membuat pengunjung tidak perlu khawatir akan kebutuhan energi saat baru memulai perjalanan.

 

Tips Kunjungan dan Perlengkapan yang Harus Dibawa

Agar perjalanan Kawan ke Lembah Purba berjalan lancar sangat disarankan untuk datang lebih awal guna menghindari antrean panjang di jembatan gantung.

Kondisi fisik yang sehat sangat diperlukan terutama bagi yang memilih jalur ekspedisi atau jalur merah yang menanjak. Pastikan untuk selalu memeriksa prakiraan cuaca karena aktivitas di luar ruangan akan lebih aman dilakukan saat cuaca cerah tanpa kabut tebal.

Perlengkapan wajib yang harus dibawa antara lain adalah sepatu trekking dengan daya cengkeram yang kuat, topi pelindung matahari, dan jas hujan plastik sebagai antisipasi cuaca pegunungan yang mudah berubah. Selalu sediakan kantong plastik untuk membawa pulang sampah pribadi agar kebersihan taman nasional tetap terjaga. Kawan juga dilarang memberi makan satwa liar yang ditemui di sepanjang jalur trekking demi menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Jika memiliki riwayat penyakit tertentu seperti jantung atau vertigo sebaiknya berkonsultasi dengan petugas sebelum memutuskan untuk mencoba wahana ketinggian seperti jembatan gantung atau flying fox. Ketaatan terhadap instruksi petugas pemandu sangat penting demi kelancaran aktivitas selama berada di dalam kawasan Lembah Purba.

 

Ayo Rasakan Sensasi Petualangan di Lembah Purba Sukabumi

Berjalan di atas jembatan gantung terpanjang di Asia dan melihat kemegahan Curug Kembar akan memberikan pengalaman wisata alam yang sangat membekas di Sukabumi. Kedamaian hutan tropis Gunung Gede Pangrango adalah tempat yang tepat untuk melepaskan penat dari kebisingan kota.

Jadi kapan Kawan akan mengunjungi Lembah Purba di Sukabumi ini?

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.