Tahukah Kawan bahwa Jerman menjadi salah satu pintu masuk ekspor tembakau Indonesia di masa lalu? Tahukah Kawan terdapat di kota mana tempat pelelangan tembakau Indonesia di Jerman dulunya?
Tembakau memang menjadi salah satu komoditas ekspor Indonesia hingga saat sekarang. Meskipun bukan tanaman endemik asli Indonesia, produk tembakau dalam negeri tetap laku dan mendapatkan tempatnya tersendiri di pasar dunia.
Dilansir dari laman Portal Informasi Indonesia, keberadaan tembakau di Nusantara diperkirakan mulai menyebar pada abad ke-17. Bangsa barat yang datang ke Indonesia menjadi salah satu sebab mengapa di Indonesia banyak ditumbuhi tanaman yang diduga berasal dari Benua Amerika tersebut.
Hal ini juga membuat keberadaan tembakau memiliki nilai historis yang mendalam di Indonesia. Bagi masyarakat Indonesia, keberadaan tembakau tidak hanya sekadar bagian dari gaya hidup saja.
Tanaman tembakau juga dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia di masa lalu sebagai bagian tradisi di tengah mereka. Salah satu contoh bisa dilihat dari budaya mengunyah tembakau yang ada di tengah masyarakat yang bahkan turut terekam dalam salah satu relief Candi Borobudur dan Candi Sojiwan.
Dari sejarah panjang keberadaan tembakau di Indonesia, 1959 menjadi salah satu periode penting yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Sebab pada tahun tersebut, produk tembakau Indonesia mulai dipasarkan di Jerman, tepatnya di Kota Bremen.
Lantas bagaimana cerita tempat pelelangan tembakau Indonesia di Jerman bisa terdapat di Kota Bremen pada waktu itu?
Perpindahan Tempat Lelang Tembakau di Eropa
Kota Bremen, Jerman bukanlah menjadi tempat pertama tempat pelelangan tembakau Indonesia yang ada di Eropa. Sebelumnya, produk tembakau asal Indonesia sudah terlebih dahulu ada di Rotterdam, Belanda.
Namun konfrontasi yang terjadi antara pemerintah Indonesia dengan Belanda pada waktu itu turut berdampak terhadap tempat pelelangan tembakau di tanah Eropa tersebut. Akhirnya tempat pelelangan ini kemudian dipindahkan dari Rotterdam, Belanda ke Kota Bremen, Jerman.
Sejak saat itu, Bremen menjadi pintu gerbang ekspor tembakau Indonesia di Eropa. Apalagi produk tembakau Indonesia menjadi salah satu primadona untuk diracik menjadi cerutu bagi masyarakat Eropa pada waktu itu.
Dilansir dari laman ANTARA, gedung Speicherhof 1, 28217 Bremen menjadi saksi bisu kejayaan tembakau Indonesia di tempat pelelangan pada waktu itu.
Pelelangan Tembakau Indonesia di Bremen, Jerman pada 1959
Terdapat dua jenis tembakau Indonesia yang dipasarkan di Bremen, Jerman pada 1959. Dua jenis tembakau tersebut berasal dari daerah Sumatra dan Jawa.
Masih dari laman ANTARA, tembakau Sumatra yang dikirim ke Bremen, Jerman pada waktu itu berasal dari PTPN II Tanjung Morawa, Medan. Sementara itu, tembakau Jawa diekspor dari Klaten dan Jember milik PTPN X Surabaya.
Dinukil dari artikel "Sedikit Ttg. Pasaran Tembakau Indonesia di Bremen" yang terbit di surat kabar Nasional edisi 11 November 1960, tembakau Jawa yang dikirim ke Bremen pada waktu itu terjual sebanyak 113 ribu bal.
Jumlah ini diperkirakan mendatangkan keuntungan sebesar DM68 juta atau setara dengan USD17 juta pada waktu itu. Sementara itu, hasil lebih menguntungkan diperoleh dari tembakau Sumatra.
Tembakau Sumatra yang dipasarkan di tempat pelelangan tersebut diketahui terjual sebanyak 23,6 ribu bal. Meskipun terjual dalam jumlah yang lebih sedikit, penjualan tembakau Sumatra ini diketahui berhasil mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Penjualan tembakau Sumatra dalam jumlah tersebut berhasil terjual seharga DM78,7 juta atau setara USD19,7 juta pada waktu itu. Kualitas tembakau Sumatra yang lebih baik dari tembakau Jawa menjadi alasan mengapa tembakau jenis ini bisa terjual dengan harga yang lebih mahal pada waktu itu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


