sirkular ekonomi di kulonprogo bagaimana kba banyunganti kidul menyulap sampah menjadi patung merak ekspor - News | Good News From Indonesia 2025

Sirkular Ekonomi di Kulonprogo, Bagaimana KBA Banyunganti Kidul Menyulap Sampah Menjadi Patung Merak Ekspor?

Sirkular Ekonomi di Kulonprogo, Bagaimana KBA Banyunganti Kidul Menyulap Sampah Menjadi Patung Merak Ekspor?
images info

Sirkular Ekonomi di Kulonprogo, Bagaimana KBA Banyunganti Kidul Menyulap Sampah Menjadi Patung Merak Ekspor?


Kulonprogo, salah satu kabupaten yang kaya potensi di Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki banyak kisah sukses pemberdayaan masyarakat. Salah satunya datang dari Padukuhan Banyunganti Kidul.

Kampung ini merupakan penerima manfaat dari program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan PT Astra International Tbk, yaitu Kampung Berseri Astra (KBA).

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita kenali Astra, Astra Internasional, Tbk. Dikenal secara luas bukan hanya sebagai perusahaan besar di berbagai sektor, tetapi juga karena komitmennya dalam pembangunan sosial.

Melalui program KBA, Astra berupaya mengajak masyarakat untuk menciptakan perubahan positif dan berkelanjutan di lingkungan mereka.

Tujuan mulia dari KBA adalah mewujudkan kampung yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif. Inilah empat kata kunci yang menjadi visi bagi setiap komunitas binaan Astra di seluruh Indonesia, termasuk di pelosok Kulonprogo.

Secara spesifik, fokus kita kali ini adalah KBA Banyunganti Kidul. Kampung ini terletak di Dusun Banyunganti Kidul, Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulonprogo.

Lokasinya yang strategis namun sempat menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan menjadikan intervensi KBA sangat berarti. Di bawah payung KBA, warga Banyunganti didorong untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui empat pilar utama yang saling mendukung.

baca juga

1.Pilar Pendidikan

Di KBA Banyunganti, pilar pendidikan tidak hanya sebatas ruang kelas, tetapi juga melibatkan komunitas secara luas.

Kegiatan edukasi diselenggarakan bersama lembaga lokal seperti PAUD Agung Lestari III, Kelompok Taman Bacaan Masyarakat Baitul Ummah, Taman Pendidikan Al-Quran, dan Kelompok Pengajian Ibu-Ibu.

Selain kegiatan formal, KBA Banyunganti punya cara unik untuk mendidik anak-anak.

Mereka sering mengadakan lomba tradisional yang secara terselubung memberikan edukasi lingkungan dan budaya. Kegiatan ini punya semangat "lali gadget " (lupa gawai), mengajak anak-anak kembali menikmati interaksi sosial dan alam sekitar.

Biasanya lomba tradisional tersebut digelar bersamaan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia pada setiap tanggal 17 Agustus.

Permainan tradisional tersebut dikenal dengan istilah Gatra atau singkatan dari "Games Tradisional Desa".

2.Pilar Kesehatan

Pilar kesehatan diwujudkan melalui kegiatan rutin seperti Posyandu bulanan untuk balita dan lansia, serta senam bersama untuk menjaga kebugaran warga.

Tak jarang, KBA bekerja sama dengan pihak terkait untuk menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis, memastikan warga Banyunganti memiliki akses dan kesadaran yang baik terhadap kondisi kesehatan mereka.

3.Pilar Lingkungan

Inilah pilar paling menonjol di Banyunganti Kidul, pengelolaan sampah yang bertransformasi menjadi ekonomi sirkular. Warga mengubah limbah yang tadinya tidak bernilai menjadi produk kreatif dan bernilai jual. Contohnya;

  • Kain perca dan sedotan plastik diubah menjadi anyaman dan kerajinan tangan.
  • Kaleng bekas disulap menjadi hiasan menarik, bahkan patung merak yang sudah berhasil menembus pasar ekspor.
  • Sampah anorganik lainnya diolah menjadi ecobrick dan batako yang dapat digunakan untuk pembangunan.
  • Pembuatan eco-enzyme sebagai produk pembersih alami.

Inti dari gerakan ini adalah Bank Sampah. Warga mengumpulkan dan memilah sampah rumah tangga, yang kemudian ditukar dengan uang tunai, menumbuhkan kesadaran bahwa sampah adalah anugerah, bukan sekadar masalah.

4. Pilar Kewirausahaan

Untuk menjamin keinginan ekonomi, pilar kewirausahaan hadir sebagai motor penggerak. KBA Banyunganti aktif mendirikan dan mendukung kelompok usaha. Salah satu yang terkenal adalah "Kelompok Tari Rukun".

Di sektor UMKM, warga menerima pelatihan pembuatan produk seperti keripik lele , memanfaatkan potensi perikanan lokal, dan tentunya kerajinan dari daur ulang seperti patung dari kaleng yang sudah disebutkan.

Melalui kolaborasi empat pilar ini, Banyunganti Kidul telah membuktikan bahwa kemandirian desa dapat diwujudkan melalui kesadaran kolektif, kreativitas, dan komitmen terhadap lingkungan.

Penghargaan dan Apresiasi

Desa ini tercatat mampu mendapatkan beberapa apresiasi dan penghargaan dari Astra. Penghargaan tersebut adalah Top 3 KBA bidang Peduli Iklim dan Top 5 KBA bidang Inovasi Kesehatan.

Selain itu, desa ini juga berhasil mendapatkan apresiasi Kampung Proklim Utama 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Belum lama ini, KBA Banyunganti Kidul mampu meraih penghargaan "Festival Astra 2025" bidang pilar lingkungan kategori Gerakan Wisata Bersih Desa.

#kabarbaiksatuindonesia

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

WA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.