taman baca baraoi buka jendela literasi untuk pedalaman kalimantan - News | Good News From Indonesia 2025

Taman Baca Baraoi Buka Jendela Literasi Untuk Pedalaman Kalimantan

Taman Baca Baraoi Buka Jendela Literasi Untuk Pedalaman Kalimantan
images info

Taman Baca Baraoi Buka Jendela Literasi Untuk Pedalaman Kalimantan


Jauh dari teknologi, sinyal internet yang nyaris langka dan hanya dikelilingi oleh sungai dengan arusnya yang deras, hutan sebagai kehidupan, dan masyarakat lokal yang hidup damai di dalamnya.

Harapan akan literasi untuk pedalaman Kalimantan hadir di tengah keterbatasan dari Taman Baca Baraoi dengan misi mulianya untuk menemukan dunia baru melalui jendela buku bagi masyarakat pedalaman Kalimantan.

Perjuangan, petualangan, hingga penjelajahan menuju lokasi menjadi cerita bagi berdirinya Taman Baca Baraoi di tengah pedalaman dalam menebar semangat literasi untuk negeri. Setiap halaman buku yang terbaca seolah menjadi pintu gerbang menuju dunia baru untuk petualangan masa depan tak terbatas yang menanti.

Tumbuhkan Minat Literasi Untuk Pedalaman Kalimantan

Anak-anak membaca di Taman Baca Baraoi | Foto: Instagram/@tbmbaraoi

Sulit mendapatkan informasi yang berkembang hingga jauh dari wilayah perkotaan, Taman Baca Baraoi hadir sebagai cahaya baru dalam menumbuhkan minat literasi untuk pedalaman Kalimantan.

Berawal dari inisiatif Muhammad Jumani seorang guru SMA di Desa Tumbang Baraoi, Katingan, Kalimantan Tengah dalam mendirikan Taman Baca Baraoi di tahun 2014.

Inisiatifnya ini bermula dari keprihatinannya melihat banyak siswa SMA yang belum lancar membaca. Kondisi ini pula membulatkan tekad Muhammad Jumani dalam menebar literasi dengan menginisiasi program taman baca keliling menggunakan perahu motor dalam menjangkau desa-desa pedalaman Kalimantan.

Dalam akses literasi, Taman Baca Baraoi hadir sebagai tempat untuk menebar ilmu, belajar, pemberi informasi, hingga sarana berbagi kebahagiaan untuk masyarakat pedalaman Kalimantan.

Taman Baca Baraoi memiliki misi utama dan mulia yakni untuk menumbuhkan minat baca bagi masyarakat pedalaman khususnya anak-anak dan remaja sebagai bentuk pengaplikasian kehidupan dan bentuk semangat dalam menuntut ilmu untuk masa depan.

Melalui membaca, Taman Baca Baraoi pun menjadi jembatan dalam mengawali langkahnya melayani masyarakat untuk akses informasi dan menambah wawasan.

Dalam kondisi terbatas, akses lokasi yang sulit, menjadi tantangan tersendiri bagi Muhammad Jumani dalam memobilisasi buku hasil donasi yang terkumpul. Buku-buku bacaan yang tersedia di Taman Baca Baraoi ini memang masih mengandalkan donasi yang dikumpulkan sebelumnya melalui posko relawan di perkotaan.

Baca juga: Sekolah Alam Harau Jembatan Merakit Mimpi untuk Masa Depan dari Pelosok Negeri

Lewati Medan Terjal Dalam Menebar Literasi

Belajar di Talam Taman Baca Baraoi | Foto: Instagram/@tbmbaraoi

Selain minim informasi, sulitnya akses menuju desa untuk mendirikan taman baca menjadi tantangan tersendiri bagi Muhammad Jumani dalam menebar minat literasi. Sulitnya ketersediaan listrik, sinyal, akses jalan yang tak layak hingga buku yang masih jarang ditemui bahkan cukup sulit didapatkan.

Namun hal ini tak menggoyahkan semangat Muhammad Jumani dalam menebar literasi hingga ide dan gagasannya, dirinya utarakan kepada tokoh masyarakat sebagai izin dan dukungan.

Donasi buku menjadi salah satu jalan dalam mengumpulkan buku untuk disebarkan di pedalaman Kalimantan. Semakin lama semakin banyak yang tertarik bahkan para guru di pedalaman pun ikut serta menebar literasi sebagai relawan dengan mendongeng sambil diselingi bermain.

Proses mobilisasi buku yang terbilang sulit, biaya yang tak murah, dan butuh tenaga ekstra yang terkadang menjadi penghambat akan paket buku yang tidak sampai tujuan karena diminimalkan.

Relawan mengajar untuk Taman Baca Baraoi | Foto: Instagram/@tbmbaraoi

Menggunakan bangunan bekas bengkel yang ditata ulang menjadi taman baca, membuat Muhammad Jumani tak pantang menyerah bahkan terus berkreasi untuk menumbuhkan minat literasi di pedalaman Kalimantan.

Perahu menjadi media alat transportasi keliling untuk tak hanya di Taman Baca Baraoi saja masyarakat pedalaman Kalimantan mencari ilmu dan menambah wawasannya, tapi desa pedalaman lain pun harus ikut merasakan budaya literasi yang menjadi misi utama Taman Baca Baraoi dalam menyebarkan hal baik di bidang literasi.

Harapan Muhammad Jumani dengan didirikannya Taman Baca Baraoi ini semoga menjadi kontribusi positifnya dalam menebar dan meningkatkan angka literasi hingga mengikis perbedaan antara anak-anak kota dan desa pedalaman.

Berkat komitmen dan dedikasinya inilah menjadikan Muhammad Jumani mendapatkan apresiasi dari PT. Astra International, Tbk., dalam program SATU Indonesia Award kategori pendidikan pada tahun 2017.

Apresiasi SATU Indonesia Award ini menjadi harapan baru bagi Muhammad Jumani untuk menebar semangat, mengenalkan, hingga menggaet donasi buku yang lebih banyak dalam usahanya menebar literasi dan membangun masa depan dari pedalaman Kalimantan.

Dengan tekad, harapan, dan semangat yang tak pernah padam menjadikan Taman Baca Baraoi ini menjadi jembatan dan langkah baru untuk mercusuar literasi di pedalaman Kalimantan.

Taman Baca Baraoi tak hanya menjadi wadah, tapi menjadi tempat untuk mempersiapkan bekal berharga untuk literasi negeri lebih menyala.

Buku adalah jendela, Baraoi menjadi pintunya dan tiap satu buku yang dibaca diharapkan dapat mengubah satu desa hingga satu kata yang terangkai pun bisa mengubah dunia.

#kabarbaiksatuindonesia

Baca juga: Cerita Hano Wene di Pedalaman Papua Terobos Batas Geografis untuk Akses Literasi

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.