inspirasi hijau kampung berseri astra tegeh sari kelola sampah lingkungan dan jamin ketahanan pangan - News | Good News From Indonesia 2025

Inspirasi Hijau Kampung Berseri Astra Tegeh Sari Kelola Sampah, Lingkungan, dan Jamin Ketahanan Pangan

Inspirasi Hijau Kampung Berseri Astra Tegeh Sari Kelola Sampah, Lingkungan, dan Jamin Ketahanan Pangan
images info

Inspirasi Hijau Kampung Berseri Astra Tegeh Sari Kelola Sampah, Lingkungan, dan Jamin Ketahanan Pangan


Di Bali, konsep Tri Hita Karana (tiga penyebab kebahagiaan) diwujudkan melalui aksi nyata. KBA Tegeh Sari membuktikan bahwa menjaga keseimbangan alam di Bali bukan hanya ritual, tetapi juga jalan menuju ketahanan pangan dan lingkungan yang sehat.

Banjar Tegeh Sari terkenal dengan permukiman yang padat seperti di kota-kota besar lainnya, sehingga menghadapi dua tantangan besar yaitu lahan yang sempit dan peningkatan volume sampah.

Melalui Kampung Berseri Astra (KBA), warga Tegeh Sari Bali menyadari bahwa lingkungan mereka perlu transformasi yang membawa solusi bagi masalah lingkungan dan ekonomi, mulai dari hal yang paling dekat yaitu lingkungan rumah dan tempat sampah di sekitar kampung.

Banjar Berdaya Sampah dan Misi Empat Pilar KBA Tegeh Sari

Keunikan di Tegeh Sari adalah kearifan lokal berbasis banjar yang terkait dengan lingkungan. Konsep ini diusulkan oleh Pahlawan Lingkungan Banjar, yaitu Gede Mantrayasa dan Kaling (Kepala Lingkungan) I Nyoman Sudarma. Keduanya menerapkan dua program utama, yaitu ketahanan pangan dan manajemen sampah untuk menciptakan green space atau kawasan hijau di kampung mereka.

Program Kampung Berseri Astra (KBA) yang diberikan oleh PT. Astra International, Tbk kepada KBA Tegeh Sari Bali pada 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui empat pilar yang saling menguatkan. 

Melalui program KBA dengan tema “Banjar Berdaya Sampah”, Tegeh Sari menarik perhatian dari PT.Astra International, Tbk dalam upaya menjaga lingkungan dan gotong royong warga dalam mengelolanya agar lingkungan tetap bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Pengelolaan Sampah di KBA Tegeh Sari, Bali | Foto: Instagram/@kbategehsari
info gambar

Pengelolaan Sampah di KBA Tegeh Sari, Bali | Foto: Instagram/@kbategehsari


Melalui KBA juga, warga Tegeh Sari dilatih memilah sampah ke dalam beberapa kategori, yaitu organik lunak, organik keras, anorganik bernilai, dan residu. Selain itu, adanya biopori dan teknologi modern membantu dalam pembuangan sisa makanan dan daun.

Untuk sampah anorganik bernilai seperti botol plastik dan kaleng, dikumpulkan di bank sampah lokal seperti Bank Sampah Taman Wira dan Bank Sampah Sari Dewi hingga dapat diubah menjadi nilai rupiah.

Program Bank Sampah di KBA Tegeh Sari, Bali | Foto: Instagram/@kbategehsari
info gambar

Program Bank Sampah di KBA Tegeh Sari, Bali | Foto: Instagram/@kbategehsari


Upaya utama di KBA Tegeh Sari yang dimulai sejak awal 2020 adalah pembibitan sayuran dengan tiga demplot pembibitan, yaitu demplot Sari Dewi, demplot STT (Sekaa Teruna Teruni), dan demplot Lansia.

Untuk sampah organik, dilakukan dengan pembuatan kompos di mana hal ini menjadi aksi nyata akan kontribusi positif warga Tegeh Sari untuk lingkungan yang berkelanjutan dan mandiri. Hasil pengolahan sampah ini membuat sampah yang dibuang ke TPA hanya tersisa sampah residu, yang mendukung pula untuk keberlanjutan lingkungan.

Hasil Produk Pertanian di KBA Tegeh Sari, Bali | Foto: Instagram/@kbategehsari
info gambar

Hasil Produk Pertanian di KBA Tegeh Sari, Bali | Foto: Instagram/@kbategehsari


Selain itu, untuk mendukung ketahanan pangan di KBA Tegeh Sari, lahan kosong yang tidak terpakai diubah menjadi lumbung pangan dengan menanam sayuran, buah-buahan, serta budidaya lele. Kotoran lelenya ini bisa dijadikan pupuk, dan keberadaan tanaman serta pakan ini menciptakan siklus berkelanjutan dan mandiri.

Bersih dan produktif jadi ciri khas KBA Tegeh Sari. Pengelolaan sampah tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Budidaya maggot juga dilakukan di bank sampah untuk mempercepat proses penguraian sampah hingga menghasilkan kompos organik yang bermanfaat untuk tanaman.

Baca juga: Eksplorasi Kampung Berseri Astra Lingga Tanah Karo, Jejak Budaya dan Adat yang Tak Lekang Oleh Waktu

Program ketahanan pangan menjadi lebih mudah, sehingga warga Tegeh Sari secara tidak langsung harus bisa mengolah bahan-bahan menjadi makanan real food yang bisa langsung dikonsumsi, demi mengurangi ketergantungan pada makanan siap saji.

Program Kesehatan di KBA Tegeh Sari, Bali | Foto: Instagram/@kbategehsari
info gambar

Program Kesehatan di KBA Tegeh Sari, Bali | Foto: Instagram/@kbategehsari


Dalam bidang kesehatan, KBA Tegeh Sari juga aktif dalam kegiatan promosi kesehatan bagi masyarakat, terutama untuk balita dan lansia. Acara donor darah sukarela pun rutin dilakukan secara berkala di KBA Tegeh Sari.

Ide dari Gede Mantrayasa dan Kepala Lingkungan (Kaling) I Nyoman Sudarma memicu terwujudnya KBA Tegeh Sari menjadi pertanian mandiri di halaman rumah dengan menanam sayuran. Hal ini juga mendukung pilar kewirausahaan, sehingga menjadi komitmen yang kuat bagi KBA Tegeh Sari untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan ketahanan pangan di lingkungannya, serta meningkatkan pendapatan melalui hasilnya.

KBA Tegeh Sari juga menjadi salah satu dari 13 KBA yang telah didaftarkan dalam program PROKLIM tingkat nasional untuk mengikuti kelas akselerasi strategi penguatan PROKLIM, monitoring eco-database, pendampingan pelaksanaan program, dan pendampingan dalam pendaftaran PROKLIM.

KBA Tegeh Sari menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan kesadaran kolektif warga bisa mengubah sampah menjadi keuntungan, lahan kosong menjadi sumber kehidupan, dan menjadikan komunitas daerah yang mampu mencapai ketahanan pangan serta lingkungan yang sehat.

Komitmen kecil dalam memilah sampah ternyata bisa menumbuhkan harapan besar untuk masa depan Tegeh Sari yang semakin hijau, segar, dan berseri.

#kabarbaiksatuindonesia

Baca juga: Desa Sananrejo, Kembangkan Potensi Lokal Lewat DSA Hingga Tembus Pasar Global

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.