Ngung.. Nguung..
Di balik hijaunya bukit di Pulau Flores, dengungan lebah hutan menari dengan semangat seorang perempuan muda, Helena Hia Tukan. Pemenang SATU Indonesia Awards 2021 ini bukan hanya peternak lebah, Kawan GNFI. Ia adalah pendiri Rumadu (Rumah Madu), sebuah gerakan sosial yang menghubungkan kelestarian hutan dengan kesejahteraan masyarakat.
Rumah Madu lahir dari kegelisahan Helena melihat potensi alam yang melimpah, tetapi belum dikelola secara sustain. Dari sini, ia manfaatkan madu hutan sebagai pintu masuk perubahan sosial. Seperti apa cerita inspiratifnya? Mari simak bersama-sama ya, Kawan GNFI!
Dari Hutan ke Rumah, dari Madu menjadi Harapan
Dalam sebuah survei di tahun 2013 menunjukkan bahwa hutan di Desa Leraboleng, Flores notabene masih ‘bersih’ sehingga punya potensi tinggi untuk pemberdayaan lebah hutan dan madunya.
Sayangnya, kekayaan alam ini belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Helena mendapati bahwa masyarakat di sekitarnya belum cukup teredukasi untuk memanen lebah dengan cara yang sesuai standar.
Dari sini, melalui Rumadu (Rumah Madu) yang didirikannya, ia berinisiatif melatih warga untuk teknik panen madu yang ramah lingkungan. Dengan demikian, tidak merusak sarang dan populasi lebah.
Rumadu melakukan pengadaan alat yang sesuai SOP untuk keamanan panen madu dan aktivitas terkait. Harga beli madu dari petani juga lebih tinggi 10% dari pasaran. Sejak lahirnya Rumadu di tahun 2016, puluhan petani sudah berhasil diberdayakan, Kawan GNFI.
Kegiatan ini juga turut serta dalam pelestarian hutan dan mendongkrak ekonomi masyarakat di berbagai desa di Flores, terutama di Desa Leraboleng, Titehena, tempatnya mengabdi. Bahkan, pembangunan rumah dan akses listrik keluarga petani juga diadakan.
Selain pengelolaan madu lebah hutan dan literasi konservasinya untuk para pekerja, ibu-ibu yang merupakan istri petani juga diajari untuk menggunakan ampas sarang lebah dijadikan lilin dan produk turunan lainnya.
Perempuan, Alam, dan Perubahan
Sebagai putri daerah Flores, upaya Helena menghadirkan wajah baru kepemimpinan di desa. Ia tidak hanya bicara tentang produk, tetapi juga menekankan pendidikan lingkungan.
Ketekunan Helena tidak luput dari perhatian. Pada 2021, kisahnya tercatat dalam Anugerah Pewarta Astra, yang menobatkannya sebagai sosok inspiratif dari Nusa Tenggara Timur. Helena Hia Tukan lewat Rumadu menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu datang dari kota besar, Kawan GNFI. Dari sebuah desa di Flores, ia membuktikan bahwa madu bisa menyatukan manusia, hutan, dan harapan.
#kabarbaiksatuindonesia
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


