Sungai Janiah merupakan salah satu kolam yang berada di daerah Baso, Agam, Sumatera Barat. Terdapat cerita rakyat dari Sumatera Barat terkait legenda ikan sakti yang ada di Sungai Janiah tersebut.
Konon ikan penunggu yang ada di Sungai Janiah tersebut merupakan dua anak yang dikutuk karena tidak mendengarkan pesan orang tuanya.
Bagaimana kisah lengkap dari legenda ikan sakti Sungai Janiah tersebut? Simak cerita lengkapnya pada bagian berikut ini.
Legenda Ikan Sakti Sungai Janiah
Dinukil dari buku Agnes Bemoe yang berjudul Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara, pada zaman dahulu di sebuah desa hiduplah seorang ibu bersama dua orang putranya. Ibu ini sayang menyayangi anak-anaknya.
Namun sayang perilaku dari kedua putranya tidak demikian. Mereka sering kali tidak mendengarkan perkataan sang ibu.
Pada suatu hari, sang ibu mendapatkan undangan untuk datang ke sebuah pesta. Ibu tersebut kemudian mengajak kedua anaknya untuk ikut menghadiri pesta tersebut.
Kedua putranya tentu senang diajak sang ibu ke pesta. Sebab di sana mereka bisa makan berbagai makanan yang enak serta menyaksikan berbagai macam hiburan.
Sesampainya di tempat pesta, mereka langsung menikmati hidangan yang disajikan oleh tuan rumah. Berbagai macam aneka pertunjukan juga mulai dimainkan, dari randai, pencak silat, hingga tari-tarian.
Kedua anak ini kemudian meminta izin untuk menyaksikan pertunjukan randai yang sedang berlangsung. Sang ibu memberikan izin sambil berkata agar mereka segera kembali setelah pertunjukkan tersebut usai.
Dengan perasaan senang, mereka langsung menuju ke arena randai. Kedua anak ini menyaksikan pertunjukkan tersebut hingga usai.
Setelah pertunjukkan berakhir, mereka tidak segera kembali ke tempat sang ibu. Kedua anak ini justru lanjut menyaksikan pertunjukkan lainnya.
Tidak hanya itu, mereka juga pergi ke kolam yang ada tidak jauh dari lokasi pesta. Kolam tersebut memiliki air yang sangat jernih.
Si sulung kemudian mengajak adiknya untuk berenang di sana. Akhirnya kedua bersaudara ini mandi dengan lincahnya layaknya seekor ikan di dalam kolam tersebut.
Setelah sekian lama, sang ibu mulai khawatir dengan keberadaan anak-anaknya yang tidak kunjung kembali. Apalagi hari sudah mulai malam dan acara pesta juga akan berakhir.
Sang ibu kemudian memutuskan untuk pergi dari tempat pesta. Dia mencari kedua putranya di sekitar lokasi tersebut.
Namun sayang hingga larut malam, sang ibu masih belum berhasil menemukan putranya. Akhirnya sang ibu kembali ke rumah dan tertidur karena saking lelahnya.
Dalam tidurnya tersebut, sang ibu bermimpi didatangi seorang nenek tua. Nenek tersebut berkata bahwa kedua anaknya sudah menjadi penghuni kolam di dekat lokasi pesta.
Jika sang ibu ingin bertemu anak-anaknya, maka bisa melemparkan segenggam nasi ke kolam. Nantinya kedua anaknya akan menyambut kedatangan ibu mereka.
Sang ibu langsung terbangun dari tidurnya. Dia langsung mengambil segenggam nasi dan pergi menuju kolam tersebut.
Sesampainya di sana, sang ibu langsung melemparkan nasi yang dia bawa. Tiba-tiba muncul dua ekor ikan yang sangat indah dan menghampirinya.
Sang ibu hanya bisa menangis melihat hal tersebut. Dia akhirnya hanya bisa menerima kenyataan bahwa kedua anaknya sudah berubah menjadi ikan sakti penunggu kolam tersebut.
Konon jelmaan kedua anak sang ibu inilah yang dipercaya menjadi ikan sakti penunggu kolam Sungai Janiah dan menjadi legenda di sana hingga saat ini. Begitulah kisah dari legenda ikan sakti Sungai Janiah yang menjadi salah satu cerita rakyat dari Sumatera Barat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


