demi meningkatkan taraf hidup komunitas adat terpencil jein marlinda kembangkan umkm gula semut sebagai sumber ekonomi baru bagi suku lauje - News | Good News From Indonesia 2025

Demi Meningkatkan Taraf Hidup Komunitas Adat Terpencil, Jein Marlinda Kembangkan UMKM Gula Semut Sebagai Sumber Ekonomi Baru bagi Suku Lauje

Demi Meningkatkan Taraf Hidup Komunitas Adat Terpencil, Jein Marlinda Kembangkan UMKM Gula Semut Sebagai Sumber Ekonomi Baru bagi Suku Lauje
images info

https://www.instagram.com/jeanemandey?igsh=NXhuZnhqaWo4aWZ1


Ikuti GNFI di WhatsApp

Di pedalaman Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tepatnya di tengahย 
kehidupan komunitas adat terpencil Suku Lauje, muncul sosok perempuan tangguhย 
yang membawa angin perubahan bagi masyarakatnya. Ia adalah Jein Marlinda, tokohย 
perempuan yang dikenal karena keteguhan hati dan kepeduliannya terhadapย 
kemajuan ekonomi masyarakat adat. Dengan semangat pantang menyerah, Jeinย 
berupaya membangun kemandirian ekonomi komunitas adat terpencil tersebutย 
melalui pengembangan UMKM gula semut, sebuah produk lokal yang kini menjadiย 
sumber penghidupan baru bagi banyak keluarga di desa Molomamua.

Suku Lauje merupakan salah satu suku yang mendiami wilayah Kabupaten Parigiย 
Moutong, Sulawesi Tengah. Komunitas ini hidup di daerah perbukitan danย 
pegunungan yang masih asri, jauh dari keramaian kota. Letak yang terpencil membuatย 
masyarakat Lauje menjalani kehidupan yang sederhana dan sangat bergantung padaย 
alam sekitar. Meski begitu, mereka dikenal memiliki semangat gotong royong yangย 
tinggi serta menjaga tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan turun
temurun.ย 

baca juga

Sebagian besar masyarakat Suku Lauje berprofesi sebagai petani dan pekebun.ย 
Tanah di wilayah mereka yang subur dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenisย 
tanaman seperti padi ladang, jagung, kakao, serta umbi-umbian. Selain itu, hutan diย 
sekitar perkampungan juga menjadi sumber penghidupan penting. Dari sana merekaย 
memperoleh rotan, damar, hingga hasil alam yang kini menjadi perhatian besar, yaituย 
nira pohon aren.

Pertemuan pertama Jein Marlinda dengan masyarakat adat Suku Lauje menjadi titikย 
balik dalam perjalanan hidupnya. Semua bermula ketika ia bergabung sebagaiย 
relawan dalam program Komunitas Adat Terpencil yang diinisiasi oleh Kementerianย 
Sosial Republik Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, Jein turun langsung ke lapanganย 
dan berinteraksi dengan masyarakat di pedalaman Kabupaten Parigi Moutong,ย 
Sulawesi Tengah. Dari kedekatan itulah, ia mulai menyadari betapa kerasnyaย 
perjuangan hidup masyarakat Suku Lauje yang hidup dalam keterbatasan, namunย 
tetap menjaga kearifan dan tradisi leluhur mereka.ย 

Jein melihat sendiri bagaimana sebagian besar keluarga Suku Lauje hanya mampuย 
bertahan dengan penghasilan yang sangat minim, berkisar antara Rp500.000 hinggaย 
Rp700.000 per bulan. Pendapatan itu harus cukup untuk memenuhi kebutuhanย 
sehari-hari sekaligus membiayai pendidikan anak-anak mereka. Situasi ini membuatย 
banyak anak terpaksa putus sekolah dan membantu orang tua bekerja di ladang.ย 
Kondisi tersebut menyentuh hati Jein dengan begitu dalam. Ia merasa terpanggilย 
untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran dalam membawaย 
perubahan bagi komunitas tersebut.

Sejak saat itu, Jein mulai menaruh perhatian besar terhadap potensi ekonomi lokalย 
yang dimiliki oleh masyarakat Suku Lauje. Ia menyadari bahwa di balik segalaย 
keterbatasan, tersimpan sumber daya alam yang melimpah dan belum tergarapย 
secara maksimal โ€” salah satunya adalah pohon aren yang tumbuh subur di sekitarย 
perkampungan. Dari pengamatan itu, Jein terinspirasi untuk mengubah hasil nira arenย 
menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Berawal dari rasa ingin tahu dan tekad untuk belajar, Jein mencari berbagai referensiย 
tentang cara pengolahan nira menjadi gula semut melalui video-video di YouTube.ย 
Dengan ketekunan dan kerja keras, ia akhirnya berhasil mempraktikkan prosesย 
pembuatan gula semut secara mandiri. Keberhasilan tersebut menjadi langkah awalย 
bagi Jein untuk berbagi pengetahuan dengan masyarakat di sekitarnya.

baca juga

Jein kemudian mengajak warga Suku Lauje untuk melihat potensi besar yang dimilikiย 
pohon aren. Ia menjelaskan bahwa gula aren tradisional yang selama ini hanya dijualย 
dalam bentuk cetakan bisa dikembangkan menjadi gula semut, produk yang memilikiย 
nilai ekonomi lebih tinggi dan daya jual yang luas.

karena ilmu dan pengetahuan yang dibagikan Jein kepada masyarakat Suku Lauje,ย 
kini produk gula semut hasil olahan UMKM komunitas adat terpencil tersebut mulaiย 
dikenal luas, tidak hanya di wilayah Sulawesi Tengah, tetapi juga di berbagai daerahย 
di Indonesia. Inovasi yang digagas Jein berhasil membuka peluang ekonomi baru bagiย 
masyarakat adat yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Dampaknya pun terasaย 
nyata. Pendapatan masyarakat Suku Lauje yang sebelumnya hanya berkisar antaraย 
Rp500.000 hingga Rp700.000 per bulan, kini meningkat signifikan menjadiย 
Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000 per bulan. Peningkatan ini tidak hanya membawaย 
perubahan pada taraf hidup mereka, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri danย 
semangat untuk terus mengembangkan usaha lokal agar semakin mandiri danย 
berkelanjutan.ย 

Dari hasil

keberhasilannya dalam mengembangkan UMKM komunitas adat terpencil diย 
Suku Lauje, Jein Marlinda berhasil meraih penghargaan SATU Indonesia Awards dariย 
Astra pada tahun 2023. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasiย 
dan kerja keras Jein dalam memberdayakan masyarakat adat melalui inovasiย 
pengolahan gula semut yang tidak hanya meningkatkan ekonomi lokal, tetapi jugaย 
menginspirasi banyak orang untuk turut berkontribusi dalam pembangunan daerahย 
terpencil di Indonesia.

Hal ini membuktikan bahwa ilmu, tekad, dan niat yang kuat dapat membawaย 
perubahan serta dampak positif bagi banyak orang. Seperti yang dilakukan oleh Jeinย 
Marlinda, melalui dedikasi dan kepeduliannya, ia berhasil menghadirkan perubahanย 
nyata dalam perekonomian masyarakat Komunitas Adat Terpencil Suku Lauje diย 
Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Perjuangan Jein menjadi bukti bahwa satu langkahย 
kecil yang dilakukan dengan ketulusan dapat menjadi awal dari perubahan besar bagiย 
komunitas yang membutuhkan.ย 

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.