beragam flora identitas sumatra utara ada yang berukuran raksasa - News | Good News From Indonesia 2025

Beragam Flora Identitas Sumatra Utara, Ada yang Berukuran Raksasa?

Beragam Flora Identitas Sumatra Utara, Ada yang Berukuran Raksasa?
images info

Beragam Flora Identitas Sumatra Utara, Ada yang Berukuran Raksasa?


Dengan kekayaan alamnya yang sangat melimpah serta menjadi pusat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, tidak heran bila Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara megabiodiversitas setelah Brasil.

Hal tersebut didukung berbagai faktor yang di antaranya memiliki lebih dari 17.000 pulau, terletak di kawasan tropis dan berada di garis khatulistiwa, merupakan Lokasi pertemuan lempeng tektonik, berada di antara Benua Asia dan Australia, dan perbedaan bentang alamnya mengikuti garis wallace, weber, dan lydekker.

Ditambah lagi dengan keanekaragaman hayatinya yang meliputi 1.592 spesies burung, 270 spesies amfibi, 781 spesies reptile, 515 spesies mamalia, 3.429 jenis ikan hidup di air laut, 39% jenis ikan karang, dan 25 ribu tanaman bunga dengan varian endemik sebanyak 55%.

Dari 25 ribu tanaman tersebut, Sumatra Utara ikut menyumbang beberapa jenis flora yang juga termasuk ke dalam varian endemik. Simak lebih lanjut!

Kenanga

Bernama latin Cananga odorata dan merupakan famili dari Annonaceae yang memiliki ciri khas aroma yang wangi, bunga kenanga tidak hanya ditetapkan sebagai flora identitas Sumatra Utara, tapi juga sebagai tumbuhan yang khas dan mascot provinsi.

Fun fact dari kenanga ini ialah pohonnya bisa mencapai tinggi hingga 20 meter dengan diameter batang mencapai 70 cm. Ia termasuk juga sebagai bunga majemuk dengan garpu-garpu yang tersusun seperti bentuk Bintang yang terdiri atas 6 lembar daun bunga.

Anggrek Tien Soeharto

Seperti namanya, anggrek endemik Sumatra Utara ini memang diambil dari nama istri mantan Presiden Soeharto, yaitu Hartinah Soeharto atau kerap disapa Ibu Tien. Pemberian nama itu juga sebagai dedikasi dari sang penemu, Rusdi E. Nasution—yang menemukannya pertama kali pada tahun 1976 di Desa Baniara—dan James Boughtwood Comber, teman penelitinya memberi nama ilmiah Cymbidium hartinahianum yang berarti juga anggrek tien soeharto. Sebab ternyata, Ibu Tien sangat berjasa pada pengembangan dunia peranggrekan di Indonesia.

Kini, eksistensi aggrek tien soeharto semakin minim di alam, populasinya semakin sedikit dan berstatus endangered dan kategori A untuk spesies prioritas konservasi tumbuhan Indonesia menurut World Conservation Monitoring Centre. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 pun tanaman ini masuk ke dalam kategori tanaman yang dilindungi. Padahal, potensi anggrek tien soeharto komersial untuk induk silangan karena warnanya yang menarik.

Bunga Bangkai (Suweg Raksasa)

Namanya benar-benar mencerminkan rupanya yang memiliki tinggi mencapai 210 cm pada tahun 1995. Tumbuhnya di Kawasan Taman Wisata/Cagar Alam Sibolangit yang penemuan pertamanya di Sibolangit dikisarkan tahun 1920. Beranjak ke tahun 1989, tingginya diketahui mencapai 150 cm.

Penemu pertama bunga ini adalah Odoardo Beccari, pakar botani asal Italia yang mana sedang melakukan perjalanan di Kepahiang, Rejang Lebong, Bengkulu, pada tahun 1878. Lalu, bersama rekannya dari Turki, Prof. Giovanni Arcaneli memberi nama ilmiah Amorphophallus titaniumbeccari.

Tergolong langka sebagai bunga terbesar yang mekar sporadis, bau busuknya saat mekar berfungsi untuk menarik penyerbuk. Kehadirannya pun kerap menjadi daya tarik wisata, khususnya di Taman Wisata Sibolangit.

Kantung Semar (Nephentes)

Flora yang satu ini tidak hanya bentuknya yang serupa cangkir, tapi juga masuknya dalam kategori tumbuhan karnivora yang kerap memakan serangga. Selain berfungsi untuk memerangkap serangga, kantongnya itu ternyata juga terinspirasi dari tokoh wayang Semar, lho!

Dapat ditemukan di jantung Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike yang sejuk dan berkabut, tanaman berkantung ini menjadi simbol keunikan dan keanekaragaman hayati di Kawasan pegunungan Sumatra Utara. Tumbuhnya juga alami di bawah hutan pegunungan lembap, atau tepatnya di lingkungan yang miskin unsur hara seperti tanah gambut dan bebatuan vulkanik.

Triknya dalam menarik perhatian serangga sebagai santapannya terdapat pada warna dan aromanya yang khas, yang selanjutnya serangga itu terperangkap di dalam cairan pencernaannya. Di samping itu, kantung semar sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan sekaligus menjadi indikator penting pada kelestarian ekosistem hutan.

Demikian flora identitas Sumatra Utara di artikel kali ini, Kawan ada tahu flora apa lagi? Siapa tahu bisa lanjut jilid 2, hehe.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.