Kesadaran akan pentingnya keselamatan diri dan lingkungan kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks mulai dari bencana alam, perubahan iklim, hingga potensi konflik sosial masyarakat dituntut untuk mampu bersikap tanggap, sigap, dan siap menghadapi berbagai situasi darurat.
Melihat urgensi tersebut, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2022, berinisiatif menghadirkan Seminar Pengembangan Profesi K3 dengan tema “BASE: Building Community Safety through Preparedness Intention in Social Conflict.”
Seminar ini menjadi ruang belajar interaktif yang membuka kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi krisis sosial dari beragam sudut pandang psikologis, sosial, hingga teknis lapangan.
Bukan hanya untuk mahasiswa atau tenaga profesional, kegiatan ini menyasar masyarakat luas, terutama generasi muda yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam membangun budaya aman di lingkungannya.
Merangkai Ilmu dengan Menghadirkan Pembicara Inspiratif
Mengusung semangat kolaborasi lintas disiplin, seminar BASE menghadirkan 4 pembicara inspiratif dari berbagai latar belakang profesi.
Pertama, dr. Winarto, MARS, Kepala Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) Dinas Kesehatan DKI Jakarta, akan membuka sesi dengan pembahasan mengenai community preparedness. Memahami bagaimana masyarakat dapat membangun kesiapan bersama menghadapi situasi darurat, termasuk potensi konflik sosial yang kerap muncul tanpa peringatan.
Kemudian, Ns. Eni Nur’aini Agustini, S.Kep., M.Sc., Ph.D., dosen Keperawatan UIN Jakarta, akan menyoroti sisi psikologis dan sosial dari niat melindungi diri. Menurutnya, kesiapsiagaan bukan hanya soal prosedur teknis, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif dan empati di antara individu.
Sesi berikutnya diisi oleh Ujang Dede Lasmana, SKM., M.Kes., M.Si., Ketua Dewan Pakar Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Tangerang Selatan. Ia akan berbagi keterampilan praktis tentang pertolongan pertama dan manajemen diri di tengah kericuhan—pengetahuan sederhana, tetapi vital yang sering kali diabaikan masyarakat.
Terakhir, Panji Arum Bismantoko, ST., MM., Operation Safety, Security & Quality Division Head PT MRT Jakarta, akan menutup sesi dengan pemahaman teknis tentang evakuasi dan manajemen risiko pribadi di tengah kepanikan publik.
Seluruh sesi akan dipandu oleh Meliana Sari, SKM., MKM., dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta, yang dikenal dengan pendekatannya yang hangat dan interaktif dalam membawa topik K3 menjadi mudah dipahami.
Membangun Niat, Menumbuhkan Tanggung Jawab Kolektif
Bagi Muhammad Hisyam Aqil, Ketua Pelaksana seminar ini, kegiatan BASE bukan sekadar acara akademik, melainkan komitmen moral mahasiswa untuk menanamkan budaya keselamatan di masyarakat.
“Keselamatan itu tidak hanya urusan tempat kerja. Ia adalah bagian dari kehidupan sosial yang harus kita rawat bersama,” jelasnya.
Ia berharap seminar ini bisa menjadi ruang bagi peserta untuk belajar memahami bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang dibangun dari niat dan pengetahuan.
Sementara itu, Prilian Fateh, Koordinator Acara, menekankan bahwa BASE bukan sekadar forum teori, tetapi wadah pembelajaran aplikatif yang relevan dengan kondisi sosial Indonesia hari ini.
“Konflik sosial sering muncul tanpa kita duga. Karena itu, kita perlu tahu bagaimana bersikap aman, melindungi diri, dan menolong orang lain tanpa panik,” ujarnya.
Kegiatan ini akan digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 18 November 2025, pukul 07.30 WIB dan juga disiarkan langsung di kanal YouTube FSK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Berita konflik sosial yang sering mendominasi ruang publik, kehadiran seminar BASE menjadi napas segar. Ia bukan sekadar ajang akademik, tetapi gerakan kecil dari kampus menuju perubahan sosial yang lebih besar gerakan untuk menanamkan nilai kesiapsiagaan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap keselamatan bersama.
Dengan semangat Building Community Safety, kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk membangun masyarakat yang tangguh, peduli, dan berdaya dalam menghadapi berbagai situasi sulit. Karena di balik setiap krisis, selalu ada ruang untuk belajar dan tumbuh bersama asal kita mau menyiapkan diri.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


