Fenomena sinkhole kembali terjadi di Indonesia belum lama ini. Fenomena unik tersebut terjadi tepatnya di kawasan persawahan Jorong Tepi, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Lubang besar yang muncul secara mendadak tersebut, bahkan kini terisi air yang tampak berwarna biru.
Pemandangan tak biasa ini membuat banyak warga datang mendekat, bahkan sebagian nekat mencoba meminum air dari dalam sinkhole tersebut. Di balik rasa penasaran itu, muncul pula pertanyaan penting mengenai apa sebenarnya sinkhole dan bagaimana proses terjadinya.
Apa Itu Sinkhole dan Mengapa Bisa Terjadi
Fenomena sinkhole bukan peristiwa baru dalam dunia geologi. Namun, kemunculannya yang tiba-tiba kerap membuat warga terkejut.
Pengertian Sinkhole
Secara sederhana, sinkhole adalah lubang atau cekungan di permukaan tanah akibat amblesnya lapisan di bawahnya. Lubang ini terbentuk ketika tanah atau batuan penyangga di bawah permukaan terkikis, larut, atau runtuh, sehingga permukaan tanah di atasnya ikut amblas. Ukuran sinkhole sangat bervariasi, mulai dari beberapa meter hingga puluhan meter, baik dari sisi diameter maupun kedalaman.
Proses Terjadinya Sinkhole Secara Alami
Sinkhole dapat terbentuk secara perlahan maupun mendadak. Umumnya, proses diawali oleh rekahan kecil di permukaan tanah yang menjadi jalur masuk air hujan. Air ini kemudian mengalir ke bawah permukaan, mengikis lapisan tanah secara bertahap dan membentuk rongga. Saat rongga membesar dan tak lagi mampu menopang beban di atasnya, tanah pun runtuh dan membentuk lubang besar.
Penyebab Fenomena Sinkhole di Sumatera Barat
Kondisi geologi dan lingkungan di sejumlah wilayah Sumbar membuat fenomena ini perlu diwaspadai.
Kondisi Geologi di Lokasi Kejadian
Berdasarkan kajian Badan Geologi Kementerian ESDM, sinkhole di Jorong Tepi bukan disebabkan runtuhan batu gamping murni seperti yang umum terjadi di kawasan karst. Lokasi tersebut berada di atas endapan lapukan batuan vulkanik berupa tuf batu apung dengan tekstur halus dan kandungan mineral lempung. Di bawah lapisan ini terdapat batuan yang bersifat kedap air, sehingga aliran air tertahan dan menggerus tanah di atasnya.
Amblesan tersebur itu membentuk lubang dengan diameter sekitar 20 meter dan kedalaman kurang lebih 15 meter di lahan pertanian warga.
Peran Curah Hujan dan Sistem Irigasi
Selain faktor batuan, curah hujan tinggi di kisaran 2.000 hingga 2.500 milimeter per tahun turut mempercepat proses erosi bawah permukaan. Sistem irigasi pertanian yang kurang optimal juga membuat air lebih mudah masuk ke rekahan tanah. Kondisi serupa berpotensi memicu kejadian sinkhole di area pertanian lain dengan karakter geologi yang sama.
Kronologi Sinkhole di Sumatera Barat
Peristiwa ini pertama kali disadari warga setelah muncul tanda-tanda tak biasa. Sinkhole diketahui muncul pada Minggu siang, 4 Januari 2026. Sejumlah warga mendengar suara gemuruh keras menyerupai ledakan. Tak lama kemudian, sawah yang sebelumnya mengalami retakan mendadak berubah menjadi lubang besar berisi air. Diameter lubang terus melebar seiring waktu, memicu kekhawatiran masyarakat sekitar.
Aparat TNI dan Polri langsung memasang garis pengaman di sekitar lokasi. Pemerintah daerah melalui BPBD Limapuluh Kota kemudian mengajukan permohonan kajian teknis kepada Badan Geologi Kementerian ESDM untuk mendapatkan rekomendasi penanganan dan langkah antisipasi lanjutan.
Mengapa Air di Sinkhole Berwarna Biru?
Beberapa hari setelah kejadian, sinkhole tampak terisi air dengan warna kebiruan. Kepala Bidang Geologi Dinas ESDM Sumbar menjelaskan bahwa warna biru kemungkinan besar dipengaruhi pantulan cahaya dari atas, sementara kondisi airnya terlihat jernih dan bening saat diambil dari dekat. Hingga kini, belum ada indikasi kandungan berbahaya berdasarkan pengamatan awal.
Meski demikian, sejumlah warga sempat mencoba meminum air dari sinkhole karena rasa penasaran. Para ahli dan pemerintah daerah menghimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil kajian resmi. Sinkhole ini bahkan direkomendasikan untuk dimanfaatkan sebagai penyimpanan air, dengan catatan melalui pengelolaan yang aman dan terukur.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


