Mantan presiden Yugoslavia, Josip Broz Tito diketahui pernah melakukan kunjungan kenegaraan pada 1958 silam. Kunjungan ini merupakan undangan langsung dari presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno pada waktu itu.
Dalam kunjungannya ini, Josip Broz Tito diketahui sempat menyambangi beberapa daerah di Indonesia. Beberapa daerah yang didatangi oleh presiden Yugoslavia yang menjabat dari 1953 hingga 1980 tersebut di antaranya Jakarta, Bandung, Bogor, hingga Bali.
Terdapat berbagai kegiatan yang dijalani oleh Josip Broz Tito dalam kunjungan tersebut. Salah satu kegiatan penting yang dijalani dalam kunjungan kenegaraan ini adalah adanya perundingan yang diselenggarakan antara kedua negara, Yugoslavia dan Indonesia di Bogor dan Bali.
Meskipun demikian, aktivitas yang dijalani mantan presiden Yugoslavia tersebut tidak hanya seputar kegiatan resmi kenegaraan saja. Ada juga beberapa aktivitas ringan lainnya yang juga dijalani oleh Tito ketika berkunjung ke Indonesia pada waktu itu.
Lantas bagaimana serba-serbi kunjungan Tito ke Indonesia pada 1958 tersebut?
Kedatangan Josip Broz Tito ke Indonesia pada 1958
Dikutip dari artikel "Beratus2 dan Puluhan Ribu Rakjat Sambut Pres. Tito" dalam surat kabar Nasional edisi 24 Desember 1958, rombongan kenegaraan dari Yugoslavia ini tiba di Indonesia pada Selasa, 23 Desember 1958. Tito beserta rombongan tiba di Indonesia dengan menggunakan kapal Brod Mila Galeb yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok pada waktu itu.
Kedatangan rombongan dari Yugoslavia ini disambut langsung oleh Ir. Soekarno. Beberapa petinggi negara Indonesia juga hadir dalam penyambutan yang diselenggarakan di Pelabuhan Tanjung Priok.
Pada saat kedatangannya, Tito menyampaikan rasa gembira atas kedatangannya ke Indonesia waktu itu. Dia bahkan berkeinginan untuk mengunjungi Indonesia sejak lama, tetapi baru terealisasikan pada saat itu.
Kedatangan rombongan Tito di Pelabuhan Tanjung Priok pada 23 Desember 1958 menjadi awal dari kunjungan kenegaraan yang dilakukan pada waktu itu.
Bermain Angklung di Bandung
Memasuki hari kedua, rombongan Tito melakukan beberapa rangkaian kegiatan di Jakarta. Sore harinya, rombongan ini mulai bergerak menuju Bandung.
Salah satu kegiatan resmi yang dijalani oleh Tito di Bandung adalah pemberian gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Padjadjaran untuk bidang Ilmu Hukum. Gelar ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan kontribusi Tito, khususnya bagi negara Yugoslavia pada waktu itu.
Upacara pemberian gelar ini diselenggarakan pada Kamis sore, 25 Desember 1958. Malam harinya, rombongan kenegaraan dari Yugoslavia ini kemudian disambut dengan pementasan malam kesenian begitu tiba di Hotel Savoy Homann Bandung.
Dinukil dari artikel "Kursus Angklung Kilat utk Para Tamu Agung" dalam surat kabar Nasional edisi Sabtu, 27 Desember 1958, rombongan kenegaraan ini disambut dengan pertunjukan angklung yang dimainkan oleh siswa SMP 11 Bandung. Ada juga pertunjukan kesenian silat yang ditampilkan setelah pementasan angklung tersebut.
Para tamu yang datang juga diberikan kursus kilat untuk bermain angklung pada waktu itu. Tito, Soekarno, serta beberapa petinggi negara lain yang turut hadir mendapatkan pelatihan singkat yang diberikan oleh Kepala Djawatan Kebudayaan Djawa Barat saat itu, Daeng Sutisna.
Pelatihan singkat ini ternyata membuahkan hasil. Sebab para tamu yang hadir bisa memainkan lagu "Sarinande" dari hasil pembelajaran bermain angklung tersebut.
Hadiah Kulit Macan Kumbang
Josip Broz Tito juga mendapatkan istimewa saat melakukan kunjungannya ke Bandung. Dirinya mendapatkan hadiah kulit macan kumbang hitam yang diberikan langsung saat rombongan tiba di Hotel Savoy Homann Bandung.
Dilihat dari artikel "Matjan Kumbang untuk Presiden Tito" dalam surat kabar Nasional edisi Jumat, 26 Desember 1958, macan kumbang ini dulunya ditangkap di Soreang, Bandung pada 1956. Hasil tangkapan inilah yang kemudian menjadi hadiah istimewa yang diberikan untuk Tito pada saat kunjungannya ke Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


