potensi terpendam jadi bernilai peran agroindustri pada hasil tani talas lokal - News | Good News From Indonesia 2025

Potensi Terpendam Jadi Bernilai: Peran Agroindustri pada Hasil Tani Talas Lokal

Potensi Terpendam Jadi Bernilai: Peran Agroindustri pada Hasil Tani Talas Lokal
images info

Potensi Terpendam Jadi Bernilai: Peran Agroindustri pada Hasil Tani Talas Lokal


Sektor pertanian merupakan bagian penting bagi perekonomian nasional, terutama di Indonesia sebagai negara penghasil sumber daya alam yang melimpah. Dengan dataran subur di negara ini, seharusnya dapat memberikan dampak positif serta kesempatan kepada penduduknya untuk dapat menghasilkan hasil tani lokal yang bernilai tinggi pada sektor pertanian.

Di antara banyaknya hasil tani lokal, talas (Colocasia esculenta) adalah salah satu komoditas yang kaya akan potensi kegunaannya namun rendah nilai jualnya. Menurut Suliansyah et al., (2025), tanaman talas seharusnya memiliki nilai jual tinggi karena hampir sebagian besar bagian tanaman dapat dikonsumsi mulai dari umbi, batang, hingga daunnya.

Namun kenyataannya, talas masih dipandang sebelah mata dan sering kali hanya dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang sangat rendah.

Padahal, di balik hasil tani berupa talas yang dianggap “kurang bernilai” atau “terabaikan” ini, tersimpan peluang besar untuk menciptakan produk bernilai tinggi melalui peran agroindustri.

Mengapa Kondisi Tersebut Bisa Terjadi?

Salah satu permasalahan yang terjadi saat ini di bidang pertanian adalah hasil pertanian yang diproduksi oleh petani kebanyakan masih dijual dalam harga yang relatif murah. Banyak para petani kurang dalam pemahaman pemanfaatan sisa hasil tani lokal untuk menjadikannya produk yang bernilai jual tinggi (Siregar dan Fachri, 2024).

Minimnya akses teknologi dan pelatihan, petani tidak tahu harus mulai dari mana untuk mengolah hasil panen mereka. Sehingga mayoritas petani menjual umbi talas segar tanpa ada upaya pengolahan talas menjadi produk turunannya yang menyebabkan keuntungan dari penjualan talas yang didapatkan juga masih rendah.

Peran Agroindustri 

Berdasarkan buku “Ekonomi Angroindustri” oleh Syarifuddin dan Darwis agroindustri berarti suatu industri yang menggunakan hasil pertanian sebagai bahan baku utamanya atau industri yang dapat menghasilkan suatu produk yang digunakan sebagai sarana atau input dalam usaha pertanian. Secara sederhana, agroindustri adalah proses pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.

Mengapa agroindustri penting? Karena melalui pengolahan, sebuah produk pertanian akan bernilai jual tinggi dan banyak yang teratrik akan produk pengolahan tersebut. Agroindustri dapat menghemat biaya dengan mengurangi kehilangan produksi pascapanen dan menjadikan mata rantai pemasaran bahan makanan juga dapat memberikan keuntungan nutrisi dan kesehatan dari makanan yang dipasok kalau pengolahan tersebut dirancang dengan baik (Yusriana et al., 2023).

Di sinilah peran agroindustri menjadi kunci untuk meningkatkan potensi sumber daya lokal sehingga keterkaitan antarsektor dari hulu (petani), antara (pengolah), hingga hilir (konsumen) dapat terjalin dengan kuat dan berkelanjutan.

Dampak Postif dan Hasil Nyata

Berdasarkan penelitian Susetya et al., (2023) memanfaatkan batang pada talas yang sering dianggap sebagai limbah dan terbuang dapat dijadikan keripik batang talas. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Orong Utara, Desa Gegerung, tim berhasil mengembangkan usaha keripik batang talas milik Ibu Husnul Mariyah. Semula hanya memiliki 1 varian rasa (balado), kini berkembang menjadi 5 varian (jagung bakar, sapi panggang, BBQ, balado, dan balado pedas manis).

Kemasan dimodifikasi menjadi lebih menarik dengan plastik standing pouch dan label professional produk menjadi lebih layak bersaing di pasaran. Pelatihan pemasaran melalui media sosial (WhatsApp, Facebook, Instagram). Usaha yang sudah berjalan 2 tahun ini mengalami peningkatan penjualan signifikan setelah pendampingan. Membuka peluang bagi warga lain untuk memanfaatkan batang talas sebagai sumber pendapatan.

Contoh keberhasilan nyata lainnya pada penelitian oleh Torizellia et al., (2022) munculnya produk olahan Kroket Talas Endulita hasil kreasi kelompok Galuh Pumpung di Kelurahan Sungai Tiung. Produk ini dikemas secara modern menggunakan wadah mika dan diberi label menarik, sehingga layak dipasarkan melalui media sosial seperti WhatsApp dan Facebook. Hasil tersebut masyarakat tidak hanya mampu mengolah hasil tani lokal menjadi produk bernilai jual, tetapi juga memasarkan secara digital.

Kegiatan tersebut membuktikan bahwa agroindustri mampu mengubah persepsi masyarakat terhadap "limbah" menjadi produk bernilai ekonomi, memberdayakan UMKM lokal dengan pengetahuan pengolahan dan pemasaran modern, dan menciptakan rantai nilai baru dari bagian tanaman yang sebelumnya diabaikan.

Kesimpulan

Kini, saatnya Kawan GNFI melihat pertanian bukan hanya dari sisi hasil panen, tetapi dari nilai tambah yang bisa diciptakan. Talas yang selama ini dianggap remeh ternyata bisa menjadi sumber ekonomi baru jika diolah dengan benar.

Ketika petani berdaya dan hasil tani diolah dengan nilai, maka kesejahteraan bukan lagi mimpi yang jauh. Dukungan teknologi, inovasi, dan keterlibatan anak muda pada agroindustri merupakan jalan untuk menghidupkan kembali pertumbuhan pertanian di Indonesia. 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AT
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.