kampung lali gadget jawaban fenomena kecanduan gawai anak - News | Good News From Indonesia 2025

Kampung Lali Gadget: Jawaban Bagaimana Cara Cegah dan Putus Fenomena Kecanduan Gawai Anak

Kampung Lali Gadget: Jawaban Bagaimana Cara Cegah dan Putus Fenomena Kecanduan Gawai Anak
images info

Kampung Lali Gadget: Jawaban Bagaimana Cara Cegah dan Putus Fenomena Kecanduan Gawai Anak


Kapan terakhir kali Kawan menyentuh ponsel?

Barangkali saat membaca pertanyaan di atas, Kawan pun tengah memegang ponsel. Bukan hal mengherankan, gadget di jaman ini mungkin sudah setingkat kebutuhan primer. Apalagi jika Kawan bekerja di industri kreatif, tuntutan untuk stay update menempatkan gawai setingkat dengan nasi.

Namun, bagaimana dengan anak-anak di era ini? Apa yang mereka lakukan dengan ponselnya? Kenapa beberapa dari mereka tampak begitu menempel dengan gawai serupa KOL officer atau Social Media Specialist yang mengejar prime time medsos?

Bicara data, KPAI melalui survei yang dilakukan semasa Covid-19 menyebut 71,3% anak memiliki ponsel pribadi. Aktivitas yang mereka lakukan dengan gawai tersebut pun variatif. Selain belajar, chatting (52%), menonton YouTube (52%), mencari informasi (50%), dan mengakses media sosial (42%) menjadi empat aktivitas yang paling banyak dilakukan.

Durasi akses ponsel selain untuk keperluan belajar pun beragam. 36,5% anak-anak yang menjadi responden mengakses selama 1-2 jam perhari, 34,8% di antaranya 2-5 jam per hari, dan 25,4% anak justru mengaksesnya lebih dari 5 jam per hari. Meski demikian, ada pula 3,3% anak yang hanya mengakses gawai 1-4 jam perminggu.

Melihat data di atas, wajar apabila timbul keresahan di antara kita. Bagaimana jika kelekatan anak-anak pada gawai berubah menjadi bentuk kecanduan?

Kekhawatiran ini juga dialami sosok Achmad Irfandi, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards ASTRA bidang pendidikan. Meski diliputi resah, Irfandi tidak hanya membiarkan perasaan itu menghantuinya. Sebaliknya, ia justru memutar otak dan mencoba mencari solusi, bahkan mengcetuskan tindakan preventif untuk mencegah fenomena kecanduan gadget terjadi pada anak-anak di sekitar lingkungannya.

baca juga

Achmad Irfandi, Buat Anak Lupakan Gadget dengan Permainan Tradisional

Dilansir dari situs resmi ASTRA, sejak 1 April 2018, Irfandi berkontribusi pada lingkungannya dengan menginisiasi program Kampung Lali Gadget (KLG). Program ini berfokus pada kegiatan konservasi budaya, tepatnya menggandeng permainan tradisional sebagai instrumennya.

Tak hanya sekedar membuat anak-anak lupa sejenak pada gawai dengan bermain permainan tradisional, Irfandi juga mengedukasi anak-anak seputar budaya, kearifan lokal, olahraga, hingga tentang satwa.

Irfandi tidak berjalan seorang diri untuk mewujudkan program ini, ia secara aktif mengajak para pemuda sekitar dan masyarakat baik di dalam maupun luar kampung untuk ikut berpartisipasi. Dengan menggandeng para pemuda dan memberdayakan mereka, para pemuda tersebut kemudian bisa bertugas mulai dari berperan sebagai perencana, fasilitator edukasi, hingga pendamping program.

Yang menarik dari kisah program Kampung Lali Gadget adalah fenomena kecanduan gawai pada anak kala itu tidak ditemukan di desanya. Jadi sebenarnya Irfandi memulai aksi ini sebagai sebuah langkah preventif, membuktikan dirinya bisa melihat jauh ke depan di masa kini ketika anak-anak memang menjadi jauh lebih lengket dengan ponselnya.

Kampung Lali Gadget (KLG) Raih Apresiasi ASTRA SATU Indonesia Awards

Kepeduliannya terhadap anak-anak menghantarkan Irfandi untuk meraih apresiasi SATU Indonesia Awards pada tahun 2022, sebuah penghargaan yang diberikan oleh ASTRA kepada pemuda-pemudi inovatif yang berjasa pada negeri dengan kontribusi unik di bidang masing-masing.

Tak berhenti dengan kisah penghargaan SATU Indonesia Awards, tampaknya Irfandi ingin membentangkan sayap dan berkontribusi menjangkau masyarakat yang lebih luas. Ia berharap program Kampung Lali Gadget yang diinisiasinya dapat berkembang menjadi desa wisata.

Ia ingin desanya di Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo bisa menjadi jujugan (tujuan) bagi para orang tua untuk menikmati wisata edukasi sekaligus memberi jeda atau obat bagi anak mereka yang mengalami fenomena kecanduan ponsel.

Lebih jauh, kelompok penyeru aksi Kampung Lali Gadget juga berharap isu kecanduan ponsel dapat lebih diperhatikan, menjadi keprihatinan dan diangkat secara nasional sehingga lebih banyak orang bisa turut berkontribusi untuk menekan dampak fenomena ini.

Itu dia kisah Achmad Irfandi dan kontribusinya pada negeri melalui program Kampung Lali Gadget, semoga kita semua juga bisa mengikuti langkahnya dan berkontribusi untuk Nusantara tercinta dengan membawa serta menciptakan lebih banyak #kabarbaiksatuindonesia!

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Allicia Dhea lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Allicia Dhea.

AD
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.