burung madu sriganti penyerbuk alami yang disukai kicaumania - News | Good News From Indonesia 2026

Burung Madu Sriganti, Penyerbuk Alami yang Disukai Kicaumania

Burung Madu Sriganti, Penyerbuk Alami yang Disukai Kicaumania
images info

Burung Madu Sriganti, Penyerbuk Alami yang Disukai Kicaumania


Burung madu sriganti atau burung-madu kuning (Cinnyris jugularis) merupakan salah satu spesies burung dari keluarga Nectariniidae yang dikenal luas di Indonesia. Burung ini memiliki ukuran tubuh relatif kecil. 

Pejantan umumnya memiliki panjang tubuh sekitar 10–11,5 sentimeter dengan berat 6,7–11,9 gram, sedangkan betina berukuran lebih kecil dengan berat sekitar 6–10 gram. Ciri utama burung ini terletak pada paruhnya yang panjang dan runcing, yang berfungsi untuk mengisap nektar bunga sebagai sumber makanan utama.

Kemampuan terbang burung madu sriganti tergolong unik. Kepakan sayapnya dapat mencapai sekitar 90 kali per detik dan mampu melesat hingga kecepatan 54 kilometer per jam. 

Selain itu, burung ini mampu terbang mundur dan melakukan manuver tajam di udara. Sriganti juga termasuk sedikit jenis burung yang mampu terbang melayang atau hovering saat mengisap nektar, kemampuan yang sangat penting dalam aktivitas makannya.

Hampir dijumpai di seluruh wilayah

Burung madu sriganti memiliki wilayah persebaran yang sangat luas. Di alam liar, burung ini dapat ditemukan mulai dari dataran rendah hingga kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut. 

Habitat alaminya mencakup semak belukar, hutan hujan tropis, kawasan mangrove, tepian hutan, hingga area perkebunan dan pemukiman warga. Fleksibilitas habitat ini membuat sriganti relatif mudah dijumpai di berbagai wilayah.

Secara global, terdapat lebih dari 20 subspesies burung madu sriganti yang tersebar di berbagai kawasan, mulai dari Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Australia bagian utara. 

Beberapa subspesies terkenal antara lain Cinnyris jugularis andamanicus di Kepulauan Andaman, Cinnyris jugularis woodi di Kepulauan Sulu, serta Cinnyris jugularis ornatus yang tersebar luas di Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, Bali, dan wilayah Sunda Kecil.

Pengisap nektar bunga

Sesuai dengan namanya, nektar bunga menjadi makanan utama burung madu sriganti. Namun, untuk memenuhi kebutuhan protein, burung ini juga mengonsumsi serangga kecil dan laba-laba. 

Beberapa jenis mangsa yang diketahui dikonsumsi antara lain belalang kecil, ngengat, dan serangga terbang lainnya. Pola makan ini menjadikan sriganti sebagai burung yang berperan ganda, baik sebagai penyerbuk maupun pengendali populasi serangga.

Dalam kehidupan sosialnya, burung madu sriganti kerap terlihat hidup dalam kelompok kecil dan berpindah-pindah tempat mengikuti ketersediaan sumber makanan. 

Meski demikian, mereka tetap memiliki wilayah sarang masing-masing dan menunjukkan perilaku teritorial, terutama saat musim berkembang biak.

Jantan mencari lokasi, Betina membuat sarang

Musim kawin burung madu sriganti ditandai dengan aktivitas pejantan yang intens menarik perhatian betina. Pejantan akan memperlihatkan warna bulunya yang mencolok disertai kicauan nyaring sebagai bagian dari ritual pendekatan. 

Setelah betina tertarik, pejantan akan mengantarnya ke lokasi yang dianggap aman untuk bersarang. Namun, proses pembuatan sarang sepenuhnya dilakukan oleh betina.

Sarang burung madu sriganti berbentuk kantung kecil yang menggantung di dahan atau sela daun. Sarang ini dibuat dari rumput halus, serat tumbuhan, dan kapas alang-alang yang dianyam dengan rapi hingga membentuk satu lubang masuk di bagian samping. Proses pembuatan sarang membutuhkan ketelitian tinggi agar cukup kuat melindungi telur dan anak burung.

baca juga

Polinator penting bagi habitat

Burung madu sriganti memiliki peran ekologis yang sangat penting sebagai penyerbuk alami. Saat mengisap nektar, kepala dan paruh burung ini bersentuhan langsung dengan bagian reproduktif bunga sehingga membantu memindahkan serbuk sari dari satu bunga ke bunga lain. 

Proses ini berkontribusi langsung terhadap keberlangsungan dan keanekaragaman tumbuhan berbunga di alam.

Peran penyerbukan oleh burung dari famili Nectariniidae juga diakui dalam berbagai kajian ilmiah. Salah satunya disebutkan dalam penelitian J. Prihatini tahun 2023 yang menyoroti pengetahuan masyarakat pedesaan di daerah aliran Sungai Cisokan Hulu mengenai manfaat ekologis burung lokal, termasuk burung madu sebagai agen penyerbuk tumbuhan.

Diburu karena kicaunya

Di luar perannya di alam, burung madu sriganti memiliki daya tarik kuat bagi komunitas kicaumania. Suara kicauannya yang keras, rapat, dan lantang membuat burung ini sering dijadikan burung lomba maupun masteran untuk melatih burung kicau lain. 

Popularitas ini mendorong maraknya perdagangan burung madu sriganti di pasar burung maupun secara daring.

Burung madu yang diperdagangkan jumlahnya cukup besar. Di pasaran, harga jualnya bervariasi, mulai dari Rp20.000 hingga Rp50.000 untuk anakan. 

Meski status konservasinya menurut IUCN masih tergolong Least Concern dan belum termasuk satwa yang dilindungi, eksploitasi berlebihan berpotensi mengancam populasi liar. 

Jika praktik perburuan dan perdagangan terus meningkat, peran penting burung madu sriganti sebagai penyerbuk alami dapat terganggu dan berdampak pada keseimbangan ekosistem.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.