melodi dari jeruji besi ketika narapidana bermusik lahirlah karya yang asyik - News | Good News From Indonesia 2026

Melodi dari Jeruji Besi: Ketika Narapidana Bermusik, Lahirlah Karya yang Asyik

Melodi dari Jeruji Besi: Ketika Narapidana Bermusik, Lahirlah Karya yang Asyik
images info

Melodi dari Jeruji Besi: Ketika Narapidana Bermusik, Lahirlah Karya yang Asyik


Mungkin banyak yang menganggap penjara sebagai tempat kelam dan suram. Penghuninya menghabiskan hidup di sebuah ruangan sempit dan gelap tanpa ada hal yang bisa dilakukan selain menunggu bebas.

Nyatanya tak demikian. Di Indonesia, penjara yang juga punya sebutan lebih bersahabat, yakni Lembaga Permasyarakatan alias lapas, menyediakan berbagai aktivitas untuk para narapidana atau atau Warga Binaaannya. Salah satunya bermusik.

Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, misalnya menyediakan alat musik yang bisa digunakan. Meski terbatas, Warga Binaan di sana tetap antusias memamerkan kebolehannya bermain musik.

“Saya pikir saya sudah kehilangan itu, tapi ternyata di sini saya masih bisa bermain gitar, bernyanyi, dan berbagi semangat,” tuturnya dengan penuh semangat," ujar salah satu Warga Binaan, Atmadilaga.

Aktivitas bermusik di lapas bahkan bisa saja dilakukan tak sekadar sebagai hiburan atai pengisi waktu luang. Di Lapas Kelas III Saparua, Maluku Tengah, Warga Binaan bahkan mendapat pelatihan bermain alat musik gitar di bawah bimbingan pengajar khusus.

Ya, bermusik di sana memang layaknya kursus. Ada materi pembelajaran yang diberikan, demikian pula dengan evaluasinya. Bersama peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan Batch II Tahun 2025, Ririn Aseity C. Ralahalu, yang bertindak sebagai pengajar, Warga Binaan mendapat ilmu tentang teknik menggenjreng dan memetik gitar yang ciamik.

Tentu bukan tanpa alasan pengelola lapas memberi kesempatan Warga Binaan untuk bermusik. Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Kelas IIB Kuala Tungkal, Ali, menegaskan pembinaan seni musik adalah bentuk nyata perubahan yang ingin diwujudkan oleh Lapas.

 “Melalui musik, kami berupaya membuka ruang bagi Warga Binaan untuk menunjukkan potensi positif mereka." ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Saparua, Pramuaji Buamonabot, melihat bermusik sebagai kegiatan positif yang diharapkan menjadi sarana berekspresi dan ruang positif bagi Warga Binaan untuk menyalurkan emosi, minat, dan kreativitas secara konstruktif.

“Melalui pembinaan alat musik, Warga Binaan tidak hanya belajar keterampilan teknis bermain musik, tetapi juga memiliki sarana berekspresi yang sehat dan membangun,” kata Pramuaji.

baca juga

Warga Binaan Membentuk Band di Lapas

Bermula dari bermusik bersama di lapas, ada Warga Binaan yang berinisiatif membentuk band. Seperti band-band pada umumnya, mereka menjalani agenda berlatih rutin sampai manggung.

Salah satu band yang terbentuk di lapas adalah El-Cibi Band. Namanya diambil dari Lapas Cibinong tempat personelnya menjalani masa pembinaan. 

Dari balik tembok tinggi (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Bogor, El-Cibi Band mengasah kemampuan dengan membawakan lagu dari berbagai genre mulai dari pop, rock, dangdut, hingga lagu nasional.

Serunya lagi, El-Cibi Band kerap tampil bersama petugas lapas. Di sini, musik kemudian menjadi perekat keakraban antara Warga Binaan dan petugas.

Bukan cuma itu, El-Cibi Band juga kerap turut diundang manggung di acara-acara besar di lingkup kementerian dan beberapa kegiatan Lapas. Selain bikin acara jadi meriah, kehadiran El-Cibi Band juga mampu menghangatkan suasana di lapas.

"Sebelumnya saya tidak memiliki latar belakang musik. Melalui latihan rutin di El-Cibi Band, saya belajar dari nol hingga mampu memainkan keyboard. Pengalaman ini meningkatkan keterampilan saya di bidang seni musik dan menumbuhkan rasa percaya diri. Saya berharap terus mengembangkan kemampuan ini setelah pembinaan berakhir,” ujar salah atu personal El-Cibi Band.

Yang lebih mengejutkan lagi, ada pula band Warga Binaan lapas yang sampai bikin album. Gebrakan itu pernah dilakukan oleh para Warga Binaan Kelas IIA Denpasar, Bali, yang tergabung dalam Antrabez Band pada 2016 lalu.

Saat itu, acara peluncuran album Antrabez Band diadakan di lapas. Turut hadir pula jajaran pejabat Kanwil Kemenkumham Bali beserta sejumlah nama musisi tenar seperti drummer Jerinx, Dirly Idol dan vokalis Navicula, Gede Roby.

Antrabez Band yang beranggotakan 6 Warga Binaan laki-laki dan 2 perempuan menamai album mereka Saatnya Berubah. Isinya terdiri dari 7 lagu yang memuat pesan moral dan religius.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.