kisah kampung mojokencot desa tersepi di indonesia hingga tak ada di google maps - News | Good News From Indonesia 2024

Kisah Kampung Mojokencot, Desa Tersepi di Indonesia hingga tak Ada di Google Maps

Kisah Kampung Mojokencot, Desa Tersepi di Indonesia hingga tak Ada di Google Maps
images info

Kisah Kampung Mojokencot, Desa Tersepi di Indonesia hingga tak Ada di Google Maps


Kampung Mojokencot diklaim sebagai kampung tersepi di Indonesia. Kampung yang berlokasi di di Desa Kedunggede, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur ini hanya dihuni oleh tiga KK warga yang tersisa.

Dimuat dari Merdeka, pada awalnya Kampung Mojokencot memiliki nama asli Desa Tampingrejo, namun nama itu diubah setelah warga mulai pindah dan kampung ini jadi sunyi.

kampung ini minim aktivitas warga. Tidak ada lalu lalang sepeda motor maupun mobil layaknya di perkampungan pada umumnya. 
Rumah-rumah warga juga dibiarkan terbengkalai, dengan kondisi dipenuhi semak belukar.

Kholik, salah seorang warga yang tersisa mengungkapkan suasana kampungnya yang sepi karena telah ditinggal oleh penduduknya. Saat ini, lanjutnya hanya ditinggali oleh tiga kepala keluarga.

“Ini kondisinya sepi, sudah ditinggal warga. Tinggal tiga KK saja,” kata dia di kanal Youtube Jagad Majapahit, dikutip Merdeka, Minggu (14/4).

Karena akses 

Bila berkeliling di Kampung Mojokencot saat ini hanya tersisa empat rumah dengan kondisi yang memprihatinkan. Rumah-rumah tersebut mayoritas rusak dan hancur, kecuali yang ditempati Kholik dan dua tetangganya. 

Salah satu yang hancur adalah rumah milik orang tua Kholik yang letaknya bersebelahan dan dibatasi oleh sebidang sawah. Kholik pun sehari-hari merawat tanaman berupa padi dan Jagung yang belum lama ini sudah panen. 

“Dulu itu rumah ibu saya, sekarang sudah hancur,” katanya.

Khalil menjelaskan alasan warga mulai meninggalkan kampung sejak tahun 1971. Menurutnya alasan warga meninggalkan kampung ini karena aksesnya tersembunyi.

Selain itu, akses lainnya dibelah sungai besar, dan tidak ada jembatan. Saat ini warga yang tersisa berinisiatif membangun jembatan bambu ala kadarnya sebagai penghubung. 

“Ke sini nggak ada jalannya, jadi pada pergi. Dulu jembatan bambu belum ada,” kata Kholik.

Minta perhatian

Kholik berharap ada perhatian terkait akses menuju kampungnya, sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Dia hanya ingin jembatan bambu itu dibangun dengan kerangka besi yang kuat dan tahan lama. 

Baginya tak masalah jembatan di atas Sungai Judek itu hanya bisa dilalui sepeda motor. Sebab Mojokoncot sudah terlanjur ditinggalkan penduduknya.

"Mohon pemerintah membantu besi untuk kerangka jembatan. Yang penting kerangkanya kuat. Panjang jembatan 17 meter, ketinggian 19 meter. Karena sekarang jembatan sudah goyang," jelasnya.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan penduduk Mojokoncot. Sebagai tahap awal, pihaknya akan melakukan asesmen terhadap jembatan Mojokoncot.

"Tentunya kami harus cek lokasi dulu ya terkait kondisinya, kemudian seberapa dampaknya terhadap masyarakat. Tentu tak kalah penting akses tersebut asetnya siapa. Harus kami cek dulu ya," tutupnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.