kenalan dengan kabupaten yahukimo kabupaten dengan kecamatan terbanyak di indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Kenalan dengan Kabupaten Yahukimo, Kabupaten dengan Kecamatan Terbanyak di Indonesia

Kenalan dengan Kabupaten Yahukimo, Kabupaten dengan Kecamatan Terbanyak di Indonesia
images info

Kenalan dengan Kabupaten Yahukimo, Kabupaten dengan Kecamatan Terbanyak di Indonesia


Bukan di Jawa, tahukah Kawan GNFI jika kabupaten di Indonesia yang memiliki jumlah kecamatan terbanyak justru ada di Papua? Adalah Kabupaten Yahukimo, sebuah kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan yang ternyata memiliki lebih dari 50 kecamatan.

Data Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 300.22.2-2138 Tahun 2025 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau, kabupaten yang memiliki luas sekitar 16.365,938 km2 ini memiliki 51 distrik atau kecamatan. Jumlah ini menjadi yang paling banyak di Indonesia.

Distrik atau kecamatan itu adalah Anggruk, Ninia, Silimo, Samenage, Nalca, Dekai, Obio, Suru, Wusama, Amuma, Musaik, Pasema, Hogio, Mugi, Soba, Werima, Tangma, Ukha, Panggema, Kosarek, Nipsan, Ubahak, Pronggoli, Walma, Yahuliambut, Hereapini, Ubalihi, Talambo, Puldama, Endomen, Kona, Dirwemna, Holuwon, Lolat, Soloikma, Sela, Korupun, Langda, Bomela, Suntamon, Seradala, Sobaham, Kabianggama, Kwelamdua, Kwikma, Hilipuk, Duram, Yogosem, Kayo, dan Sumo.

Sebagai informasi, kabupaten lain yang juga memiliki jumlah kecamatan yang sangat banyak adalah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan 47 kecamatan.

Kenapa Papua Menggunakan Istilah “Distrik”, Bukan “Kecamatan”?

Kawan GNFI, rakyat Papua tidak menggunakan istilah “kecamatan” seperti halnya masyarakat Indonesia pada umumnya. Mereka menggunakan istilah “distrik” untuk menyebut kecamatan. Mengapa demikian?

Melansir dari Kantor Pemilihan Umum Papua Pegunungan, penyebutan dan penggunaan distrik sudah dipakai sejak masa kolonial. Berbeda dengan daerah lainnya yang menggunakan kecamatan, Papua mendapatkan status khusus sebagai daerah Otonomi Khusus Papua yang melegalkan penggunaan kata “distrik” sebagai padanan dari kecamatan.

Dalam penerapannya, distrik merupakan wilayah kerja yang setara dengan kecamatan. Artinya, fungsi, wewenang, dan posisinya sama persis dengan kecamatan di provinsi lain—sesuai dengan Undang-Undang Otonomi Khusus Nomor 21 Tahun 2001 dan Undang-Undang Pemerintahan Daerah Nomor 23 Tahun 2014.

Profil Singkat Kabupaten Yahukimo

Kabupaten Yahukimo merupakan hasil pemekaran Kabupaten Jayawijaya yang berawal dari beberapa distrik induk, seperti Kurima, Ninia, dan Anggruk. Kemudian, melalui Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002, Kabupaten Yahukimo didirikan. Peresmiannya dilakukan pada 11 Desember 2003.

Kabupaten Yahukimo beribu kota di Sumohai. Akan tetapi, karena keterbatasan fasilitas, pusat pemerintahannya untuk sementara berada di Dekai.

Letak kabupaten ini berada di kawasan pegunungan yang cukup sulit diakses. Akibatnya, pembangunan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah yang serius dan menantang bagi pemerintah.

Pada 2016, untuk membantu mobilisasi masyarakat setempat, Bandara Nop Goliat Dekai diresmikan. Bandara ini menjadi pusat ditribusi logistik di wilayah Papua Pegunungan yang masih susah dijangkau melalui jalur darat.

Merangkum dari papua.bpk.go.id yang dikelola Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Papua, 60 persen wilayah Yahukimo adalah pegunungan. Bahkan, 90 persen dari total wilayahnya masih berupa hutan.

Hutan Yahukimo sangat kaya. Banyak komoditas yang dihasilkan, mulai dari kelapa hutan, buah merah, pohon kasuari, gaharu, rotan, dan banyak lainnya. Perekonomiannya ditopang oleh pertanian, utamanya tanaman pangan nonpadi.

Hanya sekitar 8,5 persen luas lahan yang bisa dimanfaatkan di sana. Padi pun belum menyebar ke seluruh daerah di Yahukimo, kecuali di Distrik Suru Suru. Di beberapa distrik, banyak masyarakat yang memanfaatkan tanahnya untuk berternak.

Kawan GNFI, selain memiliki banyak kecamatan, Yahukimo juga memiliki jumlah kampung atau desa yang besar, yakni 510 kampung. Meskipun demikian, hanya ada satu kelurahan di sana. Kelurahan tersebut terletak di Distrik Kurima.

Arti Nama Yahukimo

Bukan sekadar nama, usut punya usut, nama “Yahukimo” ternyata merupakan akronim dari empat nama suku besar yang ada di wilayah tersebut. Suku-suku itu adalah Yali, Hubla, Kimyal, dan Momuna.

Keempatnya adalah kelompok masyarakat asli yang sudah lama mendiami kawasan pegunungan Papua, sehingga nama “Yahukimo” menjadi penghormatan kepada empat suku tersebut yang dianggap sebagai pendiri dan penjaga kehidupan sosial di wilayah itu.

Namun, sebetulnya ada sekitar 12 suku yang hidup berdampingan dengan rukun di Yahukimo, yaitu suku Una-Ukam, Mek, Yalimek, Ngalik, Tokuni, Obini, Korowai, Duuwe, Obukain, Kopkaka, dan Bese. 12 suku ini memiliki bahasa yang berbeda-beda, menjadikan Kabupaten Yahukimo sebagai kawasan yang unik dan kaya akan budaya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.